Payung Yang Terkembang.

Standard

Hal yang cukup menyenangkan untuk dilakukan di pantai selain berenang atau mencari kulit kerang adalah melakukan kegiatan para sailing.  Setidaknya demikian pendapat saya saat sedang duduk-duduk di tepi pantai Sanur di Bali dan melihat sebuah payung  melintas di atas saya. Payung para sailing dan pengendaranya. Rupanya mau mendarat tidak jauh dari tempat  saya duduk. Sayang saya tidak punya nyali yang kuat untuk mencoba kegembiraan itu. Akibatnya saya hanya bisa menonton saja dari kejauhan. Tapi itu sudah cukup menyenangkan juga.

Bagaimana kalau payung itu tiba-tiba tidak kembang lagi, Ma?  “ tanya anak saya yang ikut menonton di sebelah saya. Tentu saja saya tidak berani memikirkan apa yang akan terjadi. Akhirnya saya hanya menjawab “ Payung itu tidak akan bisa  dipakai  untuk terbang lagi. Tentu saja petugas juga tidak akan mengijinkan payung seperti itu dipakai ” untuk menghindarkan anak saya memikirkan sesuatu yang lebih tidak menyenangkan dari sekedar jawaban saya.  Yeaahh.. payung parasails yang tidak berkembang tentu tidak bisa  berlayar di udara lagi.

Tapi memang pada kenyataannya, payung parasails harus sudah terkembang sejak saat digunakan. Jika tidak, tentu tidak akan dipakai sejak awal. Berbeda dengan payung parachute yang  digunakan untuk kegiatan terjun payung. Jenis payung ini baru akan dibuka dan terkembang pada saat pelaku terjun di udara.  Memikirkan itu, saya jadi teringat akan sebuah quotes  yang mengatakan :

“Your mind is like a parachute. It only works if it is open”.

Beberapa sumber, termasuk juga seorang sahabat blogger saya, dokter Rizkie Al Harris menyebut dalam sebuah komentarnya di sebuah tulisan saya,  bahwa quote itu adalah milik Frank Zappa.  Sumber lain mengatakan itu milik Anthony J. D΄Angelo. Terlepas dari siapa authornya – quotes itu sangat menarik bagi saya.

Pertama kali saya mendengarkan quotes itu dari G. Alex Kanellis  bertahun-tahun yang lalu, yang kini menjabat sebagai  Group Chief Execcutive  sebuah  perusahaan besar dunia  yang berbasis di Manchester, Inggris. Pada saat itu, beliau hanya seorang Manager biasa, tidak berbeda dengan saya sendiri saat itu. Sehingga saya sering ngobrol,  berdiskusi dan beragumentasi dengannya sebagai sahabat dan rekan kerja biasa saja.  Obrolan-obrolan penuh canda dan kadang-kadang berantem ringan tanpa beban hirarki jabatan –karena saat itu saya tidak tahu bahwa  ternyata suatu saat ia akan memegang jabatan kelas dunia yang sangat penting . Dalam sebuah obrolan tetang pengembangan diri, terlontarlah quotes itu darinya. “Your mind is like a parachute. It doesn’t work if it is not open!” katanya kepada saya. Tentu dalam usahanya untuk meng’convince’ saya terhadap sebuah gagasannya yang sedang diceritakan kepada saya. Saat itu saya benar-benar memikirkan perkataannya.  Membayangkan pikiran saya sebagai sebuah payung untuk terjun dari sebuah helikopter.  Jika saya tidak membukanya, maka payung itu akan kuncup terus.  Entah apa yang akan terjadi. Barangkali sama seperti pertanyaan anak saya tentang payung parasailing yang melintas di atas kepala saya pagi itu di Sanur.

Jadi saya harus membukanya! Membuka pikiran saya. Membukanya dengan optimal. Membiarkan nya berkembang dengan maksimal. Membiarkan angin masuk dan mengangkatnya ke ketinggian , dimana saya bisa melihat bentang alam pikir yang lebih baik dan lebih indah. Melihat laut yang biru jernih dan ombak  yang  berbuih dan menghempas batu cadas  pikiran saya. Matahari  dan pasir  yang berkilauan. Melihat  hutan-hutan lebat yang hijau membentang dan meneduhkan. Puncak-puncak yang tinggi tersapu kabut dingin.  Ketenangan kehidupan pedesaan dimana saya ingin menghabiskan masa tua saya. Ooh..semua keindahan itu. Semuanya ada di alam pikir saya ketika saya berusaha membukanya dengan baik.

Sekarang, walaupun saya sudah tidak lagi bekerja di perusahaan itu,  saya jadi ingin mengucapkan terimakasih kepada Alex Kanellis yang telah memperkenalkan quotes ini kepada saya. Atas usahanya meng’encourage’ orang-orang di sekitarnya agar selalu mengembangkan pikirannya. Dan tentunya juga, saya berterimakasih kepada penggagas quotes yang sangat bagus ini. Siapapun dia.

Sekali lagi saya memandang ke langit yang biru, dimana sebuah payung parasail yang lain sedang mengambang di udara. Cuaca cerah dan pasir yang berkilau. Sanur Beach yang indah.

12 responses »

  1. kutipan yg sama, beserta foto parasutnya, terpampang di perpustakaan kursus’an bahasa inggris tpt aku dulu bekerja🙂 bagus memang ya kutipannya😀

  2. Pemaknaan yang luar biasa dan melalui tulisan inipun jeng Ade sebagai pengucapan syukur sedang ….meng’encourage’ orang-orang di sekitarnya agar selalu mengembangkan pikirannya…… TFS, salam

  3. pengen deh naik parasailing, bisa lihat kadaan di bawah dari atas~😳
    eh iya, saya juga suka dgn quotenya bun~🙂

    happy weekend~♬

  4. wah parasailling dan parasut dua jenis payung yg berbeda yg dua duanya gak mau saya coba hehe..

    makasi postnya made yang mengajak pembaca untuk membuka pikiranya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s