Daily Archives: August 5, 2012

Pare Yang Tidak Pahit.

Standard
Pare Yang Tidak Pahit.

Ketika masih menjadi anak kost di tahun 80 an di Denpasar, wilayah jelajah saya adalah seputaran Sudirman- Panjer- Sanglah. Di saat itu, biasanya saya hanya membeli makan dari warung-warung atau rumah makan kecil yang banyak terdapat di sekitar kampus. Paling sering saya membeli makan siang saya di Pasar Sapi. Salah satu  rumah makan favorite saya berlokasi di pertigaan Pasar Sapi – Sanglah. Kalau tidak salah namanya Depot Adi. Entah masih ada atau tidak saat ini.  Saya belum pernah melintas di daerah itu lagi belakangan ini.

Saya masih ingat, menu favorite saya adalah Nasi campur dengan lauk ayam suir, telor menyar ½ butir dengan sambal merah di atasnya, tumis pare telor yang sama sekali tidak terasa pahit, serta ayam goreng kering. Nah,untuk mengenang masa remaja saya itu, saya lalu berusaha menebak bagaimana caranya memasak pare tanpa harus terasa pahit ala rumah makan itu dan menghidangkannya sekali-sekali di atas meja makan saya di rumah. Dan saya pikir, rasanya sama dengan apa yang suka saya beli di rumah makan itu.

Untuk memudahkan, saya juga mengajarkan pembantu rumah tangga di rumah saya bagaimana caranya memasak tumis pare telor  yang tidak pahit ini. Sekarang  ia mulai pintar memasaknya tanpa harus saya supervisi lagi.

Bahan-bahan yang diperlukan hanya buah pare 2 buah, bawang merah, bawang putih, garam, cabai keriting, 2 butir telor. Memasaknya sedikit perlu usaha dan tenaga.

Pertama, kita perlu memilih pare yang bersih dan segar. Yang lebih muda lebih baik.

Cuci buah pare hingga bersih. Belah pare menjadi dua bagian memanjang. Lalu setiap bagian kita iris tipis-tipis membentuk setengah lingkaran.

Masukkan irisan pare ke dalam baskom sayur, lalu taburi dengan sedikit garam. Remas-remas irisan pare hingga layu dan keluar cairannya. Remas terus hingga cairan yang terkumpul cukup banyak, lalu cairannya kita buang. Remas kembali sisa pare yang sudah layu, dan buang kembali airnya. Demikian seterusnya hingga kita yakin, cairannya yang terasa pahit itu sudah keluar semua dan terbuang.

Iris bawang merah, bawang putih dan cabe keriting tipis tipis.

Panaskan wajan, tuangkan sedikit minyak kelapa untuk menumis. Lalu tumis irisan bawang merah dan bawang putih hingga layu dan harum.  Masukkan irisan cabai rawit. Aduk-aduk sebentar, lalu pecahkan telor di atas wajan dan aduk aduk secepatnya.

Segera masukkan pare yang sudah layu untuk ditumis bersama. Aduk merata hingga  bumbu, telor dan pare bercampur rata. Lalu angkat dan hidangkan di atas piring saji.

Hidangan ini sama sekali tidak terasa pahit. Coba, deh.

Bermain Gelembung Sabun.

Standard

Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mencari kebahagiaan. Dan tentunya, cara yang paling mudah dan murah untuk mendapatkannya adalah dengan menikmati hal-hal kecil di sekeliling kita, bersama  orang-orang yang kita cintai. Anak-anak, saudara, pasangan, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang kita kasihi lainnya. Seperti Minggu pagi ini. Saya tidak memiliki acara istimewa apapun. Hanya bermalas-malasan di rumah. Akhirnya saya memilih untuk menghabiskan pagi dengan bermain gelembung sabun dengan anak saya yang kecil di halaman belakang. Sinar matahari pagi  yang hangat, membuat suasana menjadi sangat menyenangkan.

Bermain gelembung sabun alias soap bubbles! Saya rasa hampir semua orang pernah melakukannya. Di taman-taman perkotaan, banyak juga bisa kita temukan orang yang menjajakan cairan pembuat gelembung sabun lengkap dengan alat peniupnya. Namun sebenarnya, tanpa perlu  membeli cairan itupun  kita tetap bisa bermain gelembung sabun di rumah.

Gelembung sabun yang baik biasanya jika kita buat sendiri dengan cara mencampur sabun cair (misalnya untuk cuci piring) dengan air dan sedikit gula, lalu mengaduknya hingga tercampur rata dan larut. Gelembung sabun juga tetap bisa dibuat tanpa menambahkan gula. Walaupun biasanya lebih mudah pula meledak.

Kali ini anak saya hanya bermain gelembung dari  sabun biasa. Ia mengusapkan sabun di telapak tangannya. Menambahkan sedikit air. Menggosoknya, lalu setengah mengepal dan membuat lorong tiup dengan jari-jari tangannya.  Ia meniup busa sabun pelan-pelan hingga terbentuk gelembung dengan ukuran yang cukup memadai. Meniupnya dan kemudian melepaskannya ke udara dengan riang. Udara pagi terasa indah dipenuhi dengan cinta.

Morning is so sweet, everytime  I see your face,  happy and great, and the sparrow comes to tweet.

Morning is so nice,  when   fun and joy  fill in your smile, and the bee sings a beautiful rhyme.

Morning is always fun,  when  you play soap bubbles under the sun,  and  I see you run.

 Love you, sweet heart…

Video Camera.

Standard

Sementara masih perlu membeli sesuatu di lorong snack, saya melihat antrian di kasir hypemarket tempat kami berbelanja sangat membludak. Pasti bakalan lama menunggu giliran membayar. Akhirnya kami sepakat, suami dan anak-anak  yang akan mengantri di kasir. Saya menyusul. Suami saya berkata ia akan mengantri  di kasir yang paling  sepi. Biasanya yang letaknya paling jauh dari area makanan segar. Antrian di kasir yang dekat makanan segar sangat panjang. Karena orang justru membeli lebih banyak bahan makanan di bulan puasa ini.

Saya setuju, lalu mengambil snack secepatnya, dan terburu-buru berjalan ke kasir yang paling ujung. Suami dan anak-anak saya ternyata tidak kelihatan ada di situ.”Oh, rupanya belum sampai” pikir saya. Saya menunggu sambil menengok ke kiri-kanan berharap mereka segera muncul. Sepuluh menit lewat  belum juga muncul.  Akhirnya saya memutuskan untuk mencarinya ke area di mana tadi kami terpisah. Mereka juga tidak ada di tempat itu. Sayapun segera balik kembali ke antrian kasir yang di ujung. Menunggu lagi dengan harap-harap cemas. Namun suami dan anak-anak  tetap tidak kelihatan. Saya mencoba menelpon. Tidak diangkat. Lalu saya tinggalkan pesan di blackberrynya. Juga tidak dibalas. Read the rest of this entry