Cu Chi Tunnels Part I : Serpihan Bombs Dan Peralatan Perang Lainnya.

Standard

Setelah beberapa hari sibuk menyelesaikan pekerjaan di kantor dan melakukan kunjungan pasar yang  melelahkan, akhirnya saya mendapatkan juga kesempatan untuk melihat-lihat Vietnam dan  sekitarnya. Seorang teman berkebangsaan India yang sudah lama tinggal di  Saigon menyarankan untuk melihat terowongan yang digunakan oleh gerilyawan  Viet Kong untuk  bertahan dan bersembunyi saat  perang melawan tentara Amerika. Seperti kita ketahui perang Vietnam berlangsung selama 20 tahun, mulai tahun 1955 dan berakhir tahun 1975.

Terowongan itu terletak di wilayah Cu Chi ( baca Ku Chi), sehingga dikenal dengan nama Cu Chi Tunnels. Cu Chi tunnel sendiri rupanya merupakan bagian dari jaringan terowongan perang lainnya yang jauh lebih besar. Cu Chi  sendiri terletak sekitar 40 km di luar kota Saigon.  Untuk mencapainya, saya harus ke luar kota Saigon ke arah barat dan lalu membelok ke utara. Perjalanan melewati  wilayah pedesaan  yang memberikan pemandangan  serupa dengan wilayah pedesaan kita di Indonesia.  Tegalan dan tanah liar bersemak yang belum semuanya digarap. Rumah-rumah penduduk  dan ternak.

Begitu  sampai di tempat itu, kita akan disuguhkan pemandangan sisa –sisa perangkat perang yang digunakan oleh tentara Amerika untuk menyerang wilayah itu. Antara lain pesawat tempur, helicopter, meriam,  berbagai bomb, selongsong,  serpihannya dan lain sebagainya. Saya sendiri tidak menyukai perang dan tidak mengerti peralatan perang. Apa namanya, bagaimana cara kerjanya dan saat bagaimana digunakan.

Pertama  saya mendekati helicopter yang saya sebenarnya tidak tahu namanya. Namun saya search, rasanya ini  serupa dengan yang bernama A UH 1 H huey  Helicopter. Helicopter ini ternyata jauh lebih besar dari apa yang saya bayangkan jika  melihat di film.  Tentu saja sudah usang dimakan waktu. Warnanya hijau gelap keabuan.  Berbaling-baling panjang 2 buah yang rentangnya saya pikir sama panjangnya dengan keseluruhan panjang badan helicopter itu sendiri. Dan sebuah baling-baling lebih kecil  di ujung ekornya. Di ekornya sendiri tertulis  U.S Air Force –   bagian ini tentu jelas dimengerti maksudnya. Lalu juga ada kode 15728. Nah yang ini saya tidak tahu apa artinya.

Berada tidak jauh dari helicopter itu ditempatkan,  adalah  3 buah meriam yang saya tidak tahu jenisnya. Lalu di seberangnya beberapa pesawat tempur  MIG 17 Jet Fighter yang digunakan pada jaman itu.

Lalu jika kita berjalan sedikit ke dalam hutan ringan yang dibiarkan di area itu, kita akan sampai di tempat dimana kita bisa melihat  sisa sisa selongsong, serpihannya, bom tunggal maupun bom cluster  yang digunakan tentara Amerika  dalam perang itu. Ukuran dan bentuknya pun berbagai rupa. Saya membayangkan betapa memilukannya jika bomb itu meledak dan menewaskan penduduk yang tidak berdosa. Melihat semuanya itu,  kengerian melanda perasaan saya. Kepiluan dan derita yang dialami oleh  korbannya. Tapi perang itu memang sebuah kenyataan yang pernah terjadi.

12 responses »

  1. wah perjalan wisata yang mengasyikan di satu sisi tapi di sisi lain ada bayang kengerian pula melihat sisa sisa perangnya.

    hehe Made bagaimana di dalam terowonganya sendiri kho gak di ceritakan…

  2. Orang Vietnam itu tampaknya penjaga warisan bangsa yang baik ya Mbak. Mereka masih menyimpan benda-benda yg ditinggalkan musuh. Helocopter yg gede-gede itu entah telah berapa ratus peluru meluncur dari pintunya, menghabiisi para pejuang, namun hingga detik ini masih mereka jawab. Ngomong2 yg mejeng depan heli itu cantik ya hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s