Kehangatan Masakan India Di Malaysia.

Standard

Berhubung jadwal kerja sangat ketat, tidak ada hal-hal seru yang bisa saya lihat saat di Malaysia. Namun saya memiliki pengalaman yang tak kalah menariknya dalam hal petualangan culiner. Pada malam ke dua, atasan kami mengajak makan malam di sebuah restaurant India.  Maka berangkatlah kami bersama teman-teman yang kebanyakan berkebangsaan India ke restaurant itu. Tentu saja sangat menyenangkan. Karena selain bisa mencoba makanan  baru, juga mendapatkan penjelasan yang sangat menarik tentang masakan dan dapur India.

Masakan India, seperti yang mudah ditebak tentunya sangat beragam. Terutama jika kita memahami, bahwa India terdiri atas bagian-bagian yang memiliki adat istiadat, bahasa, kebiasaan termasuk jenis masakan yang memang berbeda-beda. Banyak diantaranya yang Vegetarian penuh, Vegetarian terbatas dan ada juga yang Non Vegetarian. Restaurant ini menyediakan berbagai pilihan itu, sehingga mengakomodasi kebutuhan semua golongan.

Pertama tentu saja kami memesan minuman. Saya disarankan untuk memesan “Mango Lassi.  Saya pikir tentu ide yang masuk akal. Karena sepengetahuan saya India memang memiliki berbagai jenis mangga. Tentu minuman berbahan dasar mangga merupakan salah satu andalan dapur India. Mango lassi ini sangat mirp tampilannya dengan Jus Mangga kita. Namun menurut penjelasan atasan saya, umumnya Mango Lassi dibuat dari campuran buah mangga dengan sejenis yoghurt, di blend sedemikian rupa sehingga sangat lembut dan segar.  Saya rasa restaurant ini menambahkan gula dan barangkali sedikit kapulaga (cardamon) ke dalamnya, yang membuat rasanya semakin memikat. Entahlah.

Makanan pertama yang datang, adalah berupa makanan pembuka yang disebut “Mantra Platter”. Terdiri atas beberapa potong daging ayam panggang, ikan salmon panggang dan domba panggang. Disajikan dengan  sauce (mint?) yang berwarna hijau.  Menarik sekali. Saya terutama menyukai ayam panggang dan salmonnya.

Setelah itu disusul dengan hidangan “Butter Chicken berbumbu kental, yang jika saya tebak-tebak rasanya kelihatannya sangat kaya akan bumbu dapur. Saya tidak tahu persis campuran bumbunya, tapi setidaknya saya mengenali ada rasa tomat,bawang merah,  bawang putih, cabai, garam,kapulaga,jahe, ketumbar, kayu manis dan entah apalagi. Dan barangkali ada susu atau yogurt-nya. Bahan utamanya tentu sesuai dengan namanya yakni daging ayam dan mentega. Saya sangat menyukai masakan ini.

Berikutnya adalah hidangan serupa bubur. Yang pertama bernama “Palak Paneerterbuat dari  daun bayam yang diblender sehingga berwarna hijau. Tentu saja ini merupakan pengganti sayuran dalam masakan kita dan sumber utama untuk Vitamin dan mineral.

Yang kedua bernama “Dal” yang terbuat dari  kacang polong yang dihaluskan. Kaya akan nutrisi dan protein.

Hidangan lauk lainnya adalah “Chicken Masala & Prawn Masala”. Kedua hidangan ini tampilannya sangat mirip dengan kari ayam kita. Walaupun ternyata ada perbedaan pada bumbunya. Chicken masala ini terasa lebih kental dan lugat.  Diantara semua hidangan yang ada malam itu, saya paling menyukai masakan ini.

Sebagai sumber karbohydrat, dihidangkan sejenis roti tipis yang sangat enak bernama Roti “Nam”. Dimakan dengan cara merobeknya menjadi potongan yang lebih kecil, lalu diusapkan pada  Palak Paneer maupun pada bumbu Masala dan sebagainya.

Hidangan karbohydrat lainnya adalah berupa nasi yang sudah dibumbui mirip nasi goreng kita yang disebut dengan “Nasi Biryani”. Nasi ini terbuat dari beras Basmati – yakni beras terkenal dari India yang dimasak dan dicampur dengan berbagai jenis bumbu dapur dan sayuran. Sebagai penutup,maka dihidangkanlah kepada kami, Indian Dessert “Sweet”.

Walaupun kami hanya mencoba sedikit dari  setiap makanan yang jenisnya banyak itu, perut terasa sangat kenyang. Pengalaman kuliner yang menarik.

Kebanyakan wanita India memasak sendiri makanan untuk keluarganya. Saya membayangkan bagaimana  mereka memasak dengan tekun dari dapur tradisionalnya. Membayangkan kehangatan aroma cardamon yang merebak ke udara. Kehangatan bumbu masala ketika memasuki rongga mulut penikmatnya. Sehangat kasih sayang mereka yang tulus terhadap keluarganya.

11 responses »

  1. beruntung ya mbak bisa menikmati masakan yang lain dari yang biasa dimakan
    ada aja kan orang yang tak bisa

    pengen coba yang Mantra Platter itu …, saus hijaunya menggoda

  2. Dari sekian banyak makanan yang terpajang, mungkin hanya roti Nam. Karena saat di Surabaya dulu paling senang makan gulai kambing yang dimakan dengan roti Maryam. Dan masakah India yang kukenal hanya gulai maryam saja😆

    Salam hangat serta jabat erta selalu dari Tabanan

  3. Mbak Made…saya rasanya kok jadi ikutan makan bareng dengan mbak ya?
    Ulasannya bagus sekali, persis di majalah-majalah kuliner yang suka saya baca.
    Apalagi saya juga termasuk orang yang selalu tertarik dengan makanan-makanan unik dari negara lain…wuih, baca ini juga rasanya udah langsung kebayang gimana serunya berpetualang rasa itu😀

  4. pernah makan masakan india di bandung sini… yaiks, rasanya sangat aneh bin ajaib😀
    chiken masala itu benar2 bermasalah di lidah gue hahaha
    nasi biryani masih oke
    :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s