Harimauku! Harimaumu!

Standard

Jika kita membawa anak-anak ke Kebun Binatang maupun ke tempat wisata safari, Harimau atau Macan, adalah salah satu binatang yang paling mendatangkan rasa penasaran dan sekaligus  menegangkan. Semua orang merasa takut. Tapi semua orang sangat ingin tahu. Sebagai orangtua kewaspadaan kitapun jadi meningkat saat anak-anak mendekati arealnya. Walaupun demikian, rasanya saya tak pernah kapok-kapok membawa anak-anak saya ke Taman Safari atau ke Kebon Binatang  untuk memuaskan keingintahuan mereka akan binatang yang bernama harimau ini.

Harimau (Panthera tigris), seperti kita ketahui adalah salah satu binatang yang tergolong ke dalam Ordo  pemakan daging (carnivora) dari family  Kucing (Felidae). Tentu saja yang paling memungkinkan untuk dilihat adalah jenis Harimau Sumatera ( Panthera tigris sumatranus). Sebenarnya di dunia ini terdapat beberapa jenis Harimau, antara lain Harimau Sumatra, harimau Jawa, harimau bali, harimau Siberia, harimau Bengal, harimau Malaya. Indonesia sendiri sebenarnya sangat beruntung, karena di dalamnya pernah terdapat 3 jenis harimau (Sumatera, Jawa, Bali),namun sayangnya dua species harimau ini (Jawa dan Bali) sudah punah saat ini. Barangkali perburuan yang membabi buta di masa lampau, serta berkurangnya habitat aslinya akibat penipisan hutan,  telah membuat kedua species harimau  ini berakhir tragis.

Tergantung dari jenisnya, harimau memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda. Dan jenis harimau Sumatera adalah jenis harimau yang berukuran badan kecil jika kita bandingkan dengan jenis harimau lain. Seperti kita tahu, warna harimau berkisar antara coklat kekuningan dengan loreng hitam yang membuatnya kerap disebut sebagai Si Belang atau Si Loreng.  Secara umum, pola loreng pada kulit harimau agak mirip satu sama lain.Walaupun jika kita teliti, sebenarnya justru pola loreng inilah yang dijadikan sebagai dasar pembeda dari satu species ke species lainnya. Panjang bulunya pun bervariasi tergantung dari iklim area yang menjadi habitatnya.

Di alam, harimau umumnya hidup di hutan-hutan  dan semak beralang-alang. Merupakan hewan yang soliter. Terbiasa berpetualang,  berburu sendiri dan berpatroli secara berkala di areal kekuasaannya yang cukup luas. Biasanya harimau berburu  kijang, kambing, kerbau ataupun binatang yang lebih kecil lainnya pada malam hari. Tak pelak lagi, harimaua adalah pemburu yang tangkas dan handal. Juga perenang yang cukup baik. Pemahaman ini dimanfaatkan oleh pengelola tempat hiburan dengan menyelenggarakan aktifitas “Safari Malam” yang kelihatannya juga cukup menyedot minat pengunjung. Walaupun sebenarnya di tempat wisata seperti ini, tentu saja harimau tidak dibiarkan kelaparan dan melakukan perburuannya sendiri. Beberapa kali saya juga sempat mengajak anak-anak saya untuk mengikuti Safari Malam yang cukup menegangkan.

Harimau betina biasanya melahirkan anak sebanyak 2 – 4 ekor, setelah sebelumnya menjalani masa kehamilan selama 15 minggu. Anak-anak harimau ini biasanya akan disusui oleh induknya selama kurang lebih 6 bulan, namun akan tetap tinggal dan berada dibawah pengawasan induknya hingga minimal setahun. Anak harimau kelihatan sangat lucu dan menggemaskan. Mirip kucing. Itu sebabnya di tempat hiburan kadang-kadang kita masih dijinkan berfoto bersama dengan anak-anak harimau ini.  Walaupun jinak, saya tidak menyarankan anda untuk memelihara anak harimau ini di rumah. Selain karena status konservasi binatang ini sudah berada di tahap terancam punah, juga karena kita tak pernah tahu akan perubahan temperamen dan naluri pemakan daging ini terhadap tuannya.

Beberapa tahun yang lalu saya,  seorang kenalan sempat menelpon dan meminta advise kepada saya karena  binatang peliharaannya tidak mau makan. Betapa terkejutnya saya, ketika saya tahu bahwa binatang peliharaan yang dimaksudkannya adalah seekor anak harimau.  Anak kucing ‘besar’ yang pemalu ini suatu saat bisa saja berubah menjadi ganas dan buas! Ia sedang mencoba memelihara bahaya di dalam rumahnya sendiri. Tentu saja advise pertama saya adalah menyerahkan binatang ini kembali kepada pihak yang berwenang atau kebun binatang.

Jika kita mengajak anak-anak ke Kebon Binatang untuk mengenal harimau lebih dekat,tentu saja kita bisa menjelaskan kepada mereka sedikit pengetahuan tentang binatang ini, kebiasaan, makanan dan kemampuannya. Kita juga bisa mengambil hal-hal positive yang ditunjukkan oelh binatang ini, agar anak kita bisa ikut memetik pelajarannya.

Harimau memiliki ‘power’ yang sangat baik. Kekuatan dan ketangkasan sebagai seekor predator. Ia berjalan, berlari dan rajin berpatroli serta makan yang baik, untuk membangun otot-otot tubuhnya agar menjadi kekar dan penuh tenaga. Itulah barangkali sebabnya  mengapa harimau sering digunakan sebagai symbol dari kekuatan.

Harimau juga seekor binatang yang anggun, memburu mangsanya dengan cara yang cukup ksatria. Menghadapinya satu lawan satu. Anak-anak tak perlu terlalu takut  secara berlebihan kepadanya, karena pada dasarnya harimau tidak akan memangsa manusia jika memiliki makanan yang cukup dan tidak diusik kehidupannya. Hanya kita harus tetap waspada, kadang-kadang harimau yang tidak mampu berburu ( misalnya karena tua, atau habitatnya terganggu), bisa tiba-tiba menyerang manusia.

Jika mengunjungi Kebon Binatang atau tempat wisata Safari, saat memasuki areal binatang buas ini, ajak anak-anak agar lebih waspada dan jangan berisik agar tidak menggangu ketenangan si Raja Hutan ini. Jangan biarkan anak-anak membuka jendela kendaraan dan mengeluarkan anggota badannya. Usahakan jangan parkir atau menghentikan kendaraan di area ini. Cukup jalan pelan-pelan dan selalu pastikan kendaraan berada di dalam konsisi yang ‘fit’ guna menghindari mogok di area berbahaya ini.

Secara keseluruhan harimau adalah binatang yang sangat menarik. Mari kita  kenali  Harimau Sumatera  dan bantu upaya-upaya penyelamatannya sebelum menyusul punah mengikuti saudara-saudaranya, yakni Harimau Jawa dan Harimau Bali!

10 responses »

  1. Jeng Ade,sangat mengenali harimau. Ooo ternyata justru pola loreng ini sebagai pembeda spesies ya, dimata awam saya terlihat semua loreng, duh gagahnya harimau kita. Bermanfaat sekali pembelajaran pengenalan binatang sejak dini melalui media kebun binatang. Salam

  2. Karena keperkasaan dan kebuasannya ini harimau sangat ditakuti dimana-mana ya Mbak Dhani. Harimau masuk dalam mitos dan cerita legenda. Kerajaan Siliwangi di tataran Sunda mengambil hewan ini sebagai legitimasi kekuasaan mereka. Di kampung saya, Harimau tidak boleh disebut namanya langsung, melainkan “inyiak” /kakek sebagai penghormatan kepadanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s