Catatan Perjalanan: Saigon Di Malam Hari.

Standard

Sejak  suka menulis di blog, sekarang saya mulai berpikir untuk sekali-sekali mencatat perjalanan saya. Tentu saja agar ada yang bisa saya kenang di kemudian hari. Sekalian buat ajang narsis juga.  Jeprat jepret diri sendiri.

Kali ini saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Vietnam untuk pertama kalinya. Pergi bersama dengan bos saya dan seorang rekan. Tentu saja perjalanan untuk urusan kantor. Karenanya waktu untuk bermain-main dan melihat-lihat sekeliling sangat terbatas. Jadi saya harus pintar-pintar mengatur waktu. Namun demikian,saya tetap senang.

Berangkat sekitar pukul 5 sore dari bandara Soekarno Hatta, saya sudah mulai sangat senang. Rupanya sejak 2 minggu terakhir ini kita tak perlu lagi mengisi kertas isian yang biasanya kita serahkan ke bagian imigrasi jika kita harus bepergian keluar. WOW! Kemajuan yang luar biasa.Jadi sekarang jika kita mengunjungi  Ho Chi Minh mudahnya mirip mengunjungi Denpasar,Medan atau kota-kota lain  di Indonesia saja. Tinggal melenggang dan menyerahkan pasport. Beres!.

Karena tidak ingin memiliki hutang kerjaan darurat pada malam hari,maka saya berusaha mengerjakan pekerjaan saya di Lounge di Bandara dan selama di pesawat. Maksud saya biar begitu sampai di hotel saya bisa langsung berjalan-jalan melihat kota Ho Ci Minh alias Saigon pada malam hari. Syukurlah setelah saya tunjukkan, bos saya tampak puas dengan hasil pekerjaan saya. Jadi saya  tidak perlu melakukan revisi apapun juga setelah sampai di hotel.

Sekitar pukul setengah sembilan malam, pesawat yang saya tumpangi mulai mendekati kota Ho Chi Min.  Kota dengan landscape yang indah bermandi cahaya lampu berwarna warni. Di atasnya saya melihat Bintang Kejora sedang menggantung di langit. Sayapun mengambil beberapa foto dari udara dengan menggunakan kamera saku saya. Hasilnya tidak terlalu bagus, tapi lumayanlah buat kenang-kenangan.

Seseorang dari kantor,menjemput kami di bandara dan mengantarkan hotel.  Sayangnya tidak berbahasa Inggris dengan baik, sehingga kami tidak bisa mengobrol. Begitu beres urusan administrasi hotel dan meninggalkan tas di kamar, maka sayapun segera  keluar mencari makan.  Berjalan kaki beberapa blok di belakang hotel tempat saya menginap, beberapa restaurant masih tampak buka.

Jalanan di Saigon pada malam hari terasa lengang dan aman. Seorang  pengendara motor tampak sedang menambal ban dipinggir jalan. Seorang karyawan restaurant yang baru tutup tampak duduk  di trotoar sambil menghitung uang dengan santainya. Tak sedikitpun khawatir akan penjambret. Sungguh negara yang aman dari kriminalitas.  Akhirnya setelah cukup lelah berjalan kaki, seorang teman menyarankan kami makan di Restaurant yang bernama Hoi An tak jauh dari tempat kami berjalan kaki.

Setelah melihat-lihat menu sebentar,lalu kami memutuskan memesan makanan  beberapa jenis. Roasted Duck dengan saus apple, sejenis nasi goreng seafood, sayur kangkung dan ikan di tim. Yang menarik adalah cara menyajikannya. Sungguh kreatif. Penuh hiasan yang juga terbuat dari bahan makanan. Misalnya nasi gorengnya ditata di atas anyaman yang terbuat dari mie. Lalu roasted duck-nya juga dihias dengan ukiran ikan yang indah sekali.  Makanannya pun sebenarnya enak. Namun pas bagian bayarnya sungguh tidak enak.Karena harganya mahal sekaleee!. Hampir dua kali lipat harga restaurant mahal di Jakarta. Saya tidak tahu apa semua restaurant  semahal itu di Saigon atau kebetulan kami masuk ke restaurant mahal. Entahlah.

Sekitar pukul setengah dua belas kami kembali ke Hotel. Kembali dengan berjalan kaki. Pegal juga. Tapi cukup menyenangkan. Setidaknya telah sempat melihat kota Saigon di malam hari. Saya bergegas mandi, mengupload foto, menulis  dan memutuskan segera tidur. Esok hari  saya harus berangkat ke kantor pagi-pagi.

17 responses »

  1. Itulah serunya punya blog ya mbak, kita bisa melihat sesuatu lebih banyak, berusaha menangkap hal menarik.
    Negara ini menarik ya, belum lama hancur karena perang sekarang sudah demikian maju.
    Selamat bekerja dan jalan2 mbak

    • Ya. Bener banget. Sekarang setelah ada blog,bener-bener jadi berusaha menangkap ide sebaik-baiknya..

      Vietnam memang luarbiasa kemajuannya pasca perang. Saya pikir itu tak lepas dari semangat yang dimiliki oleh warganya juga ya Mbak Monda..

  2. Peh, joh sajan bu Made jalan-jalan nok. Bin pidan tiyang taen ke Saigon a?

    Di Saigon ada sayur kangkung juga, bu?😀

    • Tugas kantor ne Pak Tu. Yen sing bayahin kantor kar sing ngidaang luwas jalan-jalan. Len teken nak ne mula ngelah pis liyu anggona melali. Nah, Mbok kanggoang menikmati pemandangan dengan memanfaatkan kesempatan yen maan waktu senggang dogen. Pang sing perusahaane pocol ngebiayain yan iraga sing seleg megae tungkulang melali.

      ya. kaget juga. ternyata sayur kangkung adalah sayur favorit di sini..

  3. Ih asyik kerja sambil jalan2. Ntu resto mahal gak cuma bayar makanan kayAknya Mb Dani, tp jg seninya. Tak tunggu tulisan eksplorasi lainnya. Selamat kerja dan jalan2 ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s