Agawe Sukaning Wong Len .

Standard

A Meaningful Life Approach In Happiness.

Ada banyak jalan bagi kita untuk mencapai kebahagiaan. Ada yang mencapai kebahagiaannya bila mampu memenuhi cita-citanya untuk mendapatkan jabatan tertentu. Ada yang bahagia karena berhasil membeli mobil mewah, rumah mewah, berhasil melakukan tour keliling dunia dan sebagainya. Namun ada juga yang bahagia jika hanya sekedar berhasil bisa makan hari ini.  Kebahagiaan memang sangat relatif.  Sesuatu yang sangat membahagiakan bagi seseorang, belum tentu membahagiakan bagi orang lain. Namun kebahagiaan adalah dambaan setiap orang, terlepas apa itu suka bangsanya, agamanya, tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin, pria-wanita. Semua mencari kebahagiaan dalam hidupnya.

Hari ini  saya merasa menemukan kembali rumusan yang sangat ajaib dalam pencarian kebahagiaan ini,  setelah mengobrol dengan seorang sahabat baik saya. Obrolan panjang ke kiri dan ke kanan dan sampailah saya dan sahabat saya itu pada topic tentang keikhlasan kita melakukan sesuatu yang membuat orang lain di sekitar kita bahagia. “Kita hidup, pada hakekatnya adalah Agawe Sukaning Wong Len”.  Katanya. Saya terpukau. Sudah lama saya tidak mendengar kalimat itu. Agawe Sukaning Wong Len!  Atau jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia maksudnya adalah “Membuat Kebahagiaan Bagi Orang Lain” . Konsep yang telah lama saya lupakan.

Di Bali sendiri, Agawe Sukaning Wong Len itu diterapkan sebagai salah satu realisasi pelaksanaan konsep pendekatan keTuhanan melalui jalan Karma  atau Karma Marga (berbuat baik), selain cara lain seperti misalnya ngayah (volunteer untuk kepentingan acara keagamaan, sosial/masyarakat), metulungan (membantu tanpa pamrih), menyama braya (menggalang persaudaraan) dan sebagainya banyak sekali yang lainnya lagi.   Karma Marga itu sendiri merupakan salah satu dari konsep besar Catur Marga (Empat Jalan Menuju Tuhan) – saya tidak bahas di sini.

Namun bagaimana konsep Agawe Sukaning Wong Len itu sebenarnya  bekerja untuk memberikan kita kebahagiaan sejati? Bukankah yang kita buat bahagia adalah orang lain? Bukan diri kita sendiri? Merenungkan kedua hal itu dan mencoba mengaitkannya, saya menemukan kuncinya terletak pada kata Ikhlas dan Cinta. Ketika kita mencintai seseorang, maka hal yang paling ingin kita lihat terjadi adalah kebahagiaan orang yang kita cintai itu. Contoh sederhananya adalah, sebagai seorang ibu yang mencintai anaknya, saya selalu merasa sangat bahagia jika anak saya riang, aktif dan senang bermain dengan teman-temannya. Saya senang melihatnya tersenyum. Melihatnya tertawa. Terbahak-bahak atau bahkan bergulingan.Saya senang melihatnya bahagia.Jadi ketika anak saya bahagia, maka sayapun merasa sangat bahagia.

Semakin penuh kebahagiaan yang meliputi orang yang kita cintai, maka hati kitapun akan merasa semakin bahagia. Di sini rumus kebahagiaan kelihatannya berjalan seiring.

Namun adakalanya kita tidak berada di posisi yang menguntungkan seperti itu. Karena terkadang bisa jadi kita berada di posisi yang harus berkorban,entah itu materi ataupun perasaan demi melihat kebahagiaan orang yang kita cintai. Kita rela mengorbankan diri demi kebenaran dan kebaikan orang lain.  Di saat inilah dibutuhkan kemampuan untuk ikhlas dan menerima keadaan. Namun jika kita memiliki Cinta maka segala keegoisan dan rasa mementingkan diri sendiri itu akan sirna. Sekarang yang muncul hanya kebahagiaan. Karena kini, kita menemukan bahwa hidup kita berarti bagi orang lain. Dan kita juga menyadari,bahwa hidup kita memiliki tujuan yang jauh lebih mulia dibanding hanya sekedar menyenangkan diri sendiri.

Saya belum sempat mengucapkan terimakasih kepada sahabat saya itu, ketika obrolan kami berakhir.

A Meaningful Life ! Hidup yang sungguh sangat berarti…

10 responses »

  1. Dapat kebahagiaan dng membahagiakan terlebih dahulu. Konsepnya sama dengan “memberi” kemudian mendapatkan. Begitu ya Mb Dani…

  2. Konsep yang mulai jarang ditemukan pengamalannya, kecuali pada orang-orang yang benar-benar memiliki kelapangan dada yang tinggi.
    Sekarang ini “banyak orang susah melihat temannya senang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s