Beauty Is Pain ????

Standard

Saya sedang ngobrol tentang sebuah acara seru yang baru saja kami lakukan. Sampailah pada cerita, tentang seorang teman yang menggunakan costum Cleopatra. “Kenapa ya, saat itu Sang Cleopatra tampak tidak seperti biasanya?. Terlihat agak lelah dan kurang ceria?” Tanya saya, megingat bahwa Sang Cleopatra sehari-harinya adalah seseorang yang sangat periang, selalu ceria dan penuh gairah hidup. Teman-teman saya yang lain rupanya juga memperhatikan. “Iya. Itu akibat dia berusaha menahan rasa kurang nyaman akibat tertekan oleh mahkota Cleopatra yang digunakan”.Kata seorang teman. Rupanya kepalanya terasa pening. Namun apa boleh buat, demi tampil layaknya Cleopatra, maka ditahan-tahankannya jugalah rasa sakit itu. “Beauty is pain!!!”kata teman saya itu.

Saya segera menyetujui pendapatnya.Karena sayapun sebenarnya mengalami hal serupa dalam bentuk lain.  Saat acara itu berlangsung, saya sendiri sedang berusaha menutupi ‘kelebihan’ lemak di pinggang saya dengan menggunakan korset. Sejam dua jam tidak terasa apa-apa. Namun lama-lama, rasanya mulai kurang nyaman, perih, agak gatal dan sedikit sesak nafas.”Demi kelihatan cantik, kenapa harus menyiksa diri begini ya?” bathin saya. Syukurlah, acara itu segera selesai. Secepatnya saya membuka korset itu dan kembali bernafas normal. Lega!!!.

Saya juga teringat akan pengalaman saya saat pertama kali bekerja di sebuah bank swasta di tahun 1990. Saya dirolling mulai sebagai Public Relation staff, Customer Service untuk nasabah premium hingga Account Officer yang membutuhkan penampilan fisik yang cantik.  Saat itu, earing yang besar dengan penjepit sedang trend. Saya sering mengalami sakit kepala di kantor. Tidak tahu penyebabnya. Awalnya saya pikir karena AC yang terlalu dingin.Suatu hari tanpa sengaja saya melepas earing saya di kantor. Sakit kepala saya berangsur-angsur hilang. Lho? Akhirnya setelah saya coba pasang dan lepas kembali berkali-kali, akhirnya saya tahu, telinga saya yang terjepit earing itulah penyebab sakit kepala saya. Mau cantik rupanya harus sakit!.

Demikian juga saya pernah mendengar cerita teman tentang sepatu stilleto-nya yang berhak super tinggi.   Tentu saja tidak ada yang salah dengan sepatu yang indah itu.   Menggunakan stilleto, tak bisa dipungkiri akan membuat kaki wanita kelihatan lebih sexy dan ramping. Namun untuk itu, kita terpaksa harus menderita kelelahan yang amat sangat pada kaki kita. Apalagi jika harus dipakai untuk berjalan agak jauh,sementara kita biasa menggunakan alas kaki tanpa hak.  Terkadang jari kaki malah terasa keriting dan betis kramp.

Namun kalau dipikir-pikir ,  sebenarnya cerita diatas itu belum seberapa, jika kita bandingkan dengan usaha para artis dan wanita terkenal untuk meningkatkan kecantikannya. Dengan cara  sedot lemak, pengganjalan payudara dengan silikon, bedah plastik dan lain sebagainya. Tak terbayang, betapa sakitnya jika harus melakukan semua itu. Benar sekali apa yang dikatakan teman saya : Beauty Is Pain. Untuk tampil cantik rupanya butuh pengorbanan dan rasa sakit. Namun pertanyaan berikutnya adalah: untuk siapa sebenarnya kita harus tampil cantik? Untuk kesenangan diri kita sendiri? Atau untuk kesenangan orang lain yang melihat kita?

Memikirkan itu, rasanya saya menjadi sedikit lebih terhibur. Saya lebih senang seperti ini saja. Apa adanya dengan segala ‘kelebihan’ yang saya miliki. Mensyukuri apa yang saya dapatkan pada saat ini. Kalaupun harus ‘berkorban’, saya hanya akan melakukannya dengan pengorbanan kecil saja dan itupun hanya untuk tujuan kesehatan.

Dan saya tahu, teman-teman saya yang kebetulan membaca tulisan ini tentu akan berkata “ Ah, itu cuma gayamu dalam mencari pembenaran diri saja..”. Ha ha ha.. love it!.

Sumber gambar:

8 responses »

  1. kayaknya bener deh ya, saya punya temen yang nggak mau keluar rumah kalau nggak pake make up lengkap. Bahkan hanya untuk manggil tukang jualan yang lewat depan rumah! Nggak mau masak karena takut tangannya bau bawang, atau jadi kuning karena terkena kunyit, takut kena asap masakan.

  2. sepertinya udah sejak jaman dulu tradisi untuk cantik yang menyakitkan. pernah baca dan sadur di blog saya yang lain.
    salah satu yang saya inget, di jaman ratu elizabeth I lagi ngetren2nya bedak pemutih wajah, tapi bedaknya itu dibuat dari bahan2 kimia yang bisa bikin pusing sampai mimisan.😯

  3. mungkin klo aku yg nulis ttg beauty is pain, yang aku pasang bukan foto sepatu hak tinggi mbak,,,tapi kawat gigi (orto). efek orto pas pemasangan pertama tu sakitnya bisa sebulan. susah makan. ga bisa tidur. kadang malah dipakai alasan untuk biar bisa diet sekalian. belum lagi ntar klo diperlukan pencabutan beberapa gigi. ga jarang gigi yg dicabut justru yang sehat.

  4. Made pas masuk blog Made terus lihat photo sepatu berhak tinggi di atas, spontan teringat hari selasa kemarin saat mengikuti satu acara. saya melihat ade ade, mbak mbak dan tak ketinggalan ibu ibu yang pada memakai sepatu yang berhak tinggi, walau tak di perhatikan saya melihat jalanya agak sedikit aneh.. ntah karena baru pertama kali memakainya, seperti kata Made demi tampil cantik, rela menahan sakit.. atau entah kenapa..

  5. dan saya paling tidak suka tampil artificial… karena sebetulnya tanpa tambhaan apapun sudah cukup kok…. yang penting kan inner beauty😉 hihihi **sebuah pembenaran juga**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s