Keraton Surakarta Hadiningrat: Benda-Benda Seni Hadiah Para Sahabat.

Standard

Persahabatan! Sebuah kata yang sangat menyenangkan. Sangat  menarik buat siapa saja yang mendengarkannya. Karena setiap orang membutuhkan sahabat. Demikian juga sebuah kesunanan.

Itulah yang saya lihat,  juga tercermin sangat kuat dari sisa sisa peninggalan masa lalu Kesunanan Surakarta  yang sempat saya kunjungi  Sabtu yang lalu. Kesunanan ini rupanya telah mengadakan hubungan diplomatik dan persahabatan yang sangat kuat dengan berbagai negara atau kerajaan lain baik di manca negara maupun di wilayah nusantara. Terlihat dari banyaknya benda-benda seni yang bertebaran di areal istana yang dibuka untuk umum.  Mulai dari patung-patung Yunani yang sangat artistik,  lampu ballroom yang meriah,  vas metal dan penyangganya, pot-pot keramik China yang indah, kursi kayu berukir  dan sebagainya.  Sebagian kecil diantaranya saya sempat ambil gambarnya.

Ini adalah salah satu dari banyak patung  Yunani yang menghias bagian depan pendopo dari Keraton Surakarta.Terlihat sudah sangat tua dan catnya yang berwarna putih sudah terkelupas. Saya membayangkan keelokannya saat  patung ini masih baru. Sayang sekali pedang yang ditangan kirinya terlihat buntung tinggal gagangnya saja.

 Patung malaikat putih  yang bersayap ini juga terlihat sangat menarik dan indah.  Saya suka memandangi wajah patung yang terlihat sangat damai ini.

Saya tidak tahu kegunaan benda ini.Kelihatannya seperti seperti sebuah Vas berbentuk piala yang saya pikir mungkin hadiah dari Eropa.  Warnanya coklat perunggu dengan banyak hiasan flora yang sangat menawan.

Berikutnya adalah pot -pot porselin dari China yang juga sangat indah.  Ada banyak jenisnya dengan ragam hias yang semuanya menarik. Mulai dari motif bunga mawar dan burung hong, gambaran kehidupan masyarakat  China dan sebagainya.

Ada juga sepasang kursi kayu berukir. Memiliki sandaran tangan berbentuk singa  dan berlapis cat emas ini adalah hadiah dari sebuah Kerajaan di Bali. Motif ukirannya lebih halus dan rumit.

Kursi ini juga dilengkapi dengan meja ukir yang tak kalah rumitnya dan berbentuk persegi enam.

Berikutnya saya juga melihat kursi hadiah dari  negeri Belanda .Tebuat dari kayu dengan bantalan berlapis beludru ( pramu wisata mengatakan bahwa aslinya kursi itu memiliki jok kulit – bukan beludru), kursi itu terlihat anggun.

Ada juga   beberapa kursi yang merupakan hadiah dari negeri China. Bentuknya juga sangat unik. Terbuat dari kayu dan rotan dengan ukiran  sederhana tapi terlihat berwibawa.

Sebenarnya masih banyak lagi benda-benda yang lain. Namun saya tidak sempat mengabadikannya sati persatu. Namun dari sisa-sisa peninggalan ini, sudah cuku buat  kita menyimpulkan bahwa  kesunanan ini memang memiliki hubungan persahabatan dengan banyak negara-negara lain pada jamannya.

11 responses »

  1. Semoga bisa dirawat dengan baik sehingga generasi berikutnya bisa ikut menikmati keindahan peninggalan nenek moyangnya.
    Perawatan menjadi salah satu hal yg sering kurang mendapat perhatian

  2. Terkesima dengan sajian ini, Jeng Ade merekam jejak persahabatan melalui koleksi karya seni di keraton. Semoga perhatian terhadap perawatan akan meningkat melestarikan budaya persahabatan antar bangsa. Salam

  3. nanya mbak, apa benar di salah satu bagian keraton ada yang menjadi tempat terlarang bagi dokumentasi umum…? Saya pernah baca di salah satu artikel teman tapi lupa namanya..

  4. menakjubkan…. bukti kebesaran dan kewibawaan kerajaan surakarta.
    setuju dengan komen terdahulu, semoga saja benda seni yang tak ternilai ini, akan terus bisa di nikmati oleh generasi ke depan.. perawatan adalah kuncinya..

  5. Persahabatan begitu sisi yang ditangkap …..itu saya yakini karena Mba Ade membawa pikirannya kearah nuansa positif dan tidak lebih dari itu. Mengagumkan, karena jika saya melihatnya pastilah akan banyak dimensi yang saya tangkap, politis salah satu yang begitu kuat nampak yang jika saya sampaikan akan membuat suasana akan menjadi tidak menyenangkan dan samasekali tidak kita perlukan disaat kondisi bangsa mengalami krisis multi dimensi. Salut…..sebuah pilihat dimensi yang bijaksana.

    • Seperti kata pepatah “every cloud has silver lining”, saya pikir ada baiknya saya selalu berusaha mencari ‘silver lining’ dari setiap awan kelabu yang saya temui dalam perjalanan hidup saya. Terutama ketika semua orang sdh membicarakan bagian kelamnya dari setiap keadaan. Suksma banget komentarnya. Saya merasa sangat senang dan tersanjung bisa dikomentarin oleh DewAmbara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s