Cuci Mata: Bangunan Menarik Di Saigon.

Standard

 

Karena perjalanan saya ke Saigon ini adalah untuk urusan pekerjaan,  maka urusan cuci mata benar-benar sangat kurang waktu. Saya mengakalinya dengan cara memanfaatkan setiap menit yang saya punya dengan sebaik-baiknya. Misalnya saya  memperhatikan dengan seksama dan mengambil foto-foto tentang hal-hal menarik yang saya temukan di jalan raya saat  melakukan kunjungan pasar.  Sangat beruntung,  karena  teman yang menemani saya,  sangat berbaik hati menjelaskan ini-itu yang saya temui saat melintas di jalan layaknya seorang tour guide yang professional. Salah satu hal yang menarik hati saya adalah bangunan-bangunan indah yang tertata rapi di kota Saigon di luar gedung-gedung modern  tinggi menjulang yang juga mulai banyak bertebaran.

Untuk urusan menjaga warisan masa lalu, saya benar-benar angkat topi, salut pada apa yang dilakukan oleh pemerintah Vietnam.  Beberapa gedung-gedung indah itu ada yang sempat saya jepret dengan kamera saku saya.  Tentu saja saya memotretnya sambil membuka jendela kendaraan yang tetap bergerak, sehingga sudut pengambilan fotonya pun banyak yang amburadul.

 

Saigon Notre Dame Basilica.

Gedung  berwarna merah terbuat dari bata ini ini terletak di tengah kota Ho Chi Minh,sehingga setiap orang yang melintas di kota ini kemungkinan besar akan sempat melihatnya.  Dibangun sebagi sebuah kathedral, gedung dengan tinggi 60 meter ini dibangun pada jaman pendudukan Perancis pada  tahun 1863. Memiliki dua menara lonceng yang terlihat menjulang di kiri kanan

Ho Chi Minh City Hall

Menurut keterangan, gedung ini juga dibangun pada masa pendudukan Perancis, yakni pada tahun 1902.Warnanya putih dengan design yang sangat indah dan menarik. Gedung yang dijadikan sebagai City Hall dan gedung pemerintahan ini, memiliki tinggi kurang lebih 12 meter dan memiliki 3 lantai.

 

Hotel Continental Saigon

Hotel ini juga kelihatannya sudah sangat tua. Dan kenyataannya memang merupakan hotel tertua di Vietnam. Hotelini dibangun pada tahun 1880, benar benar merupakan tonggak yang penting dalam pengembangan kota Saigon sebagai pusat perdagangan. Tingginya kira-kira 14 meter.

Vinh Nghiem Pagoda.

Ini adalah Pagoda Budha Mahayana yang terbesar di Saigon.Dibangun pada tahun 1964.

Clock Tower – Ben Thanh Market

Tower yang  dihiasi dengan jam besar ini sebenarnya adalah pintu gerbang pasar yang bernama Ben Thanh. Dibangun pada tahun 1914.

The Saigon Opera House 

Dibangun pada tahun 1897 dan hingga sekarang masih digunakan sebagai theatre.

Sebenarnya masih banyak lagi bangunan-bangunan lain yang sangat menarik di Saigon.Sayangnya tidak semuanya saya tahu namanya. Termasuk juga bangunan-bangunan temple yang indah.Dan tidak semuanya sempat saya ambil fotonya. Banyak yang keburu lewat, karena kendaraan yang saya tumpangi terus melaju. Mudah-mudahan suatu saat saya punya kesempatan untukmengunjunginya.

About these ads

25 responses »

  1. sama sekali nggak keliatan bekas perang ya Mbok?

    tiap dengar kata Saigon, teringat takluknya penjajahan negeri adidaya atas kegigihan pribumi. fisik yang kecil, senjata yang seadanya, semangat yang tak pernah padam atas kecintaan pada tanah air, kombinasi yang cukup untuk meraih kemerdekaan.

    bangunan bersejarah terpelihara. jalan rayanya lebar ya? hanya denger2 nggak ada yg peduli sama lampu lalu lintas. benarkah ? :)

    • Ya nggakkelihatan bekas perang, Bang. Vietnammemang layak menjadi contoh yg baik kalau urusan patriotik thd negara dan tanah airnya.
      Ya,sepenglihatan saya juga memang ebgitu.Sempat satu kali pas melintas kok motor-motor pada bersliweran dan saya beberapa kali hampir keserempet pas menyebrang jalan di perempatan. karena mereka nggak berhenti sama sekali, cuma meliuk-liuk saja. Tapi ketika saya perhatikan, rupanya lampu merahnya mati. Oooh pantes. Tapi kata teman saya,lampu lalu lintas mati spt itu emmang sering. Dan kondisi jalan raya spt itu juga biasa he he..

  2. Ini benar2 tipikal marketer yg cerdas dan pejalan yg cermat. Dari dalam mobil yg sdg berjalan dan camera saku pula, ck..ck..ikut angkat topi (sambil membungkungkuk dng tangn kiri di dada hehe..). Keren2 kok Mb Dani. Arsitektur yg gak vietnam dan vietnam merajah kota mereka

    • he he.. itu jadi mendadak cerdas dan cermat gara-gara kefefet..he he.
      Kelihatannya Vietnam sengaja menjaga arsitektur Perancis itu dg 2 alasan : 1/ karena memang indah dan membuat kota tampak menjadi cantik dna menarik. 2/ karena umur bangunannya panjang. Itu jawaban temanku yg orang Vietnam pas aku tanyakan hal itu. Kenapa pemerintah Vietnam kok malah mempertahankan bangunan berarsitek asing ?

  3. pernah saya tuliskan .”..ketidak leluasaan dalam memandang justru mengabaikan adanya cacat dan ketidak serasian….” , maka beberapa gambar yang berhasil dibadikan Bu Made tetaplah menampilkan keindahan :cool:

    asyik juga ya…..tugas sekaligus jalan-jalan :smile: ………….. saya sudah tidak pernah tugas keluar semenjak menjadi tukang ketik :sad:

    • Mmmm..ya bener juga yang Mas Giy katakan itu.. Nggak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. “Karena seadanya, ya udah.. yang penting kita menangkap point utamanya, yang lain kita abikan saja..”.

  4. Melihat dokumentasi dari Saigon, luar biasa indah ya Bu Made, bisa mengobati rabun mata ^–^
    Bu, adakah dokumentasinya yang lain tentang kawasan-kawasan kumuh di sana?

    • Seperti halnya kota dari sebuah negara yang berkembang, saya rasa mungkin ada juga kawasan-kawasan kumuhnya Pak. Karena saya lihat juga ada satu dua pengemis di depan pertokoan, banyak pedagang kaki lima.

      Kebetulan saya kerja ful di kantor dari pagi hingga menjelang gelap. Jadi nggak bisa menjelajah banyak tempat,Pak. Kalaupun pas tugas keluar itu /malam hari, jalan yang saya lewati kebetulan hanya jalan-jalan utama di kota itu yang tidak menunjukkan ke kumuhan. Kotanya bersih, trotoarnya sangat lebar, banyak pohon-pohon rindang dan jalanannya juga sama sekali tidak macet. Saya tidak tahu di bagian lain dari kota itu, Pak. Mungkin saja ada yang kumuh barangkali.

      Dan barangkali karena kebetulan juga saya penggemar seni, jadi yg saya lihat semuanya bagian indahnya dulu Pak he he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s