Do Something!!!!! Anything!.

Standard

Saya sangat suka serial Harry Potter. Barangkali karena  serial ini bisa mengajak kita untuk sejenak melupakan rutinitas kehidupan sehari-hari untuk ikut terbang bersama khayalan J.K. Rowling ke dunia sihir . Karenanya, saya  menonton dan membaca semua seri Harry Potter ini  sampai habis.  Saya juga suka menonton bareng anak-anak saya. Banyak yang saya sukai.  Tokoh Hermione Granger – murid perempuan yang cantik dan paling pintar di sekolah, Professor Albus Dumbledore – Sang Kepala Sekolah sihir Hogwart yang bijaksana, Professor Minerva McGonagall – wali asrama Gryffindor yang galak dan tegas namun keibuan, dan sebagainya – dan tentu saja tokoh utama Harry Potter yang pemberani itu. Selain tokoh-tokohnya yang menarik, alur cerita dan beberapa adegannya juga sangat memikat hati saya.

Salah satu yang saya sukai adalah adegan saat Harry Potter dan Ron Weasley berkelahi dengan Troll di toilet saat berusaha menolong Hermione dalam buku pertamanya Harry Potter And The Sorcerer’s Stone.  Diceritakan bahwa Harry Potter dengan gagah berani menyerang Troll –mahluk raksasa dengan kekuatan yang hebat namun memiliki otak hanya sebesar kacang ijo. Namun rupanya  tanpa sengaja tongkat sihirnya nyangkut di lubang hidung Troll dan Trollpun tambah marah dan  seketika mengayun-ayunkan Harry Potter dengan kaki diatas dan kepala di bawah. Ia meminta tolong teman-temannya agar melakukan sesuatu, daripada hanya sekedar bengong menonton Do Something!!! teriaknya. Ron masih kebingungan “What??” katanya, sementara Troll semakin ganas mengayun dan memukul Harry Potter. “Anything!!!” jawab Harry Potter. Saya suka banget dengan fragmen itu.  Teriakan yang akhirnya membuat Ron berbuat sesuatu dan terpaksa pintar melakukan mantra “ Winggardium leviosa”. Akibat mantra yang diucapkan Ron ini,maka gada pemukul milik Troll itupun melayang dan malah memukul kepala Troll itu sampai pingsan sendiri. Mereka bertigapun  akhirnya selamat.

Yang ingin saya highlight dari adegan film ini adalah ajakan yang sangat  penting sekali , yaitu “Do Something!”. Saya merasa hal ini sangat penting terutama jika mengingat bahwa banyak sekali   punya rencana yang baik,namun rencana hanya tetap tinggal rencana.  Hanya sebatas angan-angan saja. Tanpa berhasil dilakukan. Rencana mau lari pagi minimal 15 menit sehari, tak kesampaian. Pernah rajin sekitar seminggu dua minggu, setelah itu entah kenapa kok rasanya malas lagi untuk memulai. Berjanji pada diri sendiri untuk membebaskan diri dari karbohydrat setiap makan malam  juga sama riwayatnya. Berhasil hanya seminggu setelah itu lupa lagi. Kandas di tengah jalan. Walhasil berat badan saya tidak turu-turun.

 Namun rupanya saya tidak sendirian yang belum berhasil mengeksekusi rencana dengan baik.  Sahabat saya bercerita bahwa ia berencana akan  hidup sehat dengan mengikuti proggram dari sebuah produk kesehatan, namun ia tak berhasil disiplin juga. Pada akhir hari ia berkata kepada saya “ Kamu dan aku  sama. Kita memiliki banyak sekali rencana-rencana yang baik.  Namun tak satupun yang  berhasil kita jalani dengan sukses!”.  Ha ha ha.. ternyata sami mawon, mas!.  Saya merasa agak terhibur sedikit. Setidaknya tidak sendirian yang berbakat menjadi “Good Dreamer, Bad Executor”.

Nah beginilah kalau hidup hanya di alam angan-angan dan berhenti hanya sampai di situ. Sukses tidak ditentukan oleh hanya dreaming dan planning saja. Kesuksesan membutuhkan “Action” yang baik dari sebuah rencana yang baik. Jadi sudah saatnya saya harus belajar lebih banyak lagi untuk mengeksekusi dengan baik.  Do It!. Toh impian yang indah sudah banyak di dalam kepala. Rencana yang baik sudah banyak di atas kertas. Hanya butuh mengeksekusi saja untuk mewujudkannya.

Mimpi jadi orang kaya, tapi tidak mau menyingsingkan lengan baju sedikitpun juga – tentu tidak akan sukses. Pengan sehat, tapi tidak mau berolahraga dan mengatur diet- tentu sulit juga.  Wah! Jadi malu pada diri sendiri. Saya harus lebih menyemangati diri saya sendiri lagi untuk melakukan sesuatu!   Lakukan sesuatu!!! Bukan hanya sekedar me”mimpikan sesuatu”. Seperti kata Harry potter “ Do Something!!!!. Anything!!!”. Tentunya  anything yang positive.

10 responses »

  1. waah saya juga suka adegan dan dialog itu. dalam keadaan terdesak ron berhasil merapalkan mantera itu dengan baik. mungkin kita juga harus sedikit mendesak diri kita untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik.

  2. Makanya saya juga jarang berangan-angan mbak. Lebih baik langsung bergerak saat itu juga. Meskipun berangan-angan sendiri juga tidak salah. Mungkin karena itu saya juga tidak suka pada orang galau, yang kerjanya hanya “meratapi” hidup dan nasibnya, tanpa berbuat sesuatu yang real untuk mengatasinya. Kalau saya boleh pujikan sahabat saya meskipun dia akhirnya tidak bisa menikah krn tidak direstui oleh pihak keluarga yang laki, hanya “menangis” dua hari saja, sesudah itu BANGKIT dan bekerja terus, meskipun tentu tidak lupa kesedihannya.
    So, Jangan galau, DO SOMETHING! hehehe

  3. untuk do something itu paling tidak ada ‘benih’ yang sudah tertanam / sengaja ditanam di bawah sadar. kalo sama sekali tidak ada, jangan harap ada do something

    kalo benihnya sudah membesar dan menjadi mindset, do something yang awalnya terdengar spt paksaan akan menjadi habbit. habbit akan membentuk karakter dan karakter menjadi budaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s