Daily Archives: August 31, 2012

Balinese Traditional Painting at Songan: Art, Nature And Spirituality.

Standard

Menyimak lebih jauh karya lukis Jro Mangku Kuat.

Berdiri beberapa saat di hadapan lukisan-lukisan karya Jro Mangku Ketut Kuat di bengkel seninya yang terletak di lembah Hulun Danu Batur di desa Songan, Kecamatan Kintamani di  Bangli, saya merasakan keindahan dan kedamaian dan juga sekaligus gejolak energy yang berbeda-beda dari satu lukisan ke lukisan yang lainnya.

Seperti halnya sebagian besar goresan tangan di atas kanvas di Bali, lukisan Jro Mangku Kuat memiliki gaya lukis yang tidak jauh-jauh dari aliran besar induknya yakni gaya lukisan tradisional Bali. Banyak mengambil thema-thema keseharian kehidupan yang penuh seni di Bali (misalnya tari Jauk, topeng, wanita Bali, dsb) serta legenda-legenda yang hidup di kalangan masyarakat Bali seperti misalnya kisah Sang Hyang Ratih dan Kala Rau, Dewi Sitha, dsb. Demikian juga pattern-pattern lukis yang digunakan, teknik pewarnaan dan jenis-jenis spektrum warna yang digunakan, serta pemanfaatan bidang dan ruangnya, banyak menggunakan  standard gaya yang digunakan pada lukisan-lukisan tradisional Bali lainnya. Itulah sebabnya, mengapa jika kita pandang sepintas lalu, kita akan melihat karya lukisan-lukisan ini hanya sebagai “just another traditional Balinese paintings”. Seni yang sudah terpolakan mengikuti standard keindahan yang berlaku sejak jaman dulu kala di Bali. Read the rest of this entry

Jro Mangku Kuat, Pelukis Traditional di Hulun Danu Batur di Songan.

Standard

Jika kita menelusuri jalanan yang melintas batu-batu cadas di tepian danau Batur sampai ujungnya habis di desa Songan, Kintamani di Kabupaten Bangli,  maka kita akan berhenti di halaman sebuah pura Kahyangan Jagat yang sangat penting keberadaannya di Bali, yakni Pura Hulundanu.  Berbagai kalangan masyarakat dari segala penjuru Bali berbondong-bondong datang untuk melakukan persembahyangan di sana.

Pura Hulundanu itu sendiri berlokasi di  sebuah lembah di hulu danau Batur sesuai dengan namanya yakni; hulun (hulu) dan danu (danau). Lembah  yang indah itu dipagari oleh bukit yang sangat hijau oleh pepohonan yang sangat subur bahkan dimusim kemarau. Hanya beberapa ratus meter jaraknya dari tepi danau. Sehingga jika kita berdiri di halaman Pura itu, kita bisa memandang ke arah danau yang indah itu dengan leluasa. Tidak heran, tempat itupun menjadi  tujuan para pelancong juga, selain masyarakat yang memang datang untuk melakukan persembahyangan. Read the rest of this entry