Groups Di Media Sosial.

Standard

Semua pengguna Blackberry tentu sangat familiar dengan group-group yang banyak bertebaran di dalam alat komunikasi  itu.  Banyak diantaranya yang menjadi anggota, namun banyak juga bahkan menjadi juru kuncennya. Saya sendiri juga menjadi anggota beberapa group dan menjadi kuncen dari 2 buah group yang lain. Group yang saya ikuti, mulai dari Group keluarga besar saya, Group teman SMP, teman SMA, teman kuliah dan Group teman kerja di hampir setiap perusahaan yang pernah saya masuki. Tentu saja saya tidak bisa aktif setiap saat di semua Groups itu.

Kadang-kadang saya menyimak apa yang sedang diperbincangkan. Sesekali nimbrung, jika ingin nimbrung. Atau jika ada yang lucu, dan menggelitik ingin berkomentar. Tapi jika sedang tidak ingin nimbrung, ya saya baca saja tanpa berkomentar apa-apa. Tentu saja sangat menyenangkan memiliki sarana untuk berbicara lagi dengan teman-teman lama. Jarak dan waktu seolah tidak ada masalah lagi..

Ketika kita masuk ke Group SMP, semua kenangan masa kanak-kanak itupun muncul kembali. Teman-teman masa kecil, para guru, semua kejadian lucu dan tengal yang dilakukan bersama teman-teman di masa lalu terasa muncul kemnbali di depan mata.  Demikian juga di Group SMA.  Semua kenangan masa remaja bersama teman-teman sekelas dan seangkatan pun muncul kembali. Kenakalan-kenakalan remaja yang dilakukan, mulai terbongkar dan muncul ke permukaan. Demikian juga dengan jaman kuliah, jaman mulai kerja di perusahaan A, lalu perusahaan B, dan seterusnya. Semuanya sangat menyenangkan.

Sama halnya dengan Facebook, dimana kita memungkinkan bertemu kembali dengan orang-orang dari masa lalu kita. Pertemuan di group Blackberry pun nyaris menimbulkan dampak serupa. Banyak orang yang tadinya terputus kontak, kini nyambung lagi. Banyak reuni diadakan. Banyak silaturahmi kembali dilakukan. Saya merasa teman-teman lama saya, sekarang hampir semuanya saya temukan memiliki pribadi yang jauh lebih baik dan lebih dewasa daripada apa yang dulunya saya ketahui. Intinya banyak hal positive yang saya dapatkan. Setidaknya itu menurut saya. Walaupun ada juga orang lain yang  meng’highlight’ sisi negative dari kontak kembali lewat Facebook maupun Blackberry ini.  Misalnya ada yang  menyorot mengenai kemungkinan mengalami CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali ketika bertemu dengan mantan kekasih. Namun menurut saya, semua itu pada akhirnya berpulang kembali kepada orangnya masing-masing.

Saya sendiri melihatnya dengan sangat positive. Selain masalah silaturahmi dan kebahagiaan berha-ha- hi- hi kembali yang bisa kita lakukan setelah lebih dari 30 tahun terpisah, saya merasa mendapat banyak manfaat bertemu dengan teman-teman dan sahabat sahabat lama saya kembali. Karena diantara para teman-teman lama kita, sebagian tentu saja ada yang tidak terlalu sukses, namun sangat banyak juga diantaranya  yang sukses di bidangnya masing-masing.  Ada yang menjadi Banker yang handal, dimana kita bisa berkonsultasi mengenai hal-hal yang berkenaan dengan urusan perbankan. Ada yang menjadi Professor di bidang Hukum, dimana kitapun bisa berkonsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hukum. Ada yang menjadi Arsitek, dimana kita berkonsultasi jika ingin membangun atau merenovasi rumah kita. Ada yang menjadi Dokter ahli, ada yang menjadi professional di bidang Perhotelan dan Pariwisata,  ada yang memegang jabatan penting di jajaran Kepolisian, di Perusahaan Penerbangan, sukses sebagai Pengusaha, Politik, Komisi Penyiaran dan sebagainya. Semuanya bisa memberikan bantuan informasi relevant yang kita butuhkan. Bahkan yang kita kategorikan sebagai kurang sukses secara karir maupun finansialpun, tetap saja memberikan manfaat positive terhadap diri kita lewat support dan persahabatannya yang selalu tulus.

Banyak hal yang tadinya tak terpikirkan akhirnya menjadi terpikirkan. Salah satu hal yang bermanfaat lainnya juga adalah ketika masuk ke dalam group teman kuliah. Buat saya ini sangat penting. Mengingat sehari-harinya saya tidak mencari uang dengan mengamalkan profesi saya sebagai seorang Dokter Hewan, banyak hal-hal praktis yang mulai terlupakan oleh saya. Padahal setiap harinya ada saja teman atau kenalan yang berkonsultasi gratis dengan saya berkaitan dengan urusan hewan peliharaannya.  Di group inilah saya bisa bertanya kembali, atau mendapatkan update terbaru  dari kolega-kolega saya para Dokter Hewan yang menjadi praktisi-praktisi lapangan.

Dan hal yang paling berarti lagi buat hidup saya, adalah ketika menyadari semua sahabat-sahabat saya di setiap fragment hidup saya ternyata masih tetap exist. Dan ternyata para sahabat saya ini tetap menyimpan persahabatannya yang sangat tulus buat saya.  Rasanya membuat saya menjadi sangat terharu. Waktu ternyata tak mampu membuat persahabatan tulus menjadi  pupus ataupun -musnah.

Terlepas dari segala keadaannya, saya tetap membutuhkan para sahabat-sahabat saya untuk hadir kembali mengisi hidup saya. Yang sukses maupun yang tidak, yang pria maupun yang wanita, yang kaya maupun yang miskin, semuanya sama pentingnya bagi saya.

8 responses »

  1. saya gak punya BB Made, terus di FBpun udah jarang OL…

    seandainya semua orang punya pemikiran seperti paragraf di akhir post ini, hidup ini jadi semakin indah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s