Yuk Bermain Ke Hutan Mangrove Ngurah Rai- Bali.

Standard

Saya berkesempatan membawa anak-anak berjalan-jalan ke hutan Mangrove yang terletak tidak jauh dari By Pass Ngurah Rai di Bali. Anak saya yang rupanya sudah belajar dari sekolah tentang pentingnya bakau untuk menahan abrasi, mengurangi dampak tsunami,menyediakan oksigen yang berlimpah dan melindungi kehidupan biota pantai, sangat tertarik begitu mendengarkan rencana saya.

Hutan tepi pantai dengan luas kurang lebih 1375 Ha itu memang sebuah tempat yang sangat menarik untuk berwisata dan sekaligus memberikan pengajaran tentang alam bebas kepada anak-anak. Selain bisa menunjukkan bagai mana system perakaran tanaman bakau yang sekaligus digunakan sebagai alat pernafasan bagi tanaman ini, juga bisa melihat banyak sekali jenis biota pantai. Ada kepiting berbagai ukuran yang hidup di sana. Juga kelomang dan burung-burung pantai.

Hutan mangrove di Bali ini dilengkapi dengan Mangrove Wooden Trail berupa Titi Kayu sepanjang 1.9 km, yang terbuat dari kayu Ulin,kayu Camphor dan kayu Damar. Anak-anak bisa diajak berjalan-jalan dengan didampingi orang dewasa. Selain itu ada juga 2 buah fasilitas Watching Towers, 5 buah Resting Huts, Bird Watching hides dan Floating Deck.

 Vegetasi di Hutan Bakau.

 

Seperti namanya,tentu saja hutan bakau ini penuh dengan pohon bakau (Rhizoporaceae). Pohon dengan buah mirip jambu mete saat muda,namun semakin tua semakin panjang ini mendominasi seleuruh system vegetasi yang ada di hutan ini. Tanaman ini memiliki akar tunjang yang sangat kentara di atas permukaan lumpur. Memungkinkan berbagai jenis mahluk pantai hidup dan berkembang biak di sela-selanya.

 

Selain pohon bakau, kita juga bisa menemukan pohon api-api (Aviciena) yang akarnya banyak mencuat dari lumpur mirip pedang kecil. Akar yang banyak dan rapat ini menjebak lumpur dan  makanan bagi banyak binatang kecil.

 

Juga bisa kita temukan banyak pohon pidada (Sonneratia sp ) yang mmeiliki buah yang cukup unik berbentu bintang bulat yang lucu.

 

Ada juga saya melihat jenis pohon Waru Laut  (Thespesia populnea) yang sedang berbuah.

Kepiting.

Binatang yang paling mudah ditemui di hutan bakau ini adalah kepiting. Ada dimana-mana. Berbagai jenis dan rupa. Ada yang berwarna merah,hitam, biru,garis-garis,ungu dan sebagainya. Yang paling banyak ditemukan adalah kepiting dengan capit besar sebelah yang disebut Fiddler Crab. Sungguh sangat lucu melihatnya bergerak keluar masuk di dalam tempat persembuanyiaannya. Atau berkerumun di pinggir aliran air payau.

Kelomang.

 

Kelomang juga bisa ditemukan di antara lumpur dan kepiting.

Burung

Diantara yang membuat penasaran adalah keberadaan burung-burung air yang mencari makan diseputrana hutan bakau. saya sempat melihat seekor burung bagau putih (Egreta alba) sedang  berjalan jalan di atas lumpur.

 

Juga seekor burung bangau coklat kecil yang bertengger di akar bakau .

 

Binatang lain yang juga bisa dilihat  adalah kadal pemakan yang sibuk memakan serangga di dekat lumpur.

Saya pikir kunjungan yang cuma  berkisar 3 jam an itu membuat anak-anak  merasa sangat senang. Anak-anak bisa bermain dan sekaligus mempelajari alam sekitarnya dengan cara yang sangat menyenangkan.

8 responses »

  1. Hutan bakau di by pass ngurah rai ?!? dulu sering lewat di sampingnya, di patung ngurah rai yang menghadap bandara. Tapi itu dulu sekali Mbok De, waktu aku masih tahun-tahun pertama di Bali dan saat itu aku masih pacaran😳
    Btw, mbok Made jani ngoyong dije sih ❓ kadang tulisane misi cerita di bekasi, koq jadi di Bali

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. nah, wisata alam yg begini nih bun yang pas buat isi liburan anak2~😀
    semoga bali tetap rindang dan lestari berkat bakau2 ini~😉

    happy satnite~😀

  3. Saya ke Balinya biasanya rombongan, dan obyek yang dikunjungi sudah paket, nggak pernah menjangkau tempat yang seperti itu Mbak. Obyek yang dikunjungi standar, obyek2 yang sudah terkenal tapi ya kesitu2 lagi…
    Ke Bali 4 kali, obyeknya muter2nya sama persis.
    Jadi pengin mengenal Bali dari sisi yang beda

  4. asyik banget nih mbak, anak 2 jadi belajar banyak hal di sini ya , apalagi Ada fasilitas jembatan kayu , jadi bisa menjelajah sampai ke tengah hutan bakau, menyenangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s