Interpretasi Yang Membantu.

Standard

Anak saya sedang bermain di saluran air kolam di halaman. “Ma,lihat!. Ini anak kodok apa anak ikan? “ serunya memperlihatkan beberapa ekor mahluk air kecil  berukuran beberapa mili yang berenang di dalam gelas plastik bekas air mineral. “Oh, itu anak ikan” kata saya. “Mengapa bukan anak kodok?” tanyanya memastikan bahwa jawaban saya benar. “Anak kodok bentuknya bulat berekor dengan warna lebih gelap.. Anak ikan lebih langsing dan warnanya biasanya lebih terang. Mudah dibedakan.Yang agak mirip adalah antara anak kodok dengan anak lele. Itupun masih bisa dibedakan dari ekornya.Ekor anak kodok lebih kaku sedangkan ekor anak lele lebih gemulai. Selain itu anak lele juga sudah punya calon kumis” Jelas saya.  Sambil mengudek-udek ke dalam kolam mencoba menemukan anak kodok  atau anak lele yang saya maksudkan sebagai pembuktian. Anak saya memandang saya dengan heran. “Darimana mama tahu?” tanyanya. Saya tertawa.

Senang melihat matanya yang besar membelalak. Saat seumur dia, saya suka mengubek-ubek air kolam dan selokan. Mengamati dan membanding-bandingkan berbagai bentuk mahluk hidup yang ada di situ. Dan setelah beberapa waktu, menemukan bahwa mahluk yang bentuknya begini akan menjadi ikan. Yang bentuk dan warnanya begitu akan menjadi lele. Yang mirip begini akan menjadi kodok . Dan sebagainya.  Sayapun menjelaskan kepada anak saya hasil pengamatan terhadap mahluk mungil dalam gelas plastik itu. Ia terlihat senang dengan penjelasan saya.

Saya pikir itu serupa dengan pertanyaan tentang bagaimana kita tahu bahwa bibit tanaman ini akan menghasilkan bunga berwarna ungu dan bukan warna kuning? Padahal saat itu tanaman sedang tidak berbunga. Secara umum kita tahu bahwa beberapa jenis tanaman tertentu hanya menghasilkan warna bunga tertentu saja. Jika jenis tanaman itu mungkin menghasilkan beberapa jenis warna, maka warna batang ataupun tajuknya cukup membantu kita mengetahui warna bunga yang kelak akan muncul. Contoh sederhananya, bunga Lotus Putih akan dihasilkan oleh tajuk bunga yang berwana pucat kehijauan. Sedangkan bunga Lotus Pink akan dihasilkan oleh tajuk bunga yang berwarna hijau gelap.  Semuanya berkaitan dengan jenis pigment di dalam tumbuhan tersebut. Ketika kita menjelaskan perkiraan kita dengan mengaitkannya dengan fakta yang ada,  maka pendengar umumnya lebih mudah teryakinkan.

Melakukan interpretasi tentang sesuatu, sangat membantu dalam memberi penjelasan dengan lebih baik kepada anak-anak. Terutama ketika kita tidak tahu persis secara instant mengenai hal yang sedang maupun akan terjadi, namun masih bisa melihat bentuk maupun symbol yang memberi petunjuk. Seperti yang terjadi dengan anak ikan dan anak kodok itu. Tentu saja, di umur itu tidak terlalu jelas bahwa mahluk mungil itu adalah ikan. Tapi bentuk tubuhnya, siripnya, warnanya serta gerakannya menunjukkan bahwa itu adalah anak ikan. Demikian juga terhadap kuncup Lotus Pink dan Putih itu. Di tahap itu, memang kita tidak bisa melihat bunganya. Tapi warna tajuknya cukup memberi petunjuk bagi kita untuk menjelaskan warna bunga itu.

Anak-anak penuh dengan ‘curiousity’. Keingin-tahuan tentang segala hal. Anak-anak selalu bertanya ini dan itu. Serta sering mempertanyakan kembali kebenaran jawaban kita. Men’challenge’ segala hal,  seolah merupakan keharusan baginya.  Sebagai orang tua kita perlu  berusaha membantu dengan melakukan analisa dan interpretasi yang sebaik-baiknya terhadap segala hal yang menarik perhatiannya.

 Dengan melakukan pengamatan terhadap bentuk-bentuk dan symbol yang tersedia maka kita bisa menterjemahkannya menjadi sebuah penjelasan yang sesuai.  Interpretasi membantu kita untuk memastikan apa yang kita pikirkan atau asumsikan sejalan dengan data-data yang ada. Tentu saja analisa  dan interpretasi seperti ini mungkin menghasilkan error juga. Tapi probabilitas errornya tentu sangat kecil dibandingkan jika kita  asal menjawab tanpa melakukan analisa dan interpetasi sama sekali.

Analisa dan interpretasi. Dua hal yang cukup sering kita lakukan, bukan saja saat harus memberi penjelasan kepada anak-anak, namun juga dalam kejadian shari-hari. Interpretasi banyak dilakukan oleh kaum pencinta seni terhadap karya seni yang sedang diamatinya. Sehingga penjelasan yang ia berikan dari hasil pengamatannya terhadap benda seni itu, cukup membantu memberikan gambaran bagi orang lain akan makna serta nilai yang terkandung di dalamnya. Juga oleh peneliti, interpretasi banyak dilakukan  dalam rangka menjelaskan hasil penemuannya sehingga orang awam bisa menangkap hasil penemuan itu dengan lebih mudah.

Kita menginterpretasikan segala hal yang kita alami dengan indera kita.Segala yang kita lihat, kita dengar, kita raba, kita kecap, kita cium dan kita rasakan. Dengan demikian,maka kisahpun ada. Dan dunia menjadi penuh warna.

8 responses »

  1. membiasakan anak untuk kritis adalah sebuah pendidikan. menganalisa dr pengumpulan data slanjutnya menginteprestasikan adlah tindakan ilmiah. dan ini sungguh mencerdaskan si anak.

    • Terimakasih Bu Min.Semoga saya bisa mendidik anak saya dengan baik..Apa kabar Bu? Sudah lama ya saya tidak bisa berkunjung ke blognya Bu Mintarsih. Kok disebutkan kalau blognya not available any longer ya? Ganti blog ya Bu?

      O ya.. Selamat Hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir bathin ya Bu..

      • he he iya bu ada insiden kecil akhirnya blog mintarsih3 saya hapus. tetapi masih aktif baca-baca blog secara diam-diam . Andai banyak ibu yang peduli mendidik anaknya seperti Bu Made Indonesia akan dipenuhi oleh generasi berwawasan dewasa. semangat dan sukses selalu Bu tuk mendidik anak-anak.

        saya juga mohon maaf bila ada salah-salah kata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s