Perhiasan Lapis Emas Dari Undisan, Tembuku di Bangli II.

Standard

Perhiasan tradisional Bali pada umumnya didesign dan dibuat oleh para Pande, yakni salah satu marga dalam masyarakat Bali yang secara turun temurun berprofesi sebagai perajin logam (emas perak, tembaga, kuningan, besi , baja – hasilnya berupa perhiasan, senjata tajam seperti pisau, keris, mata tombak dsb). Saya sangat senang memperhatikan proses pembuatannya. Barangkali semuanya itu terjadi mengikuti naluri alami saya, karena kebetulan ibu saya berasal dari marga Pande ini. Oleh karena itu,ketika berkunjung ke desa Undisan, di kecamatan Tembuku di Bangli,  maka sayapun tertarik dengan obrolan berkenaan proses pembuatan perhiasan lapis emas yang diproduksi di sana, serta design dan motif-motif ukir yang digunakannya.

Perhiasan ini pada dasarnya terbuat dari bahan lempengan kuningan, di design dan diukir sedemikian rupa, lalu dilapis dengan perak dan dikeringkan. Berikutnya jika ingin mendapatkan perhiasan dengan warna kuning emas, maka dilapis kembali dengan emas murni 24 Karat yang dikenal sebagai proses penyepuhan. Berikutnya beberapa lempengan kuningan yang sudah diukir dan disepuh dengan emas ini dilapis dengan bahan beludru untuk memberikan background yang membuat perhiasan ini semakin terlihat nyata dan berkilau. Keseluruhan proses produksi dari sebuah perhiasan ini bisa memakan waktu 4-5 hari.  Untuk jenis-jenis perhiasan tertentu seperti  mahkota pengantin, tentu masih membutuhkan waktu tambahan lagi guna membuat komponen-komponennya yang banyak dan kompleks serta merakitnya satu persatu.

Sirkam  Hias adalah salah satu perhiasan rambut yang belakangan ini sedang trend di kalangan penata rambut di Bali. Jika kita perhatikan tata rambut para remaja di acara-acara tertentu maupun di foto-foto pre-wedding dengan gaya Bali, kebanyakan diantaranya memanfaatkan sirkam hias ini sebagai ornament pendukung tata rambut. Sirkam hias dibuat dengan berbagai macam design. Kebanyakan memanfaatkan motif flora, daun serta sulur-sulur dan beberapa diantaranya juga dimodifikasi dengan memanfaatkan batu permata berbagai warna yang membuat keseluruhan penampilan sirkam hias ini menjadi terlihat indah rupawan.

Perhiasan rambut lainnya adalah Gelung atau mahkota yang digunakan dalam upacara pernikahan baik untuk pria maupun untuk wanita. Gelung Agung untuk pria ini kalau kita perhatikan sebenarnya terbuat dari beberapa komponen yang cukup kompleks juga berupa komponen petitis di bagian depan, penutup telinga, beberapa lembar lapis bagian belakang dan paruh garuda. Selain itu mahkota juga memiliki komponen rangkaian bunga sandat lapis emas,  barisan semanggi serta cucuk.

Untuk payas madya, juga terdapat mahkota berupa udeng yang lebih sederhana. Untuk wanita, karena bunga menempati porsi yang utama,  maka pada dasarnya hiasan kepala hanya terdiri atas mahkota sederhana di bagian depan yang disebut petitis kemudian dihias dengan bunga sandat emas sebanyak 21 buah atau 25 buah, deretan semanggi emas dan  2 pucuk.

Bunga Emas,  dibuat dengan cara sedikit berbeda dimana lempengan kuningan  yang umumnya memiliki ketebalan 0.2 mm diketok terlebih dahulu hingga sangat tipis dan lentur, namun masih cukup kuat dan tidak rapuh untuk dibentuk dan dirakit dengan menggunakan kawat.

Perhiasan lainnya yang pada prinsipnya memiliki proses pembuatan yang sama adalah kalung alias badong  yang digunakan untuk menghias leher pengantin dan gelang kana untuk menghias lengan dan pegelangan tangan serta bross, penghias kebaya.  Semua perhiasan ini biasanya langsung dikirimkan ke luar daerah.

Walaupun tidak ada hubungan keluarga maupun urusan bisnis dengan saya, entah kenapa saya merasa sangat senang dan bangga sekali bisa melihat berbagai industri skala rumah tangga yang ada di Bangli, termasuk kerajinan perhiasan lapis emas di desa Undisan ini. Yang mana dengan adanya industri–industri kecil ini telah dengan sukses bisa memberdayakan masyarakat pedesaan. Baik pria maupun wanita tetap bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan  tanpa harus meninggalkan kampung halamannya.

3 responses »

  1. wow menakjubkan made….. hasil kerajinanya…
    kalau di setiap desa ada sumber mata pencaharian pasti akan mengurangi para kawula muda untuk meninggalakan desa menuju kota… karena toh tujuan ke kota juga sama, mencari penghasilan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s