Buah Delima Di Halaman.

Standard

Siapa yang tidak tergiur jika melihat biji-biji Delima merah merekah di dalam piring di atas meja makan? Saya sangat menyukai buah Delima. Karena rasanya yang manis dan unik. Tidak seperti buah Mangga atau Rambutan, buah Delima (Punica granatum) adalah salah satu buah yang jarang kita jumpai dipasar. Kelihatannya buah ini tidak ada yang khusus membudidayakannya sehingga jarang ditemukan di pasaran. Kalaupun ditemukan di pasar, maka harganya menjadi relatif cukup mahal. Saya tidak mengerti mengapa tidak ada orang yang tertarik menekuni bisnis ini.

Buah Delima atau Pomegranate juga mengandung banyak sekali antioxidant. Tidak hanya baik untuk dimakan, namun belakangan ini juga marak digunakan untuk merawat kecantikan kulit. Di Bali buah Delima dianggap sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran. Buah ini juga  banyak digunakan sebagai obat tradisional. Pohon Delima relatif mudah ditanam,karena cukup tahan akan kekeringan. Umumnya pohon Delima ditanam dari hasil cangkokan. Konon ada beberapa variant Delima, yakni Merah, Putih, Ungu dan Hitam. Tapi saya hanya tahu 2 variant saja, yakni Delima Putih dan Delima Merah saja.Tentang kedua  buah Delima ini, saya memiliki cerita yang serba kebetulan serupa.

Kakek saya menanam sebatang pohon Delima Putih di halaman belakang rumah kami tepi danau Batur di Kintamani. Saya ingat pohon itu selalu berbuah lebat. Bunganya berwarna kuning dan bijinya berwarna putih. Dan ibu saya sering memetiknya dengan menggunakan galah dari bambu. Sementara saya menunggu di bawahnya dan menangkapnya segera agar buah tidak jatuh ke tanah. Sekarang pohon Delima Putih itu sudah tidak ada lagi di halaman belakang rumah. Saya tidak ingat entah kapan pohon itu lenyap.  Belakangan ketika saya pulang ke rumah kakek, saya melihat sebatang pohon Delima Putih di halaman tengah. Sudah cukup besar. Hm.. saya berusaha mengingat-ingat. Sejak kapan ya  pohon Delima Putih  itu ada di sana? Barangkali salah seorang sepupu saya telah menanamnya kembali.

Ayah saya juga menanam sebatang pohon Delima Merah di halaman depan rumah kami di Bangli. Pohonnya pun berbuah lebat. Buahnya berwarna kemerahan dan bijinya berwarna pink yang indah sekali. Waktu saya di bangku SD, banyak teman sekolah yang bermain ke rumah saya bertanya “Pohon apakah ini?”. Semuanya terheran-heran akan bunganya yang berwarna jingga terang. Dengan bangga saya menjelaskan bahwa itu adalah bunga Delima. Sekarang pohon Delima Merah itu sudah tidak ada lagi di halaman depan. Saya juga tidak ingat kapan pohon Delima itu lenyap dari halaman depan rumah. Belakangan ketika saya pulang ke rumah Bapak, saya juga melihat sebatang pohon Delima Merah di halaman tengah. Sudah lumayan besar. Hmm..saya berusaha mengingat-ingat. Sejak kapan ya pohon Delima Merah itu ada di sana? Barangkali salah seorang adik saya telah menanamnya kembali.

Sebuah kebetulan yang lucu juga, menurut saya. Tapi saya senang, setidaknya kedua pohon Delima peninggalan Kakek dan Ayah saya itu  masing-masing  ada penerusnya.

33 responses »

  1. wahah sepertinya pohon2 delima tiu sudah ditakdirkan untuk tumbuh kembali disana. saya pernah liat pohonnya di rumah tetangga depan. saya kira itu pohon jambu tapi kok kecil. liat warnanya yang merah emang ‘nyelerain’ banget.

  2. Mengapa tak dibudidayakan, yah, mengapa ya Mbak Dani..Mungkin karena makannya ribet kali ya Mbak..Kalau aku tuh bingung gimana cara makan delima, apa bijinya perlu di kunyah, atau diemut-emut saja sampai daging yg menempel pada biji habis..Atau haruskan di kunyah semua?
    Sama bingungnya kalau harus makan markissa mbak hehehe..Makanya jarang makan buah yg membingungkan ini..

    Dan aduhai, itu delima merah menggiurkan sekali..Kayaknya belum ada yang bikin sirup delima ya Mbak..Kalau dibikin sirup, delima merah ini pasti cantik sekali…

    • Aku baru nyadar kalau ternyata cukup banyak juga orang yang nggak begitu menyukai buah Delima ya. Kupikir karena aku suka,maka orang lainpun semuanya suka juga he he..

      kalau makan delima,bijinya biasanya kukunyah saja..

    • Di Bali kalau mau cari bibit tanaman, kan biasanya minta saja bibitnya/cangkokannya kepada keluarga, teman atau kerabat yang kebetulan punya. Nggak pernah beli kan ya? Barangkali suatu saat ada waktu mampir ke Bangli ..he he..

  3. Saya suka ngiler lihat ini apalagi ketika dicampur pake santan, ketika ke Hokbe* rumah makan jepang itu.
    Masalahnya ternyata di rumah makan itu, bukan delima beneran … 🙂

  4. Di Jepang juga ada buah delima yang bernama Zakuro…jarang dan mahal.
    Di rumahku di jkt ada sebatang pohon delima putih… tapi ya saya juga tidak ingat kapan pohon itu tidak ada lagi …. Ingin coba tanam lagi deh

  5. Saya pernah membeli buah Delima import dr China warna isinya Merah Tua hampir kehitaman ,1 buah beratnya lebih dari 1/2 kg ,rasanya seperti minuman Fanta Merah,bijinya empuk,Saya tanam sebagian bijinya .Sekarang sdh berumur lebih dari 4 tahun,tapi belum berbuah.Ada dua rumpun,1 rumpun terdiri dr beberapa batang pohon.karena saya wkt menanam bijinya bukan satu satu,tp sekaligus banyak dlm satu pot, wkt dipindahkan ke halaman depan rumah hanya dibagi dua.Pada umur berapakah delima mulai berbuah?

  6. Mba Made, bagaimana saya bisa beli buah delima putih yang asli? saya butuh untuk obat. buat adik saya. jika tdk keberatan mhn sms no yg bs saya hubungi.

  7. Adakah yang bisa membantu saya dimana bisa memperoleh delima putih di daerah Jakarta ? saya membutuhkan buat obat. thanks

  8. permisi mbak, saya mau tanya apakah pohon buah delima merah yang mbak punya di bangli sudah berbuah ? sya kebetulan memerlukan buah delima merah untuk keperluan penelitian skripsi kedokteran gigi saya mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s