Monthly Archives: May 2012

Agawe Sukaning Wong Len .

Standard

A Meaningful Life Approach In Happiness.

Ada banyak jalan bagi kita untuk mencapai kebahagiaan. Ada yang mencapai kebahagiaannya bila mampu memenuhi cita-citanya untuk mendapatkan jabatan tertentu. Ada yang bahagia karena berhasil membeli mobil mewah, rumah mewah, berhasil melakukan tour keliling dunia dan sebagainya. Namun ada juga yang bahagia jika hanya sekedar berhasil bisa makan hari ini.  Kebahagiaan memang sangat relatif.  Sesuatu yang sangat membahagiakan bagi seseorang, belum tentu membahagiakan bagi orang lain. Namun kebahagiaan adalah dambaan setiap orang, terlepas apa itu suka bangsanya, agamanya, tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin, pria-wanita. Semua mencari kebahagiaan dalam hidupnya. Read the rest of this entry

Advertisements

Payung Yang Terkembang.

Standard

Hal yang cukup menyenangkan untuk dilakukan di pantai selain berenang atau mencari kulit kerang adalah melakukan kegiatan para sailing.  Setidaknya demikian pendapat saya saat sedang duduk-duduk di tepi pantai Sanur di Bali dan melihat sebuah payung  melintas di atas saya. Payung para sailing dan pengendaranya. Rupanya mau mendarat tidak jauh dari tempat  saya duduk. Sayang saya tidak punya nyali yang kuat untuk mencoba kegembiraan itu. Akibatnya saya hanya bisa menonton saja dari kejauhan. Tapi itu sudah cukup menyenangkan juga. Read the rest of this entry

Gamelan Jawa Yang Teduh.

Standard

Catatan Tercecer Dari Perjalanan Ke Solo.

Di depan Hotel Lor In di Solo , tempat saya menginap beberapa minggu yang lalu terdapat sebuah perangkat  Gamelan Jawa yang menarik perhatian saya. Kebetulan sore itu saya sedang duduk-duduk di lobby menunggu kedatangan Agency setempat yang akan mengeksekusi sebuah project yang konsepnya sudah kami design sebelumnya.  Saat itu, sebuah grup penabuh gamelan dan seorang sindennya sedang melakukan pertunjukan. Suaranya merdu dan mendayu dengan tempo yang sangat lambat dan tenang.  Mengingatkan saya akan sebuah jenis Gamelan yang bertempo sangat pelan di Bali yang bernama  Tabuh Lelambatan. Tabuh Lelambatan, seperti namanya, memiliki tempo yang sangat lambat. Sangat berbeda temponya dengan jenis gamelan Bali yang lebih dikenal umum yakni  Gong Kebyar yang  sangat aggresive, rush dan dynamis. Read the rest of this entry

Smile To Your Heart, Smile to Your Life…

Standard

Ketika saya menuliskan status saya di sebuah media sosial  “Smile to your heart. Smile to your life”. Beberapa orang teman segera merespon. Ada yang berkomentar “ Smile for me, please…”. Yang lain menuliskan “Smile to my pain”. Yang lainnya berkomentar “Kok ngetawain diri sendiri?”. Ada lagi yang bertanya ”Lagi jatuh cinta ya?”  Ha ha.. tentu saja saya tersenyum senang akan komentar teman-teman saya. Smile is always contagious!  Ketika kita tersenyum, maka dengan mudah senyum yang sama akan bermekaran untuk kita. Benar-benar menular.

Namun seorang teman rupanya masih tetap penasaran akan kalimat saya. Why smile to your heart? And why smile to your life?. Pertanyaan yang memberi saya alasan untuk menjabarkan apa yang yang saya inginkan dalam hidup saya. Bahagia! Kebahagiaan! Itulah hal yang selalu saya usahakan untuk nikmati setiap hari. Jika saya sukses, saya bahagia.  Jika saya tidak begitu sukses, maka saya tetap berusaha agar bahagia. Bagaimana caranya? Read the rest of this entry

Vasudhaiva Kutumbakam – Kita Semua Bersaudara.

Standard

Hari Minggu lalu, saya memiliki banyak acara bersama teman-teman saya. Antara lain menengok seorang teman yang sedang melakukan upacara “metatah’ atau potong gigi bagi putra-putrinya. Lalu menengok seorang teman SMA yang ayahnya meninggal dunia,  menengok seorang teman SMP yang sakit dan terakhir  perlu menengok teman SMP yang lain yang ibuya juga meninggal dunia.  Awalnya saya pikir acara akan menjadi sangat ribet. Mengingat bahwa tidak semua teman SMP saya kenal dengan teman SMA saya. Demikian juga sebaliknya.Namun ternyata semuanya menjadi sangat mudah. Read the rest of this entry

Bali, Where Art Is Never Die!.

Standard

Di Bali, Art adalah sebuah kehidupan. Bukan hanya sebuah kata dasar. Bukan hanya sebuah kata sifat. Namun kehidupan. Dengan berkesenian, masyarakat Bali bisa melanjutkan hidupnya. Dengan berkesenian, masyarakat Bali bisa menikmati hidupnya. Karena pada dasarnya seni juga memiliki kehidupan. Setiap aliran seni mengenal cyclus kehidupan. Mengenal kelahiran, mengenal pertumbuhan, proses pendewasaan, masa kejayaan dan popularitas dan akhirnya masa kesuraman. Namun kehidupan seni di Bali tak pernah mati.  Karena kelahiran aliran seni  baru selalu terjadi. Dan aliran seni yang menua, mengalami ‘booster’ untuk merejuvenasi kehidupannya.  Di sini, Art Is Never Die! Read the rest of this entry

Yuk Bermain Ke Hutan Mangrove Ngurah Rai- Bali.

Standard

Saya berkesempatan membawa anak-anak berjalan-jalan ke hutan Mangrove yang terletak tidak jauh dari By Pass Ngurah Rai di Bali. Anak saya yang rupanya sudah belajar dari sekolah tentang pentingnya bakau untuk menahan abrasi, mengurangi dampak tsunami,menyediakan oksigen yang berlimpah dan melindungi kehidupan biota pantai, sangat tertarik begitu mendengarkan rencana saya.

Hutan tepi pantai dengan luas kurang lebih 1375 Ha itu memang sebuah tempat yang sangat menarik untuk berwisata dan sekaligus memberikan pengajaran tentang alam bebas kepada anak-anak. Selain bisa menunjukkan bagai mana system perakaran tanaman bakau yang sekaligus digunakan sebagai alat pernafasan bagi tanaman ini, juga bisa melihat banyak sekali jenis biota pantai. Ada kepiting berbagai ukuran yang hidup di sana. Juga kelomang dan burung-burung pantai. Read the rest of this entry

Shiiro Dan Kurumi – All About The Trust.

Standard

 

Diantara tempat-tempat favorit saya, adalah tepi pantai Sanur di Bali. Pantai landai itu tidak langsung menghadap ke Samudera Hindia, karena selain posisinya yang tidak menghadap ke Selatan, juga terhalang oleh Nusa Penida sehingga memiliki ombak yang lebih bersahabat bagi pencinta pantai biasa.Pagi ini saya menyempatkan berjalan-jalan di sana. Banyak kegiatan yang dilakukan orang-orang di sana. Mulai dari petugas pembersih pantai yang sedang menyapu kotoran  yang dihempaskan ombak ke pantai, para wisatawan yang menunggu terbitnya matahari, pejalan kaki, orang yang olah raga, anak-anak yang nyebur di air atau mencari kulit lokan dan kelomang, hingga yang asyik memotret ataupun hanya sekedar duduk-duduk saja. Saat itu saya melihat seorang pria sedang menggembalakan dua ekor anjingnya  berjalan-jalan di tepi pantai. Read the rest of this entry

Love Secret Recipe.

Standard

Bersamaan dengan  perjalanan saya ke Denpasar kemarin, sebuah rombongan keluarga yang dipimpin oleh seorang pria paruh baya juga berangkat dengan menumpang pesawat yang sama.  Saya menaksir umurnya tidak jauh dengan saya.  Ia tampak mengatur tempat duduk anak, keponakan dan anggota keluarga lainnya. Lalu kepada seorang wanita yang ternyata adalah ibunya, ia berkata “ Mama duduk di sini saja ya” Katanya dengan nada yang penuh kasih sayang.  Ibu itupun duduk di sebelah saya.  Nafasnya kelihatan agak kurang teratur. Rupanya agak kecapean saat menaiki tangga pesawat.   Putranya menghibur dan menenangkan bahwa rasa tidak nyaman itu disebabkan karena kaki ibunya yang sakit dan sebentar lagi tentu sembuh.Lalu putranya membantu memasangkan  seat-belt ke pinggang ibunya dengan baik. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian. Selanjutnya ia memberikan shawl kepada ibunya yang segera menggunakannya untuk mengantisipasi jika udara menjadi sangat dingin di dalam pesawat. Diam-diam saya memperhatikannya dengan sudut ekor mata saya.  Saya sangat terkesan dibuatnya.  Sungguh Ibu yang berbahagia.Memiliki putra yang sangat baik dan penuh perhatian. Read the rest of this entry

Beauty Is Pain ????

Standard

Saya sedang ngobrol tentang sebuah acara seru yang baru saja kami lakukan. Sampailah pada cerita, tentang seorang teman yang menggunakan costum Cleopatra. “Kenapa ya, saat itu Sang Cleopatra tampak tidak seperti biasanya?. Terlihat agak lelah dan kurang ceria?” Tanya saya, megingat bahwa Sang Cleopatra sehari-harinya adalah seseorang yang sangat periang, selalu ceria dan penuh gairah hidup. Teman-teman saya yang lain rupanya juga memperhatikan. “Iya. Itu akibat dia berusaha menahan rasa kurang nyaman akibat tertekan oleh mahkota Cleopatra yang digunakan”.Kata seorang teman. Rupanya kepalanya terasa pening. Namun apa boleh buat, demi tampil layaknya Cleopatra, maka ditahan-tahankannya jugalah rasa sakit itu. “Beauty is pain!!!”kata teman saya itu. Read the rest of this entry