Satya Wacana.

Standard

Liburan ini sebenarnya saya berencana mengajak anak saya bermain ke Trans Studio di Bandung. Kebetulan kantor tempat saya bekerja berencana mengadakan acara Family Gathering di sana. Namun karena sesuatu dan lain hal, acara itu diundurkan jadwalnya.  Sehingga planning sayapun ikut bubar juga.  Tetapi hari Sabtu kemarin, kakak saya dari Bali mengabari bahwa ia akan ke Bandung  hari Minggu keesokan harinya. Dengan semangat sayapun berencana akan menjemputnya di bandara Soekarno Hatta dan  mengantarkannya ke Bandung. Walaupun suami saya  tidak bisa ikut  mengantar.

Saya jadi teringat kembali akan rencana saya mengajak anak-anak melihat Trans Studio. Mumpung ke Bandung. Lalu sayapun menawarkan rencana itu kepada anak saya yang kecil dulu. Karena  anak yang besar sudah tidur.  Saya pikir, sang kakak biasanyalebih mudah menerima dan setuju-setuju saja.  Egonya kurang dan  seorang pencinta kedamaian. Beberapa kali saya memergokinya mengalah demi kebaikan bersama. Jadi saya pikir bisa bicara dengannya esok hari saja.

Respon pertama anak saya yang kecil adalah ‘ semenarik apa tempat itu, kenapa harus kita kunjungi?’  Karena saya belum pernah ke sana  maka saya mencoba menjelaskan sesuai dengan apa yang teman-teman saya pernah ceritakan kepada saya.  Bayangan saya, sejenis Dufan namun indoor dan barangkali lebih luas dengan banyak sekali wahana-wahana permainan yang bisa dinikmati. Anak saya kelihatan senang dan tertarik, namun untuk lebih meyakinkan saya coba search lagi gambar-gambarnya di internet.  Tambah semangat! Akhirnya ia memutuskan untuk ikut saya menjemput ke Bandara lalu ke Bandung.

Esok paginya hari Minggu, anak saya yg lebih kecil bangun lebih awal. Bergegas mandi dan berganti pakaian. Saya membangunkan yang besar. Iapun bangun dan duduk lalu mendengarkan rencana kami. Adiknya menjelaskan dengan semangat. Yang besar mendengarkan dengan tenang lalu berkata “Kita nggak ikut. Kan kita sudah terlanjur janji mengajak teman-teman main ke Funworld ”. Lho? Saya terkejut mendengar jawabannya.  Rupanya ia sudah punya janji sebelumnya. Saya tidak tahu. Fun world yang dimaksud adalah tempat bermain yang letaknya di Lottemart dekat rumah kami.

“Ayolah! Kan ini lebih seru!”kata adiknya sambil menjelaskan betapa hebatnya Trans studio seperti yang ia lihat di internet. Ada banyak sekali wahana. Banyak yang beda dengan apa yang sudah pernah kami lihat di tempat hiburan lain.

“I know!” Kata yang besar tetap kalem. “Tapi kan kita sudah terlanjur berjanji. Dan janji harus ditepati” lanjutnya lagi.  Adiknya lalu menjelaskan lagi bahwa  mereka sudah terlalu sering ke Fun world. Tidak ada yang istimewa lagi. Tidak ada yang baru lagi. Semua petualangan sudah tahu. “Boring. Hanya game-game saja yang menarik” kata adiknya.  Si kakak tetap tidak setuju. Adiknya terus mendesak dan merengek.

Listen! Kalau janji sama teman, tidak boleh kita batalkan. Nanti mereka sedih. Juga marah. Karena kita bohong. Ya kan?” tanyanya balik ke adiknya. “Mereka kan sudah nggak punya acara lain selain dengan kita. Mungkin  tadinya mamanya ngajak pergi, tapi tidak mau karena akan pergi dengan kita” katanya lagi yang membuat adiknya menciut dan terdiam. “Kalau kita yang jadi mereka bagaimana? Pasti sedih kan?” kata si Kakak lagi . Kalimat yang membuat anak saya yang kecil membatalkan keinginannya untuk ikut ke Bandung. “Aku nggak ikut deh, Ma. Kasihan teman-temanku” kata si kecil akhirnya mengambil keputusan.  Rupanya si kakak telah berhasil mem’brainwash’ adiknya.

Melihat situasi itu lalu saya turun tangan “ Oke. Oke.  Kali ini perkecualian. Kita bisa jelaskan ke teman-teman bahwa kita ada acara mendadak. Jemput keluarga dari Bali di airport dan harus mengantarnya ke Bandung. Apa boleh buat”. Kata saya. Kedua anak saya mendengarkan. “Jadi kesempatan inilah yang kita pakai untuk sekalian main ke Trans Studio”. Lanjut saya lagi. “Sayang lho, kalau kesempatan ini hilang begitu saja. Karena setelah ini Mama Papa sibuk. Mungkin tidak akan ada kesempatan yang istimewa lagi untuk menikmati liburan sekolahmu kali ini”.  Ujar saya, menutup dengan harapan ia berubah pikiran.

I know Trans Studio!”  tegas anak saya.”Oh?” Saya heran. Tahu dari mana?  Saya belum pernah mengajaknya ke sana.

From internet! Great place! Every body want to be there.  Me too”.  Lalu? “ But for me, friends are more important”  Menegaskan kepada saya bahwa betapa penting sahabat baginya.  Ia nyerocos lagi bahwa ia tidak akan mengingkari janji  kepada temannya yang akan membuat segala sesuatunya menjadi disaster. “ I won’t go just because Trans Studio is more interesting place than the place yang sudah kita janjikan kepada teman-teman” katanya. “ I’d rather  say what I do and do what I say. That’s you call integrity!. Exactly just like what you’ve told me long time ago, mom!”   Waduuh!. Senjata kelihatannya mulai berbalik nih. Mulai memakan tuan. Apa yang pernah saya petuahkan kepadanya mulai ia yakini dalam hidupnya.

Sekarang saya mulai sadar dengan siapa saya berhadapan. Mahluk muda usia dengan ‘value  kehidupan’ yang mulai sulit saya goyahkan. Mungkin terlalu tua untuk usianya. Ya, okelah. Apa boleh buat. Akhirnya saya memutuskan untuk menjemput kakak saya sendiri dan mengantarkannya ke Bandung. Lalu saya mulai merancang acara yang menyenangkan untuk saya dan kakak saya nikmati bersama. Silaturahmi  ke rumah seorang kerabat yang tinggal di sana. Lalu bermain ke rumah sahabat- sahabat karib saya  semasa kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan yang kebetulan sekarang tinggal di sana. Karena kebanyakan teman akrab saya juga akrab dengan kakak saya.Tentu suasana akan seru dan sangat menyenangkan. Hitung-hitung mengenang kembali masa muda.

Biarlah anak-anak saya mengambil keputusannya sendiri. Menjalani nilai-nilai hidup dan kebenaran yang ia yakini. Satya Wacana. Ia bersetia kepada ucapannya sendiri. Walaupun harus mengorbankan kesempatan untuk menikmati hal-hal lain yang mungkin lebih bagus dari apa yang akan ia lakukan.

11 responses »

  1. Wow..Ikut bangga aku pada anak2mu Mbak..Mereka punya sesuatu yg menurut mereka pantas dipertahankan…Salut pada orang dewasa di sekitar mereka🙂 Eh untung juga si kakak gak ikut lah, secara ancol jauh lebih bagus ketimbang trans itu hehehe…

  2. Saya baru paham makna Satya Wacana setelah baca tulisan Mbak Andani ini…
    Padahal selama ini saya sudah akrab dengan istilah Satya Wacana, Universitas terkemuka di Salatiga Jawa Tengah…

    Saya juga salut pada pendirian Si Sulung yang argumentasinya luar biasa

  3. Kalau ke Trans Studio Bandung jangan lupa mampir ke Wahana Si Bolangya Made, sekalian bisa lihat anak saya Thalita melambai-lambai (daaaggg… daagggg) dengan pakaian adat……🙂

  4. Belajar makna satya wacana secara horisontal dari putra2 Jeng Ade, setia dengan perkataan atau memiliki integritas yang tinggi sebagai buah dari satya Wacana, kesetiaan kepada Sang Sabda. Salut dengan pencapaian anak2 Jeng yang berasal dari keteladanan ortu. Salam

  5. JIka dari kecil kita udah menerapkan satya wecana kepada anak-anak, mereka pasti akan berusaha untuk menepati setiap janji yang mereka buat…terima kasih mbok…ah….kangen mau ketemu si sulung, kelas berapa sekarang dia mbok?

  6. salut untuk si sulung yang tetap teguh pada pendiriannya untuk memegang janji yang telah diucapkannya walau ada iming-iming yang lebih menyenangkan. itu artinya, mbak sudah berhasil menanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik untuk si sulung. Turut bangga mbak. Salam buat kedua buah hatinya

  7. luar biasa, pemikiran si kk mempunyai pemikiran positif, anak sekecil itu saja bisa menepati janji yang di buat sebelumnya bangai mana dengan kita yg sudah dewasa? salut juga saya buat tante yg mau mengalah dan mendengarkan pendapat anak jarang saat ini seorang tua mau mendengarkan perkataan sang anak,

  8. nah tuh, kalo udah janji jangan batal, apalagi sliwer sliwur melewati cipinang cempedak, harus ketemu mestinya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s