Monthly Archives: August 2012

Balinese Traditional Painting at Songan: Art, Nature And Spirituality.

Standard

Menyimak lebih jauh karya lukis Jro Mangku Kuat.

Berdiri beberapa saat di hadapan lukisan-lukisan karya Jro Mangku Ketut Kuat di bengkel seninya yang terletak di lembah Hulun Danu Batur di desa Songan, Kecamatan Kintamani di  Bangli, saya merasakan keindahan dan kedamaian dan juga sekaligus gejolak energy yang berbeda-beda dari satu lukisan ke lukisan yang lainnya.

Seperti halnya sebagian besar goresan tangan di atas kanvas di Bali, lukisan Jro Mangku Kuat memiliki gaya lukis yang tidak jauh-jauh dari aliran besar induknya yakni gaya lukisan tradisional Bali. Banyak mengambil thema-thema keseharian kehidupan yang penuh seni di Bali (misalnya tari Jauk, topeng, wanita Bali, dsb) serta legenda-legenda yang hidup di kalangan masyarakat Bali seperti misalnya kisah Sang Hyang Ratih dan Kala Rau, Dewi Sitha, dsb. Demikian juga pattern-pattern lukis yang digunakan, teknik pewarnaan dan jenis-jenis spektrum warna yang digunakan, serta pemanfaatan bidang dan ruangnya, banyak menggunakan  standard gaya yang digunakan pada lukisan-lukisan tradisional Bali lainnya. Itulah sebabnya, mengapa jika kita pandang sepintas lalu, kita akan melihat karya lukisan-lukisan ini hanya sebagai “just another traditional Balinese paintings”. Seni yang sudah terpolakan mengikuti standard keindahan yang berlaku sejak jaman dulu kala di Bali. Read the rest of this entry

Jro Mangku Kuat, Pelukis Traditional di Hulun Danu Batur di Songan.

Standard

Jika kita menelusuri jalanan yang melintas batu-batu cadas di tepian danau Batur sampai ujungnya habis di desa Songan, Kintamani di Kabupaten Bangli,  maka kita akan berhenti di halaman sebuah pura Kahyangan Jagat yang sangat penting keberadaannya di Bali, yakni Pura Hulundanu.  Berbagai kalangan masyarakat dari segala penjuru Bali berbondong-bondong datang untuk melakukan persembahyangan di sana.

Pura Hulundanu itu sendiri berlokasi di  sebuah lembah di hulu danau Batur sesuai dengan namanya yakni; hulun (hulu) dan danu (danau). Lembah  yang indah itu dipagari oleh bukit yang sangat hijau oleh pepohonan yang sangat subur bahkan dimusim kemarau. Hanya beberapa ratus meter jaraknya dari tepi danau. Sehingga jika kita berdiri di halaman Pura itu, kita bisa memandang ke arah danau yang indah itu dengan leluasa. Tidak heran, tempat itupun menjadi  tujuan para pelancong juga, selain masyarakat yang memang datang untuk melakukan persembahyangan. Read the rest of this entry

Care For Our Loved One…

Standard

Perasaan Bersalah &  Kepedulian Terhadap Orang Yang Kita Cintai.

Pulang kerja kemarin saya diundang untuk mengikuti acara jamuan makan malam kantor yang tak bisa saya hindarkan. Jamuan dilakukan di sebuah restaurant Jepang. Sebenarnya saya menyukai masakan Jepang. Saya pikir,seharusnya saya akan menyukai jamuan makan malam kali ini. Namun, karena acara  dilakukan setelah jam kantor, tentu saya akan pulang lebih malam dibanding biasanya.  Ini sedikit merepotkan saya kali ini, karena kebetulan acara jamuan dilakukan saat banyak orang masih belum pulang kembali dari libur Lebaran. Termasuk  asistent rumah tangga yang bekerja di rumah saya. Jadi, jika saya belum kembali ke rumah saat jam makan malam, tentu tidak ada orang yang akan menyiapkan masakan untuk anak-anak dan suami. Read the rest of this entry

Rintik Hujan Yang Pertama.

Standard

Musim panas. Entah kenapa saya merasa musim panas tahun ini  berlangsung cukup panjang. Panjang dan mengenaskan. Walaupun di sana-sini saya masih melihat kehijauan, namun rasanya warna coklat gersang, mulai banyak menyergap mata saya.  Saya melihat beberapa pohon meranggas di tepi jalan. Entah sengaja menggugurkan daunnya, entah berguguran tanpa sengaja. Saya memandangnya dengan hati yang galau. Pohon itu sekarang tampak seolah meregang kehilangan nyawa. Kemanakah gerangan kehidupan itu pergi? Hanya tinggal batang, cabang dan ranting. Beberapa sarang burung yang tadinya terlindung di balik kerimbunan dedaunan, sekarang sudah nampak bertengger diantara ranting-ranting pohon yang telanjang. Read the rest of this entry

Berapa Jumlah Senyum Yang Kita Terima Setiap Hari?

Standard

Hidup  itu penuh berkah kebahagiaan. Dan saya menjalaninya dengan penuh rasa syukur. Kebahagiaan hati, rupanya banyak sekali  bersumber dari senyum dan ketulusan hati orang-orang di sekeliling kita.  Adakah yang pernah menghitung,  berapa jumlah senyuman yang kita terima setiap hari dari orang-orang sekeliling kita? Saya belum pernah.

Namun pagi ini, ketika berjalan-jalan sebentar di seputar perumahan, tiba-tiba saya menyadari jumlah senyuman yang saya terima ternyata sangat banyak sekali. Senyuman ramah dan kehangatan hati orang-orang di sekitar,  yang selama ini tidak pernah saya hitung namun membuat saya merasa menjadi orang yang sangat beruntung. Read the rest of this entry

Cerita Seputar HIV Infections.

Standard

AIDS(Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang disebabkan oleh infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan salah satu infeksiberbahaya menular yang  sangat ditakuti belakangan ini, terutama karena peranannya dalam melemahkan system pertahanan dan kekebalan tubuh manusia. Sehingga penderita menjadi sangat rentan akan serangan berbagai penyakit. Bahkan flue biasa pun akan menjadi masalah yang sangat besar bagi orang yang sudah terinfeksi. AIDS seakan menghantui masyarakat kita akibat penyebarannya yang diam-diam,  namun cukup cepat seperti hantu pembunuh (silent killer). Saya membayangkannya mirip dementor dari Azkaban dalam  cerita Harry Potter. Begitu mengerikan dan menakutkannya bagi masyarakat awam. Namun, jika kita mendapatkan informasi yang cukup dan mengenalnya dengan lebih baik, tentu ketakutan itu tidak akan sedemikian besarnya. Read the rest of this entry

About Survival Skills.

Standard

Pagi yang sangat indah. Matahari baru saja berjingkat naik dari atap rumah tetangga di seberang jalan. Saya sedang menemani anak saya sarapan bubur ayam di saung yang letaknya di pinggir kolam.  Sedikit rewel dan sangat sulit menghabiskan makanannya seperti biasanya. Saya berusaha membujuknya agar lebih bersemangat. Suap demi suap akhirnya masuk juga.  Namun tetu saja  semuanya itu berhasil karena anak saya makan sambil melihat-lihat ke kolam. Melihat ikan-ikan yang naik, mengangakan mulutnya ke permukaan. Entah karena kelaparan atau menghirup oksigen. Yang jelas melihatnya, bermai-ramai bercuap cuap di permukaan air terasa sangat menyenangkan. Read the rest of this entry

Liburan Di Musim Kemarau Ini.

Standard

Liburan! Apapun penyebabnya, selalu menyenangkan. Selalu membahagiakan. Selama liburan Lebaran yang kebetulan jatuhnya di musim kemarau yang panas ini, saya menghabiskan waktu bersama anak-anak di Sukabumi. Sebuah kota yang berjarak 4 jam perjalanan dari Jakarta. Udaranya sangat bersih dan sejuk. Di kota ini, memungkinkan bagi saya untuk membawa anak-anak untuk lebih mendekatkan diri dengan alam.

Sebenarnya tidak ada yang khusus kali ini. Sama dengan liburan-liburan sebelumnya di sini, saya hanya menikmati kebersamaan saya dengan anak-anak. Berjalan-jalan menyusuri pematang sawah yang baru habis dipanen. Melihat anak-anak bermain dan bertarung layang-layang. Melihat-lihat bebek yang sibuk berenang di selokan yang airnya menyusut. Menengok kambing di kandangnya, mengamat-amati capung yang malas bertengger di batang rumput. Berebut dengan semut hitam menyedot air gula dari pangkal bunga kembang sepatu pensil, memetik daun pakis muda untuk sayur dan buah srikaya yang sudah tampak matang di pohonnya dan banyak sekali kegiatan yang menyenangkan lainnya. Read the rest of this entry

Air Kemasan Yang Tersisa.

Standard

Liburan ini saya berkunjung ke tempat salah satu kerabat di daerah  Cikidang di Sukabumi. Saya sempat melihat-lihat ke belakang rumahnya, di mana dulunya terdapat sebuah kolam ikan. Namun sayang saat ini kolam ikan itu tampak kering dan terlantar. Saya diberi penjelasan bahwa belakangan ini  sejak perkebunan karet diganti dengan kelapa sawit, mata air tidak lagi mengalir. Air tanah susut banyak, sehingga tidak cukup lagi untuk mengairi kolam.  Saya memandang ke luar. Matahari yang panas memanggang tanah yang coklat retak-retak. Hmm..sayang. Read the rest of this entry

Interpretasi Yang Membantu.

Standard

Anak saya sedang bermain di saluran air kolam di halaman. “Ma,lihat!. Ini anak kodok apa anak ikan? “ serunya memperlihatkan beberapa ekor mahluk air kecil  berukuran beberapa mili yang berenang di dalam gelas plastik bekas air mineral. “Oh, itu anak ikan” kata saya. “Mengapa bukan anak kodok?” tanyanya memastikan bahwa jawaban saya benar. “Anak kodok bentuknya bulat berekor dengan warna lebih gelap.. Anak ikan lebih langsing dan warnanya biasanya lebih terang. Mudah dibedakan.Yang agak mirip adalah antara anak kodok dengan anak lele. Itupun masih bisa dibedakan dari ekornya.Ekor anak kodok lebih kaku sedangkan ekor anak lele lebih gemulai. Selain itu anak lele juga sudah punya calon kumis” Jelas saya.  Sambil mengudek-udek ke dalam kolam mencoba menemukan anak kodok  atau anak lele yang saya maksudkan sebagai pembuktian. Anak saya memandang saya dengan heran. “Darimana mama tahu?” tanyanya. Saya tertawa. Read the rest of this entry