Satu Jam Bersama Pak Toron – Sang Spearo Master.

Standard
Satu Jam Bersama Pak Toron – Sang Spearo Master.

Bali Spear Fishing.

Di Bali, buat saya kehidupan selalu indah bergulir. Segala yang kita lakukan terasa menyenangkan. Kegiatan seni dan budaya, keagamaan dan adat, rekreasi dan sebagainya – semuanya terasa seru. Bahkan kegiatan sehari-hari seperti  menangkap ikan pun, tetap saja seru. Percakapan tentang berbagai cara menangkap ikan, tempat memancing, jenis ikan dan umpannya,serta peralatan yang digunakan sepertinya tak habis-habis dibicarakan. Salah satu  topik yang sedang  ‘hot’ di Bali saat ini adalah Spearfishing!.

Seperti banyak orang tahu, Spearfishing adalah menangkap ikan dengan cara menombak.  Cara ini sebenarnya termasuk salah satu cara kuno dalam menangkap ikan. Namun belakangan ini populer kembali. Dan jika kita berbicara tentang Spearfishing dan Free diving  di Bali, maka banyak orang yang merujuk pada nama Pak Wayan Toron di Sanur. Sang Spearo Master!. Banyak pembicaraan tentang dirinya yang sering saya dengar.  Kemampuannya menyelam tanpa alat hingga ke kedalaman 30 meter di bawah air, pemahamannya akan segala lekak-lekuk terumbu karang di lepas pantai Sanur, lokasi hiu dan ikan-ikan eksotis lainnya, menombak ikan dengan kecepatan yang tinggi hingga pengetahuan spiritualnya yang berbasis pada alam dan laut. Mengenai Sang Spearo Master ini bahkan  banyak ditulis oleh berbagai majalah proffesional sepert APNEA (France), DEEP (Greek) dan sebagainya.

Demikian juga yang sering diceritakan oleh adik bungsu saya kepada saya setiap kali kami berbincang tentang  Sanur, laut dan memancing ikan.  “Seorang yang hatinya sangat baik dan tulus. Karena keadaan, sejak kecil ia  menghidupi dan membesarkan adik-adiknya dengan menyelam, menangkap ikan dan menjualnya. Dari sanalah ia akhirnya menjadi ahli dan mengenal akrab setiap titik terumbu karang di Sanur. Sekarang Pak Toron  bisa  dibilang sukses dengan kegiatan Free Diving dan Spearfishingnya. Terkenal di mana-mana di seluruh dunia. Bahkan beliau juga akhirnya bisa memiliki beberapa kapal yang dinamainya MY DARLING dan beberapa perahu untuk mancing. Tapi Pak Toron sendiri tetap low profile. Tetap sederhana dan bersahaja. Sama sekali tidak sombong atau tinggi hati. ” jelas adik saya.  Nama Pak Toron menjadi sedemikian akrabnya di telinga saya, seolah-olah saya sudah mengenalnya selama bertahun-tahun. Walau sebenarnya belum sekalipun saya pernah bertemu dengannya.  Namun demikian, kesempatan untuk mengenalnya akhirnya tiba juga. Saya diajak adik saya berkunjung ke rumahnya pada sebuah hari Sabtu.

Sampai di halaman rumahnya, Pak Toron, putra dan istrinya menyambut kami dengan sangat ramah dan mempersilakan kami masuk. Persis seperti yang diceritakan oleh adik saya. Sedemikian hangat, rendah hati dan bersahaja. Tampil apa adanya. Jauh sekali dari gambaran saya tentang profilenya sebagai seorang Spearo Master kelas dunia yang sibuk dan tentunya akan sulit ditemui dan diajak ngobrol. Sedikitpun tidak ada kesan sombong dan tinggi hati.

Begitu memasuki  teras rumahnya, mata saya tertuju kepada beberapa batang Spear-guns yang sedang diupacarai. Kebetulan hari itu adalah Hari Tumpek Landep (hari perayaan terhadap benda-benda tajam/ benda yang terbuat dari logam) di Bali.  Spear guns itu  terlihat sangat mengesankan. Mirip senapan bergagang panjang, dengan peluru berupa tombak panjang yang tajam. Juga dilengkapi dengan beberapa karet yang digunakan sebagai pelontar.  Selain itu saya juga melihat banyak sekali alat pancing, pakaian selam,  bahkan umpan yang terbuat dari plastik berkelap-kelip mirip cumi atau ikan.

Berceritalah Pak Toron tentang alat-alat buat menangkap ikan itu dan seluk beluk seputaran spear fishing dan free diving. Saya sangat terkesan dengan pemahamannya yang luar biasa tentang alam. Ia sangat memahami bagaimana dan dimana arus laut mengalir di Sanur, dimana ikan hiu bersarang, kapan saatnya menangkap ikan dan sebagainya.  Bercerita sangat banyak tentang betapa indahnya alam bawah laut dan betapa inginnya ia mengajak kami untuk ikut menyaksikan keindahan alam yang tak semua manusia beruntung bisa melihatnya. Coral yang berwarna-warni, kuda laut yang berjingkat jingkat dan  nudibranchia warna warni yang menari-nari. Berbicara dengannya,seolah kita diajak untuk memahami bahwa sesungguhnya alam  memiliki waktu dan hukumnya tersendiri, yang tak bisa kita paksakan. Bersamanya, keselarasan dengan alam menjadi hal yang sangat penting.

Jika kita ingin mendapatkan yang terbaik, kitalah yang harus memahami dan mengikuti alam. Bukan kita yang memaksa alam untuk mengikuti keinginan kita. Kita harus mengerti kapan arus laut bergolak, kapan laut tenang. Sehingga kita tahu kapan waktu terbaik untuk terjun ke dalam laut. Ia menceritakan bagaimana client-nya, seorang pengusaha sukses yang kaya raya di Jakarta menetapkan schedule untuk melakukan free diving pada hari tertentu. “ Tidak bisa begitu caranya. Kita yang harus mengikuti schedule-nya alam. Bukan alam yang kita suruh mengikuti schedule kita” ujarnya yang membuat saya tertawa geli. Bener sekali. Walau bagaimanapun kaya dan tingginya kedudukan seseorang, mungkin saja ia bisa memerintah manusia lain untuk bekerja baginya, tapi ia tidak bisa memerintah alam untuk takluk padanya.

Berbincang dengan Pak Toron memang sangat menyenangkan. Kegemarannya bercanda dan melontarkan joke-joke yang segar juga membuat saya merasa sangat cepat akrab. Saya ingat bagaimana ia menjelaskan tentang rantai makanan kepada saya. “Di laut yang arusnya sedang bergolak,akan ada banyak sekali plankton dan cacing  yang ikut naik terbawa arus” Katanya dengan serius.Sayapun mendengarkan dengan sama seriusnya. “Lalu plankton dan cacing yang banyak ini akan mengundang datangnya ikan-ikan kecil dan udang untuk memangsanya. Kemudian ikan-ikan kecil ini mengundang ikan-ikan yang besar untuk memakannya. Berikutnya,ikan-ikan besar inipun dimangsa oleh…Toron!” katanya sambil terbahak.

Banyak sekali cerita yang menyenangkan hari itu. Salah satunya yang menarik adalah tentang luka ditangannya akibat serangan seekor unicorn fish. Juga tentang lingkungan hidup, keberlangsungan hidup terumbu karang, tentang kejadian bom bali yang menyengsarakan sebagian besar penduduk dan usahanya membentuk Sanur Helper untuk membantu sesama yang  kesulitan. Jelas sekali saya menangkap kesan bahwa pria ini sungguh sangat sederhana dan sangat religius dalam menjalankan aktifitasnya. A Very Simple and Religious Man!.  Hidup sepertinya mengalir dengan begitu damai dan selaras dengan alam.

Sayapun pamitan untuk pulang. Tak lupa Pak Toron mengajak saya untuk merencanakan makan malam bersama keluarganya dengan memanggang ikan hasil  Spearfishing.” Suatu saat jika pulang ke Bali lagi” ajaknya.Adik saya menjelaskan bahwa pak Toron jago bikin Sashimi. Saya sangat berterimakasih atas ajakannya. Dan berdoa untuk kesuksesannya selalu. Banyak belajar darinya. Sosok yang sukses tanpa harus menjadi sombong dan tinggi hati.  Tetap sederhana dan apa adanya.

10 responses »

  1. Beruntuhng deh Mbak Dani, ketemu orang seperti Pak Toron ini…Ada unsur kenabian dalam jiwanya..Berada di dekatnya energi postif pasti mengalir lancar ya Mbak?

  2. Seperti ilmu padi, semakin berisi, maka akan semakin merunduk…
    Kalau saya ke Sanur, kayaknya saya harus ngobrol langsung sama Pak Toron ini ya mbak, cerita-ceritanya bikin saya jadi penasaran dengan orangnya🙂

    Mbak Made, liburan dan pulang kampung itu pasti menyenangkan ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s