Bermain Ke Nusa Lembongan.

Standard

Saya sedang mengcopy foto-foto,  saat  beberapa minggu yang lalu sempat bermain-main bersama teman-teman ke Nusa Lembongan, di Bali.  Sungguh sebuah aktifitas ‘bermain dan bersantai’ yang sangat baik sebagai penyeimbang kepenatan kerja keras yang telah dilakukan berhari-hari tahun ini. Nusa Lembongan adalah tujuan kami.

Nusa Lembongan, sesuai namanya adalah sebuah nusa alias pulau kecil yang berada di lepas pantai selatan pulau Bali.  Bersama dengan Nusa  Ceningan,  nusa ini merupakan salah satu pulau kecil dari gugusan Nusa Penida yang masuk ke wilayah Kabupaten Klungkung.Walaupun kecil,nusa ini juga cukup menarik untuk dikunjungi.

Nusa Lembongan sebenarnya bisa ditempuh baik dari arah Klungkung maupun dari arah Benoa. Dengan kapal,  akan memakan waktu sekitar 20 menit dari pelabuhan Benoa. Apa yang bisa dilihat di sana?

Pantai Yang Berpasir Putih.

Nusa Lembongan memiliki pantai yang baik dan cukup bervariasi. Ada bagian yang berpasir putih, dan cukup landai untuk melakukan aktifitas berenang maupun berkejar-kejaran dengan ombak. Namun ada juga bagian yang cukup baik untuk melakukan aktifitas olahraga air lainnya seperti Snorkeling, Banana boat, berperahu dan sebagainya. Air lautnya sangat jernih dan biru. Bagi yang tidak ingin bermain air, pantai yang memiliki banyak pohon peneduh di pinggirnya ini juga enak buat bersantai dan menikmati ikan bakar.

Budidaya Rumput Laut.

Jika kita memutuskan untuk turun dan berjalan-jalan di pulau kecil ini, maka kita akan melihat penduduk yang sedang menjemur rumput laut yang banyak dibudidayakan di daerah itu. Rumput laut yang telah dikeringkan ini biasanya di eksport ke Jepang untuk bahan baku pembuatan kosmetika. Menarik juga melihat rumput laut berwarna warni , hijau, biru, merah, ungu, kuning dan putih disebar di atas tikar di bawah panas matahari.

Gala-Gala.

Hal lain yang menarik untuk dilihat di sana adalah sebuah rumah (gua) bawah tanah yang disebut dengan Gala-Gala.  Goa bawah tanah ini  sebenarnya dibangun oleh almarhum Made Byasa. Luasnya kurang lebih 500 meter persegi di bawah tanah. Dibangun pada tahun 1961 dan selesai tahun 1976. Dimana seperti yang dituturkan oleh putranya kepada saya, saat  membangun itu almarhum Made Byasa berumur 75 tahun. Beliau mengerjakannya siang dan malam tanpa kenal lelah. Gala-Gala memiliki 7 pintu keluar dengan 3 ventilasi udara. Terdiri atas 2 ruang tidur, 1 ruang duduk, 2 dapur dan dilengkapi dengan sebuah sumur. Pada dinding Gala-Gala ini tercantum tahun berakhirnya pembuatan Gala-Gala ini  dengan menggunakan Suryasengkala sebagai berikut; Manusia =1, Gajah =8, Pintu = 9 dan Penyu = 8. Jadi tahun 1898 Icaka. Atau sama dengan tahun 1976 Masehi.

Ide membuat Gala-Gala ini, didapatkan dari Epic Mahabrata . Dimana sebagai seorang dalang saat itu Made Byasa sangat tertarik akan upaya Pandawa menyelamatkan keluarganya dari serangan Kaurawa dengan cara membangun goa bawah tanah yang disebut Gala-Gala.

17 responses »

  1. Akhir bulan kemarin saya juga bermain disana mbak, tapi gak sempat masuk lebih dalam ke pulaunya. Cuma tiduran di pinggir pantai villa Wayan. yang asyik itu waktu snorkeling. Pengalaman pertama bagitu karena gak bisa berenang tapi berani snorkeling di tengah laut.😆

    Salam hangat serta jabat erta selalu dari Tabanan

  2. Nusa Lembongan yang asri dengan gala-galanya yang penuh simbol daya tarik wisata yang eksotik nih. Menambah koleksi kulit kerangkah jeng Ade? Salam

  3. bali oh bali di sesaki dengan tempat tempat indah jadi pantas kalau bali jadi tempat tujuan wisata paforit…. semoga tetap terus terjaga ke indahanya….

  4. Kalau melihat laut kita tidak pernah bosan bu made. Sejuta kepenatan hilang. sebagaimana fungsi laut, Ia sebagai pendaur ulang air agar layak dikomsumsi manusia lagi.

      • itulah perbedaan mendasar antara dokter dan pasien mbak.

        dokter itu profesi yang butuh libur,,
        tapi pasien adalah profesi yang tidak mengenal hari libur
        hehehe

  5. Melihat foto2nya berasa pulang kampung deh Mbak Dani. Hahaha..sok tahu ya saya, padahal baru sekali berkunjung ke sana. Bali itu emang gak lari dari sebutannya Pulau Dewata, tiap jengkal teritorinya punya keindahan sendiri🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s