Daily Archives: August 11, 2012

Saya Menyukai Senja Di Atas Kali Ini.

Standard

Tidak jauh dari kantor saya, mengalir sebuah sungai besar. Dimana sebuah jembatan berwarna hijau yang kokoh membentang diatasnya. Setiap hari saya melewatinya dengan hati riang. Saya pikir, sungai itu adalah salah satu anak sungai Cisadane yang mengalir sepanjang jalan Daan Mogot yang panjang. Sebagian airnya saya tahu merupakan kiriman dari Danau Cipondoh, namun sebagian besar lainnya barangkali datang dari Bogor sana melewati jalur anak sungai yang lain.

Di pagi hari,  ketika matahari  membagikan sinarnya yang kuning cerah keemasan, biasanya saya melemparkan pandangan saya ke tepian sungai yang sangat subur dipenuhi dengan tanaman Petai Cina. Dimana kupu-kupu warna-warni beterbangan baik di ketinggian dedaunannya maupun di atas rerumputan. Demikian juga capung berbagai warna sibuk beterbangan di atas sungai mencari mangsa. Juga  saat kendaraan beristirahat sebentar disela kemacetan, terkadang saya membuka jendela dan terpaku mendengarkan nyanyian burung-burung kecil yang bercericit riang. Demikianlah saya selalu memiliki pagi saya yang indah di atas jembatan itu.

Sore kemarin, saya melintas  kembali di atasnya. Pulang lebih cepat dari biasanya dan menikmati siraman cahaya matahari senja yang teduh, hangat kemerahan.Saya memandang bola api yang tampak lebih besar dari biasanya di ufuk barat. Melontarkan lidah cahayanya keluar. Dan akhirnya mulai membenamkan dirinya diantara bayangan pepohonan yang teduh. Biasanya saya melihat banyak karyawan pabrik pada bubaran. Melintas di antara bola api dan pepohonan. Atau berdiri menunggu angkutan di pojok jembatan. Untuk pulang kembali kepada keluarganya.  Betapa indahnya senja yang rupawan. Dan langit yang berwarna tembaga. Mengingatkan saya akan sebuah senja di Pantai Kuta. Demikianlah saya ingin selalu menikmati  senja indah saya di atas jembatan ini.

Nyala Api Dan Pemantiknya.

Standard

Saya melihat sebuah pemantik api tergeletak di rak buku, ketika sedang berbenah. Saya coba nyalakan. Rupanya pemantik api itu sudah rusak. Maka sayapun membuangnya ke tempat sampah. Barangkali gas butana yang digunakan sebagai sumber energynya sudah habis.

Saat membuangnya ke tempat sampah, barulah untuk pertamakalinya saya memikirkan bagaimana sebuah pemantik api bekerja. Dan betapa pentingnya fungsi pemantik api itu dalam kehidupan kita sehari-hari.  Pemantik api kita nyalakan saat kita membutuhkan api. Api untuk untuk menyalakan lilin, menyalakan rokok bagi para perokok, membakar sampah, membuat bara guna membakar besi baja untuk membuat parang dan cangkul  dan sebagainya. Bahkan di dalam kompor dapur kitapun terdapat pemantik untuk menyalakan api yang dibutuhkan untuk memasak. Untuk setiap nyala api, selalu dibutuhkan pemantik. Read the rest of this entry