Iwak Peyek Nasi Jagung…

Standard

Siang  kemarin saya melakukan kunjungan ke sebuah Supermarket yang menjual produk-produk yang diproduksi oleh perusahaan tempat saya bekerja. Karena sudah lewat jam makan siang, super market itu kelihatan sepi. Hanya beberapa pengunjung  saja yang terlihat di lorong-lorong display. Sisanya  adalah para SPG yang hanya berdiri di dekat produk-produk yang dijaganya. Saya menyapa mereka dengan senyum,  yang segera dibalas kembali dengan senyum mereka. Muda-muda dan cantik –cantik. Sebagian kelihatan menikmati sepinya suasana Supermarket itu, namun sebagian kelihatannya berwajah agak be te.

Saya berkeliling di sekitar produk-produk toiletries dan mengobrol dengan SPG  dari perusahaan tempat saya bekerja yang ditugaskan di toko itu. Bertanya ini itu, dan berusaha menggali masukan seputar respon konsumen terhadap beberapa produk yang kami jual.

Saya  teringat akan masa lalu saya.  Memulai karir saya di Jakarta dengan bekerja sebagai seorang  Sales Supervisor yang bertanggungjawab terhadap penjualan  dan management toko. Tidak jauh  dengan para SPG ini, sayapun lebih banyak menghabiskan waktu saya di “floor” alias di dalam toko.  Memastikan kelengkapan stock yang akan dijual, penataan barang, pemasangan alat alat bantu promosi, penggudangan, dan sebagainya termasuk memastikan agar para SPG ini menawarkan dan menjual produk sebaik-baiknya. Sesekali sayapun ikut menawarkan dan melayani konsumen secara langsung . Banyak hal yang baik yang saya pelajari,petik  dari sini dan manfaatkan dalam fase karir saya berikutnya. Namun tak urung beberapa hal yang kurang menyenangkan pun ikut mencuat ke permukaan pikiran saya.

Konsumen yang marah-marah. Apa boleh buat. Bukankah konsumen adalah raja?  Atau boss yang marah-marah. Sekali lagi apa boleh buat. Bukankah boss tak pernah salah? Atau satpam wanita yang meraba-raba seluruh badan saya setiap kali keluar toko untuk memastikan bahwa saya tidak mengutil apapun dari dalam toko dan membawanya ke rumah.  Ingin rasanya berteriak “Asteya!” (Asteya  adalah konsep  hidup di Bali yang artinya tidak mencuri).  Tapi siapakah di Jakarta ini yang bisa percaya konsep Asteya bisa berlaku? Dan satpam toh hanya seorang petugas. Dan siapakah saya,sampai harus mendapatkan keistimewaan dalam perlakuan?

Lalu yang paling tidak menyenangkan secara fisik.Berdiri dengan pegal tanpa boleh duduk sedikitpun selama 8 jam kerja (bahkan lebih) dengan sepatu standard berhak 5 cm . Sangatlah melelahkan dan menyakitkan. Saya ingat beberapa kali saya mengalami kramp kaki. Dan setiap pulang kerja saya harus mengangkat kaki saya tinggi tinggi dan menyandarkannya di tembok kamar untukmembantu memulihkan kembali peredaran darah di kaki saya. Sebelum saya harus melanjutkan pekerjaan rumah tangga saya yang lain, seperti memasak dan sebagainya di rumah kontrakan saya yang kecil. Oh,hidup yang berat! Jika saya pikir-pikir sekarang. Namun saya tak pernah merasakan beratnya hidup pada saat itu.  Karena hidup memang harus diperjuangkan. Dan anehnya saya tak pernah merasa miskin dan tak pernah merasa sulit. Saya menikmatinya!

Namun mengingat itu semua,saya jadi bisa merasakan apa yang dirasakan para gadis-gadis SPG ini. Saya berdoa di dalam hati saya, semoga hari-hari para SPG ini selalu menyenangkan. Dan semoga mereka mendapatkan kesempatan meningkatkan jenjang karirnya  dengan lebih baik lagi ke depannya.

Saat itu saya mendengar Trio Macan sedang menyanyikan lagu Iwak Peyek diputar di TV supermarket. “Iwak peyeeeeekkk! Iwak peyeeeek! Iwak peyeeeeek! Nasi Jagung. Sampe tueeek! Sampe tueeek! Sampai tueeeek! Tetap disanjung…” Saya tertawa di dalam hati mendengar lagu itu. Entahlah. Saya tidak mengerti 100% Bahasa Jawa. Tapi  kurang lebih saya menangkap maksudnya. Buat saya, lagu itu terdengar lucu dan jenaka. Dan tentunya sangat menghibur.

Diam diam saya berusaha menghapalkannya. Siapa tahu tiba-tiba disuruh menyanyi saat ada acara kantor atau ke karaoke rame-rame. Paling  tidak saya bisa ikut bercuap-cuap walaupun ujung-ujungnya saja.  Maka sambil berjalan-jalan dilorong-lorong Supermarket  yang sepi itupun saya bersenandung kecil  menghapalkan lagu Iwak Peyek itu. “Iwak peyeeeeekkk! Iwak peyeeeek! Iwak peyeeeeek! Nasi Jagung. Sampe tueeek! Sampe tueeek! Sampai tueeeek! Tetap disanjung…”

Eh ibu! Bisa nyanyi juga, Bu!”tanya seorang SPG yang tiba tiba ada di sebelah saya. Aduuuh! Malunya saya kepergok bersenandung. Tapi sudah kepalang kepergok. Apa boleh buat. Maka sayapun meneruskan senandung saya sambil cengar cengir. Lalu  tanpa saya duga SPG yang berada di dekat saya itu berteriak memanggil temannya“ Hidung peseeek! Hidung peseeeek! Hidung peseeeeek! Pipi gembul!…” senandungnya sambil melirik  ke saya dengan senyumnya yang bandel.  Wah!  Siapa yang dimaksudkan dengan si hidung pesek dan pipi gembul it? Mudah-mudahan bukan saya.  Saya tertawa  geli. Teman-temannya pun tertawa riuh.  Supermarket yang sepi itu mendadak jadi riuh oleh canda tawa SPG.

Nah..sekarang saya ingat. Betapa menyenangkannya dulu bercanda seperti itu. Kehidupan ini isinya memang  bukan hanya  kesedihan melulu. Ketika sebuah kesedihan datang melintas ke pikiran kita, sebenarnya pada saat yang bersamaan ada kegembiraan juga yang bisa kita nikmati jika kita mau mencarinya. Yah..campur-campur. Seperti Iwak peyeng dan nasi jagung itulah barangkali.

Ah.. lumayan menyenangkan. Sayapun kembali ke kantor.

sumber gambar : music.okezone.com 

14 responses »

  1. kalau melihat SPG2 di supermaket itu rasanya senang Bun?
    cantikcantik sekaliiiiiii. . . ^_*

    toiletries itu apa ya, Bunda?
    iwak peyek, bukan peyeng. . .🙂
    ayo nyanyi lagi Bunda, idah jadi penontonnya.😆

    • Ya.. kan mereka juga ditraining berdandan dengan rapi selain diberikan training skill untuk menjual dan knowledge yang lain..

      O ya..toiletries itu maksudnya produk-produk perawatan tubuh kaya sabun, lulur, body lotion, shampoo dsb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s