Balinese Traditional Painting at Songan: Art, Nature And Spirituality.

Standard

Menyimak lebih jauh karya lukis Jro Mangku Kuat.

Berdiri beberapa saat di hadapan lukisan-lukisan karya Jro Mangku Ketut Kuat di bengkel seninya yang terletak di lembah Hulun Danu Batur di desa Songan, Kecamatan Kintamani di  Bangli, saya merasakan keindahan dan kedamaian dan juga sekaligus gejolak energy yang berbeda-beda dari satu lukisan ke lukisan yang lainnya.

Seperti halnya sebagian besar goresan tangan di atas kanvas di Bali, lukisan Jro Mangku Kuat memiliki gaya lukis yang tidak jauh-jauh dari aliran besar induknya yakni gaya lukisan tradisional Bali. Banyak mengambil thema-thema keseharian kehidupan yang penuh seni di Bali (misalnya tari Jauk, topeng, wanita Bali, dsb) serta legenda-legenda yang hidup di kalangan masyarakat Bali seperti misalnya kisah Sang Hyang Ratih dan Kala Rau, Dewi Sitha, dsb. Demikian juga pattern-pattern lukis yang digunakan, teknik pewarnaan dan jenis-jenis spektrum warna yang digunakan, serta pemanfaatan bidang dan ruangnya, banyak menggunakan  standard gaya yang digunakan pada lukisan-lukisan tradisional Bali lainnya. Itulah sebabnya, mengapa jika kita pandang sepintas lalu, kita akan melihat karya lukisan-lukisan ini hanya sebagai “just another traditional Balinese paintings”. Seni yang sudah terpolakan mengikuti standard keindahan yang berlaku sejak jaman dulu kala di Bali.

Namun jika kita teliti lebih mendalam, ternyata lukisan Jro Mangku  juga banyak mengambil latar belakang bentang alam  Kintamani yang elok dan permai, yang membuatnya tampak berbeda dengan lukisan-lukisan di area Selatan. Alam yang indah penuh dengan bebukitan, lembah, gunung Batur dan Danau Batur, tempat di mana Sang Pelukis berdomisili banyak mempengaruhi hasil karyanya.

Demikian juga aktifitas keseharian dan ritual yang dilakukan penduduk di Kaldera gunung api purba itu, sedikit berbeda dengan aktifitas penduduk di daerah Bali selatan, yang tentunya juga ikut memberikan unsur-unsur pembeda terhadap lukisan-luksian Jro Mangku.

Seniman bekerja dengan inspirasi. Dan inspirasi banyak datang dari imajinasi, perenungan, pengalaman serta interaksi. Entah disadari atau tidak, hal yang terasa sangat kuat mempengaruhi karya lukis Jro Mangku adalah pengalaman spiritualnya sebagai seorang pemangku di Hulun Danu Batur. Banyak pengalaman dan perjalanan bathin serta pesan-pesan yang hadir lewat mimpi pun mengalir lewat kwas di tangannya. Oleh karena itu tidak heran jika kita melihat image dari Dewi Danu yang diyakini sebagai penguasa di Danau Batur ada di dalam lukisan Jro Mangku. Demikian juga jika kita melihat sebuah lukisan yang berjudul “Bebangkit” yang menggambarkan sebuah perjalanan spiritual dalam mencapai pencerahan diri. Dan sebagainya. Hal ini tidak saja membuat lukisan Jro Mangku hanya sekedar berbeda. Namun juga terasa istimewa karena sentuhan spiritualnya. Lukisannya memiliki energy yang berbeda. Kalau orang Bali mengatakan “taksu”nya berbeda.

Gaya lukis mungkin saja bisa serupa,namun energy penciptaan yang mengalir lewat senimannya sungguh sangat berbeda.

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s