Kunci Pintu Yang Sesuai.

Standard

Saya sedang  ngobrol dengan teman-teman saya pada suatu siang. Mulai urusan tanaman, kerjaan, makanan hingga ke obrolan rumah tangga. Agak seru juga. Bermula dari seorang teman yang bercerita tentang suaminya yang sangat baik dan penuh perhatian.  Kami mendengarkan dengan seksama. Suaminya selalu menempatkan istrinya di posisi pertama di atas dirinya sendiri. Menyerahkan penghasilannya sepenuhnya kepada dirinya. Dan istrinya hanya memberi jatah uang saku harian ke suaminya. Suaminya pun selalu memenuhi segala permintaannya. Kalaupun tidak, maka ia akan segera mengeluarkan senjata airmata. Nah, jika ia menangis, maka suaminya tidak akan tahan lagi. Suaminyapun segera membujuk dan memenuhi permintaannya. Dengan demikian ia merasa bahwa ia telah memilih suami yang sangat tepat.

Mendengar cerita itu, teman saya yang lain lalu bercerita juga tentang suaminya. Bahwa suaminya bukan model lelaki seperti itu. Suaminya tidak suka melihat perempuan cengeng. Kalau ia menangis, suaminya bukan datang membujuk namun  malah pergi menjauh. Dan membiarkannya menangis sendiri. Jadi percuma saja. Mendingan nggak usah nangis. Menurutnya malah lebih mudah mendapatkan perhatian suami ketika ia berada dalam situasi riang dan menyenangkan. Jika ia menyampaikan keinginannya dengan hati riang dan penjelasan yang baik, maka suaminya akan lebih mudah menerima dan menyetujui permintaannya. Dan dengan sikap suaminya yang seperti itu, ia merasa menjadi lebih berdaya sebagai perempuan.

Dua cerita yang sangat berbeda. Kontras!. Namun keduanya merasa bahwa suaminya sangat sayang kepadanya. Keduanya merasa bahwa suaminya adalah laki-laki yang paling tepat untuknya. Dan keduanya merasa bahwa rumahtangganya adalah yang terbaik. Keduanya merasa bahwa strategy yang mereka lakukan untuk merebut perhatian suami adalah strategy yang paling benar

Saya senang mendengar kedua cerita itu. Dan memikirkannya hingga sampai ke rumah. Memang agak sulit untuk menilai mana yang baik dan benar.   Kita tidak bisa menghakimi bahwa seseorang itu salah hanya karena kita berbeda dengannya.

Yah, setiap orang memiliki pasangan yang paling sesuai untuknya. Mirip pintu dengan kuncinya. Setiap pintu memiliki kunci yang sesuai. Jika kuncinya tidak sesuai, maka pintu itupun tak bisa dibuka. Demikian juga untuk membuka pintu hati pria. Memang dibutuhkan kunci yang tepat. Dan kedua teman saya masing-masing mengaku telah memegang kunci yang tepat bagaimana cara membuka hati suaminya.

Dunia ini memang penuh kebijaksanaan…

25 responses »

  1. WANITA adalah pintunya y mbak dan laki laki adalah kuncinya, dengan kunci yang tepat dan sesuai maka terbukalah pintu hatinya hehehe

    kira kira saya sudah menjadi kunci yang pas belum ya untuk nya🙂

    • Iya ya Ko. Kalau dari sudut pandang laki-laki, wanita adalah pintu yang harus dibuka ya. kalau dari sudut pandang wanita, justru kebalikannya. Pintu hati laki-laki lah yang harus kita buka he he.

      Kalau kita yakin pas,pasti pas deh Ko!.Didoakan..

  2. kalau saya masih mencari kuncinya bunda Ni?😆
    kalau bahasa banjarnya (tumbu menangi tutup).
    alias semua sudah ada pasangannya masing2 dan insyaAlloh saling melengkapi satu sama lain?😉

  3. Setuju, bu Made. Meskipun berbeda versi cerita, kedengaran aneh di telinga, tapi itu sah-sah saja buat mereka. Asalkan rumah tangga mereka akur, saling menyayangi ya sudah. Kan itu yang dicari.

    Mudah-mudahan saya dan istri menjadi pasangan pintu-kunci yang selalu tepat. Terima kasih pencerahannya.

    • Ya. Benar banget. Yang menjalani kehidupan rumah tangga kan mereka ya.
      Ya, ikut berdoa juga, Pak Tu. Kebanyakan orang sih memilih pasangan yang sesuai ya.. Karena kalau nggak begitu, ya nggak kelop jadinya ..

  4. di cerita yang pertama saya gak masuk kayaknya, tapi di cerita kedua juga gak begitu pas..

    saling terbuka, saling mengerti, saling menerima dan saling memberi apakah merupakan kunci yang tepat bukan Made ??

  5. jadi teringat kutipan seorang penulis yang terkenal di era 70-an “Richard Bach”:

    “A soulmate is someone who has locks that fit our keys, and keys to fit our locks. When we feel safe enough to open the locks, our truest selves step out and we can be completely and honestly who we are; we can be loved for who we are and not for who we’re pretending to be. Each unveils the best part of the other. No matter what else goes wrong around us, with that one person we’re safe in our own paradise. Our soulmate is someone who shares our deepest longings, our sense of direction. When we’re two balloons, and together our direction is up, chances are we’ve found the right person. Our soulmate is the one who makes life come to life. ”

    • Wah.. indah banget kata-katanya. Dan ccok banget dengan pikiranku. Nemu aja yang indah-indah begini…
      ya itu barangkali sebabnya mengapa jika kita melihat dari luar seseorang yang kayanya kok agak ‘kurang nyambung’ dengan pasangannya, tapi kok pasangan itu tetap happy-happy saja ya. Karena no matter what else goes wrong around, with that particular person we are safe in paradise.. he he.. Bener! Bener banget..

  6. Untung ya, temannya Mb Dani yg suka mewek itu gak bernasib seperti saya hehehe..Kalau air mata saya mah gak laku, kalau doi bilang enggak ya enggak, biar nangis air mata darah juga…
    Tapi tentu saja saya juga punya senjata untuk mendapat apa yang diamau🙂

  7. Senjata pamungkas “Air Mata Buaya” ^–^. Kalau untuk membuka pintu hati pria menggunakan kunci apa Bu? apakah kunci inggris, kunci T, atau pas. Kalau saya bu, tidak senang kalau orang menceritakan sesuatu tentang keburukan RT nya kepada orang lain. Biasanya saya alihkan ke topik lain, atau sekalian saya tinggalkan. Malu, tabu rasanya. Salahkan saya, bu?

    • Nggak lah Pak Nurdin. Memang kalau kita nggak nyaman mendengarnya, mendingan kita tinggalkan saja atau alihkan pembicaraan.

      Saya juga terkadang spt itu. Walaupun cukup sering juga saya mendengarkan dg baik. Seperti cerita di atas. Kebetulan yg bersangkutan justru bangga akan suaminya masing-masing. Jadi saya dengarkan juga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s