Bandar Lampung : Bukit Kunyit Yang Putih Berkilau.

Standard

Bagi siapa saja yang pertama kalinya menginjakkan kaki di Bandar Lampung, tentu akan terperangah melihat pemandangan tidak biasa sebuah bukit di daerah Teluk Betung yang oleh penduduk setempat disebut sebagai Bukit Kunyit. Bukit batu kapur itu tampak berbeda dari bukit-bukit yang lainnya karena bentuk dan tampilannya. Dari kejauhan, sebagian punggung bukit itu tampak tergerus memperlihatkan isi perutnya yang putih bersih berkilau. Terang ditimpa cahaya matahari pagi. Sangat indah dengan latar belakang bukit-bukit lain yang tampak hijau abu-abu di kejauhan,laut biru dan langit biru yang cerah.  Memandangnya membuat kita serasa sedang berada di negara antah berantah yang memiliki pemandangan bukit-bukit putih karena salju. Tapi pemandangan ini kita lihat nyata di Indonesia. Di Lampung.Karena keindahan dan keunikannya, sayapun mengambil foto bukit ini berkali-kali. Memandangnya dan mengagumi keindahan komposisi warnanya.

Ketika kebetulan lewat di dekatnya, saya pun mengambil gambar bukit itu kembali. Kali ini dari dekat dengan menggunakan lensa normal. Dari dekat, detail bukit ini tampak lebih jelas. Warnanya tidak lagi terlihat putih bersih, namun bercampur coklat kekuningan. Pohon-pohon di sekelilingnya tampak gersang, kering kerontang dan bahkan sebagian mati. Batu-batu hasil penambangan liar tampak bergelimpangan di sana-sini. Jika dilihat dari jarak dekat seperti ini, sekarang tidak ada lagi keindahan yang tersisa.  Kemarau panjang yang memanggang dan penggalian telah merusak bukit yang konon dulunya sangat luas ini.

Menurut teman saya yang memang lahir dan besar di Lampung, pengikisan bukit itu sudah dilakukan sejak lama sekali. Bahkan semenjak ia kecil.  Menurut iformasi lain, dulunya bukit ini sangat luas. Saking luasnya bahkan hingga menjorok ke pantai.  Karena lokasi dan ketinggiannya, bukit ini dulunya berfungsi sebagai benteng alam yang melindungi Bandar Lampung dari tsunami besar saat Gunung Krakatau meledak tahun 1883 ini.  Sekarang paling tinggal hanya sekitar 30%nya saja. Oh, sayang sekali ya.  Saya merasa sangat sedih mengetahui cerita itu. Semoga ada pihak yang perhatian dan mengambil tindakan penyelamatan lingkungan ini tanpa mengabaikan masalah sosial yang ada.

Tadinya apa yang kita lihat indah rupawan dari kejauhan, ternyata menyimpan cerita yang menyedihkan ketika kita tahu lebih dekat. Jadi teringat akan sebuah sesonggan (peribahasa) Bali yang mengatakan “Buka bukite, johin katon rawit” .   Terjemahannya ‘ Ibaratnya bukit, dari kejauhan tampak indah’.  Semua bukit selalu tampak indah dan rapi dari jauh. Namun, ketika kita dekati,  bukit yang terlihat indah itu ternyata memiliki jurang yang dalam, dinding yang terjal, semak belukar yang berduri, permukaan yang bopeng dan sebagainya yang tak tampak ketika kita melihatnya dari kejauhan.

Demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak hal yang kita pikir mudah, ternyata ketika kita pahami dan kerjakan dengan detail ternyata tidak semudah apa yang kita pikir sebelumnya. Demikian juga apa yang kita pikir sebagai sebuah kehidupan yang enak. Belum tentu seenak apa yang kita bayangkan. Kita menyangka kehidupan teman kita A itu sungguh sangat enak, namun begiti kita mengetahuinya lebih lanjut ternyata barangkali lebih tidak enak daripada kehidupan yang kita jalani.

Serupa dengan Bukit Kunyit yang tampak indah putih berkilau  dari kejauhan ini. Setelah kita dekati, ternyata menyimpan berbagai pemandangan dan cerita yang memprihatinkan juga.

 

24 responses »

  1. Ntah ya mbak, mungkin karena aku lebih suka bukit berwarna (hijau atau coklat atau merah waktu autumn), lalu punya kesadaran bahwa Indonesia negara panas, maka aku tidak suka melihat bukit yang memutih begitu, rasanya ngenes gitu. Kayaknya di Bali aku pernah lihat tapi kurang tau daerah mana, dan itu sudah 13 th yang lalu. Kalau lihat dari foto sih memang indah ya mbak.
    Dan ya kehidupan manusia sering seperti itu ya mbak.

    • Ya.. kalau dilihat dari foto – bentuk dan warnanya yang putih bersih memang kelihatan indah ,Mbak. Cuma ketika kita menyadari bahwa warna putih itu adalah batuan yang merupakan isi perut bukit yang terkelupas, memang mengenaskan sekali rasanya melihat. apalagi kalau dari dekat. Sedih ngelihatnya.

      Kalau di Bali, saya rasa itu di Bukit Jimbaran, Mbak. Bukit batu karang yang juga dirambah demi pembangunan. Kelihatan memutih dan gersang.

  2. foto2nya keren mas Dani…iya ya Mas, segala sesuatu kalau dilihat dr jauh tampak cantik, tp kalau dr dekat hancur ..dulu orang bilang perempuan cantik bak rembulan. kalo sekarang waduh bisa dihajar hehe…

  3. dari hotel motonya ya mbak…
    keindahan yang ironis ya………akibat eksploitasi berlebihan..
    aku juga tertarik dengan bukit itu …sama lagi …hanya karena pakai hape ..fotonya buram banget..

  4. Haha..maaf sangat Mb Dani. maklum lg kecapen melayani pelanggan. aku pikir td mengomentari Mas Dani Kurniawan. Haha..aku jd sakit perut..ini browsing dr hp Mb Dani, layarnya sempit, cuma konsentrasi pd tulisan, jd tragedi deh..maaf ya Mbak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s