Hari Ini, 12 Tahun Yang Lalu Anakku Lahir.

Standard

Hari ini ulang tahun Andri (saya suka memanggilnya Andrei), anak saya yang besar. Tidak terasa telah dua belas tahun lamanya saya menjadi seorang ibu baginya. Anak yang akhirnya hadir setelah bertahun-tahun saya menikah dan menunggu. Pada hari ulang tahunnya kali ini, saya ingin mengkilas balik beberapa kenangan yang mengesankan bersamanya.

Bagaimana Andri lahir? – Usia O.

Andri lahir pada suatu malam tanpa direncanakan. Ketika itu saya mengunjungi dokter  yang menangani kehamilan saya di Rumah Sakit International Bintaro. Hanya sebuah kunjungan rutin biasa. Namun begitu memeriksa kesehatan saya, malam itu juga dokter mengambil keputusan untuk membantu saya melakukan persalinan melalui bedah caesar.Terkejut dan sedih juga sebenarnya, karena saya masih berharap bisa melahirkan dengan normal. Apa boleh buat. Saat itu usia saya sudah menginjak 35. Terlalu tua untuk melahirkan bayi pertama dan saya mengalami Eclampsia. Membutuhkan waktu lebih dari sebulan hingga saya mampu melakukan aktifitas dengan normal kembali. Begitulah caranya ia hadir ke dunia.

Andri Dan Kata Pertamanya – Usia 6 Bulan.

Ketika berumur enam bulan, Andri tiba-tiba mulai berbicara.  Sangat mengejutkan. Rata-rata bayi seumur itu belum ada yang bisa bicara. Sayangnya, kata pertama yang bisa ia ucapkan adalah “Papa”, dan bukan  ‘Mama’. Tentu saja ini membuat hati saya murung dan cemburu. Saya membesarkannya dalam kandungan saya. Menyusuinya, merawatnya siang dan malam dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Selalu meletakkannya di dada saya, agar ia bisa mendengarkan detak jantung saya dan saya bisa mendengarkan detak jantungnya. Bagaimana mungkin ia bisa memanggil kata “Papa”terlebih dahulu ??.Oh, betapa tidak adilnya dunia ini!!!!.

Belakangan saya baru mengerti hikmahnya. Karena kata pertama yang dikuasainya adalah “Papa”, maka kata tanya pertama yang ia tahu adalah “Apa?” yang terdengar serupa dengan kata ‘Papa’. Karenanya ia selalu sibuk menanyakan segala sesuatu yang berada di sekitarnya dengan kata “Apa? Apa? Apa?”. Dan ia tidak berhenti bertanya ‘Apa’ sampai ia puas dan paham. Jika ia belum puas dan belum bisa menghapalkannya maka pertanyaan “Apa? Apa? Apa?” itupun akan diulangnya berkali-kali. Ini sangat menguntungkan dari sisi peningkatan vocabulary dan eksplorasi pengetahuannya. Dalam waktu singkat ia sudah menguasai banyak hal.

Dari pengamatan, belakangan saya tahu, rupanya bayi yang mengenal kata “Mama” terlebih dahulu, cenderung akan mengenal kata tanya pertama “Mana? Mana? Mana?” dan bukan “Apa? Apa? Apa?”. Karena kata ‘Mana’ suaranya lebih mirip ‘Mama’, sedangkan kata ‘Apa’ suaranya lebih mirip ‘Papa’. Tentu saja eksplorasi jauh lebih mudah dan lebih banyak bisa didapatkan jika dilakukan dengan kata tanya “Apa” dibandingkan dengan kata tanya “Mana?”. Rasa iri hati saya pada suami saya seketika hilang dengan fakta ini.  Saya malah menganjurkan 1st experience mums untuk mengajarkan anaknya kata “Papa” terlebih dahulu dari pada kata “Mama”.

Andri Dan Romantisme –Usia 5 Tahun

Andri sangat baik dan romantis. Sejak kecil jika berjalan sore-sore dengan susternya, ia sering memetik bunga yang ia temui di jalan untuk diberikannya kepada saya. Bunga apa saja. Terkadang bahkan bunga rumput. Andri juga selalu menghadiahi saya ciuman dan terkadang menulis surat untuk saya. Saya masih menyimpan sebuah suratnya yang ia tulis sekitar tahun 2005, ketika baru belajar menulis. Hanya satu lembar kertas yang isinya:

1.      Mama love.

2.      Semoga bayit-bayit (maksudnya Semoga baik-baik).

3.      Di kator kerja ya (maksudnya menyuruh agar saya bekerja di kantor)

4.      Semo mama suses (maksudnya Semoga mama sukses)

5.      Mama hati-hati.

Oh, betapa menyentuhnya. Mata saya sering berkaca-kaca terharu membaca suratnya itu. Dan hingga kinipun ia tetap sangat manis dan penuh perhatian kepada saya.

Andri Dan KDRT Serta Perlindungan Anak – Usia 9 atau 10 tahun

Suatu hari saat ia duduk di bangku kelas 4 atau 5 SD (saya lupa) . Esok harinya akan ada ulangan PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). Saya tidak melihat Andri belajar sama sekali. Saya suruh belajar, ia hanya menjawab “Sebentar,Ma”  dan tetap bermain.  Berkali-kali saya suruh. Ia tetap memilih bermain bersama anak tetangga. Karena khawatir akan nilainya yang mungkin buruk jika tidak belajar, maka saya pun menegurnya dan setengah memaksanya untuk berhenti bermain.  Akhirnya Andri berhenti bermain “Mama, memaksa anak untuk selalu belajar adalah salah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan itu tidak selalu berarti kekerasan fisik lho, Ma. Pemaksaan belajar seperti inipun kekerasan juga. Karena anak pun sebenarnya punya hak untuk bermain.” katanya.  “Dan itu melanggar Undang-Undang nomer 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga”. katanya.  Belum sempat saya menjawab, ia mengkuliahi saya lagi “Dan itu juga  melanggar Undang-Undang Nomer 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak”. Sungguh saya  speechless & heran olehnya. Akhirnya saya mengerti bahwa ia tak perlu saya paksa untuk belajar lagi. Karena topik yang akan ditest dalam ulangan PKN besoknya adalah mengenai Undang-Undang Perlindungan Anak Dan KDRT. Dan ia sudah menguasainya. Bahkan hapal dengan jumlah pasal dan ayat-ayatnya.

Andri Dan Mariah Carey – usia 10 tahun.

Suatu sore saya melihat Andri sedang melihat ke layar televisi dengan serius. Ia memanggil saya “Hey mum, look at this beautiful lady! “. (sambil nunjuk ke seorang wanita cantik di TV). Saya mendekat. Rupanya Mariah Carey. “She is so pretty. Look like you, mum. Imagine if you were thinner, having blonde hair and a little younger….. “. Aduuh Andri! What is the maksud?????

Tentu saja masih banyak hal menyenangkan lain yang saya lalui bersama Andri yang tidak bisa saya tuliskan semuanya. Namun satu hal yang saya pikir, anak-anak memiliki alam pikirnya sendiri, dan saya tak punya hak untuk mem-‘brainwash’ alam pikirnya dengan alam pikir saya.  Paling banter yang bisa saya lakukan adalah mengekspose pikiran saya. Itupun kalau diterima. Maka saya biarkan mereka menjelajahi dunianya dan menemukan makna kehidupannya sendiri.

Setiap hari semenjak ia lahir, ia selalu membawa kebahagiaan bagi hati saya. Tidak bisa saya bayangkan bagaimana jadinya hidup saya tanpa dirinya. Happy Birthday, my beloved son!

25 responses »

  1. Rata2 untuk panggilan pertama dari seorang anak itu “papa”, “bapak”, “ayah”. .
    Idah punya ponakna tiga pun kata pertama yang keluar adalah kata2 tersebut.

    hihihi, lucu juga ya, Bun.
    Padahal yang melahirkan seorang Ibu lho.🙂

    Selamat ulang tahun Andrei Manis. . ,😉
    Barokallohu fii umriik. . ^_*

  2. Teman-teman semua, terimakasih banyak atas ucapan dan doanya untuk Andri di hari ulang tahunnya yang ke dua belas ya. Semoha kebahagiaan dan hal-hal yang menyenangkan juga dilimpahkan olehNYA kepada teman-teman semua..

  3. Waaah Andri hebat! Bisa hafal peraturan begitu dan langsung dipraktekkan ya. Happy birthday ya…
    Anak saya juga semua duluan bilang papa daripada mama. Padahal dalam bahasa Jepang tidak ada kata “apa?” hehehe.
    Andri sejak kecil diajarkan bahasa Inggris ya mbak? Jago banget bahasanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s