Smile To Your Heart, Smile to Your Life…

Standard

Ketika saya menuliskan status saya di sebuah media sosial  “Smile to your heart. Smile to your life”. Beberapa orang teman segera merespon. Ada yang berkomentar “ Smile for me, please…”. Yang lain menuliskan “Smile to my pain”. Yang lainnya berkomentar “Kok ngetawain diri sendiri?”. Ada lagi yang bertanya ”Lagi jatuh cinta ya?”  Ha ha.. tentu saja saya tersenyum senang akan komentar teman-teman saya. Smile is always contagious!  Ketika kita tersenyum, maka dengan mudah senyum yang sama akan bermekaran untuk kita. Benar-benar menular.

Namun seorang teman rupanya masih tetap penasaran akan kalimat saya. Why smile to your heart? And why smile to your life?. Pertanyaan yang memberi saya alasan untuk menjabarkan apa yang yang saya inginkan dalam hidup saya. Bahagia! Kebahagiaan! Itulah hal yang selalu saya usahakan untuk nikmati setiap hari. Jika saya sukses, saya bahagia.  Jika saya tidak begitu sukses, maka saya tetap berusaha agar bahagia. Bagaimana caranya?

Tentunya, setiap orang mengerti bahwa kebahagiaan itu datangnya dari hati.  Kebahagiaan itu bisa kita rasakan di hati. Jadi hati adalah “organ” yang sangat penting untuk meraih dan menikmati kebahagiaan.  Itu pemahaman penting saya yang pertama.

Lalu pemahaman penting saya berikutnya adalah, bahwa segala sesuatu di dunia ini berjalan layaknya seperti yang dituangkan dalam Hukum Newton ke III  yang diajarkan guru fisika kita saat duduk di bangku sekolah :  Hukum aksi dan reaksi antara dua benda bersifat equal, berlawanan arah dan bersifat collinear. Jika sebuah benda dikenai aksi, sudah pasti akan memberikan reaksi yang setimpal. Nah, berdasarkan hukum newton yang ke-3 inilah  saya mendapatkan keyakinan bahwa jika kita tersenyum pada seseorang, maka saat itu juga kita akan menerima senyum yang setimpal. Sangat mudah membuktikan kebenarannya.

Demikian juga yang terjadi pada hati. Jika kita tersenyum tulus untuk hati kita, tentu saja hati kitapun akan segera tersenyum untuk kita.  Hukum timbal balik!. Dan pastinya hati yang tersenyum adalah hati yang bahagia. Jadi, jika saya ingin agar hati saya selalu bahagia, maka yang saya lakukan adalah tersenyum setiap saat kepada hati saya sendiri.

Demikian juga pada kepada hidup. Tentu tidak ada seorangpun diantara kita ada yang ingin memiliki hidup yang kemrungsung, bukan? Semua orang ingin bahagia. Semua orang ingin memiliki kehidupan yang menyenangkan.  Termasuk juga saya. Saya ingin hidup tersenyum untuk saya. Oleh karena itu  maka sayapun tersenyum lebih dahulu pada hidup saya. Dengan demikian hidup pun akan mengembangkan senyum manisnya kepada saya.  Siapa yang tidak mau memiliki kehidupan yang menyenangkan dan penuh dengan senyum?

Banyak orang telah menulis tentang ‘the power of smile’. Namun saya merasa tetap perlu menuliskannya lagi dari sudut pandang saya sendiri. Karena menurut saya senyum yang tulus itu adalah hal yang sangat penting dan memberikan efek besar dalam hidup kita. Ketika kita tersenyum, kita memipihkan bibir kita dan menarik sudutnya ke atas. Dan ketika senyum itu kita tujukan kepada hati kita, maka yang bisa kita rasakan adalah perasaan ringan dan damai. Perasaan bahagia.

 Let’s smile! A big smile!!

11 responses »

  1. dan katanya gerakan tersenyum itu bisa mengirimkan informasi positif ke otak. karena otak akan mengira kita sedang bahagia. hasilnya hati jadi beneran merasa bahagia.🙂

  2. senyuman akan lebih banyak memberikan manfaat dan pahala dibandingkan dengan wajah yg ditekuk…hehe

    mbaaak…..apa kabar…?
    aq kangen mampir dimari maaf ya baru bw lagi
    abis kmrn Rafi sakit hampir 2 minggu

  3. Senyum yang tiada dusta mbok yach….semua orang ingin bahagia termasuk saya, saya suka kata-katanya mbok,,,tergantung hati kita, jika hati menerima dengan lapang akan memberikan kebahagian yang tak ternilai mbok yach

  4. Smile to heart and smile to your life, and then bot of them smile to you..
    Setuju sekali Mbak Dani, aksi yg kita lakukan kurang lebih kurang akan dibalas oleh suatu reaksi. Jadi kalau kita menginginkan reaksi yang baik, mengapa tak beraksi baik juga ya?

  5. kata bunda teresa: “Peace begins with a smile..”
    kata DR. Seuss: “Don’t cry because it’s over, smile because it happened.”
    kata Santosh Kalwar: “I was smiling yesterday,I am smiling today and I will smile tomorrow.Simply because life is too short to cry for anything.”

  6. Nah, berdasarkan hukum newton yang ke-3 inilah saya mendapatkan keyakinan bahwa jika kita tersenyum pada seseorang, maka saat itu juga kita akan menerima senyum yang setimpal. Sangat mudah membuktikan kebenarannya.

    Aku pernah beberapa kali berpapasan dgn orang yg sama (kenal deket). Trs ya aku sapa dan senyum… Lah dianya buang muka, boro2 say hi…senyum aja kagak. Duh sedihnya…. Kejadian ga sekali dua kali loh itu. Akhirnya aku sindir di twitter (benernya aku ga suka nyindir2, tp mo gmn lg). Sejak saat itu dia mau membalas sapaanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s