Mencari Sahabat Lama.

Standard

Sekembalinya dari melakukan perjalanan beberapa hari di luar kota, saya baru  berkesempatan lagi melihat blog saya dan melakukan blog-walking. Wadow… saya mendapatkan tugas dari sahabat blogger saya SEKAR LANGIT untuk menulis postingan berkaitan dengan  “Mencari Sahabat Lama”.  Dengan persyaratan yang harus saya penuhi sebagai berikut:

1. Tulisan harus berjudul “Mencari Sahabat Lama”.

2. Tulisan bertujuan untuk mencari sahabat lama.

3. Menuliskan 8 sahabat lama yang sedang atau ingin dicari.

4. Sertakan deskripsi sederhana tentang sahabat yang dicari.

5. Tuliskan 8 aturan ini di awal tulisan.

6. Tunjuk 8 teman blog  untuk direkomendasikan menuliskan posting serupa.

7. Teman yang direkomendasikan boleh menuliskan posting serupa atau tidak menuliskannya.

8. Tulisan tidak boleh bertujuan untuk mendapatkan backlink.

Terus terang ini baru pertama kalinya saya menuliskan postingan tugas berantai dari blogger lain. Mudah-mudahan tidak mengecewakan. Saya mencoba mengingat-ingat para sahabat lama yang pernah mengisi penggalan hidup saya, yang sekarang entah dimana keberadaannya. Berharap suatu hari mereka membaca tulisan saya dan menemukan saya kembali. Delapan Sahabat Hilang dari masa kecil saya di Bali yang ingin saya temui kembali adalah:

1. Putu Purwanti-darinya saya belajar tentang Kelembutan Hati dan Kasih Sayang.

Sahabat karib saya semasa TK dan SD dan putri pertama Ibu Pember, guru TK saya. Ayahnya seorang polisi yang tinggal di asrama Polres Bangli. Sepulang sekolah saya sering bermain dan berjalan-jalan di sekeliling asrama polisi bersamanya. Paling sering melihat sel dan mengintip tingkah laku tahanan di dalamnya jika ada. Sel itu jarang ada isinya. Jika polisi penjaga sedang lengah, diam diam saya dan Putu Purwanti memasukkan permen atau kue-kue buat tahanan lewat jeruji sel.

2. Nona Bernadette Berreloy –darinya saya belajar Keberanian dan Harga Diri.

Teman saya di TK dan SD. Putri seorang polisi yang bertugas di Bangli. Menurut saya waktu kecil, perangainya sangat buruk. Pemarah, suka mencubit, memukul dan merampas bekal makanan kami. Semua anak TK takut padanya. Termasuk saya. Bapak saya memaksa saya untuk melawan. Karena jika tidak, saya akan terus ketakutan padanya.

Suatu hari Nona merampas bekal makanan saya. Saya memberanikan diri melawan. Nona  marah. Ia memukul saya dan membuang makanan itu ke tanah. Menginjaknya dan meludahinya. Saya marah sekali karena ia menyia-nyiakan makanan yang sudah dimasak ibu saya dengan susah payah. Saya tampar mukanya. Lalu saya ambil makanan itu dari tanah dan saya  masukan ke mulutnya dengan paksa. Ternyata Bapak saya benar. Sejak itu Nona tidak pernah lagi mengganggu saya. Selanjutnya iapun menjadi sahabat dan teman bermain saya.

3. Desak   – darinya saya belajar tentang Kesederhanaan, Kebaikan Hati dan Optimisme.

Desak teman saya di TK dan SD,  sekaligus tetangga saya di Bangli. Seorang yang periang dan sangat penolong. Berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saya masih ingat rumahnya yang reyot dari bambu dengan gedeg yang sudah berlobang di sana-sini. Bocor dan tempias saat hujan deras. Saya sering ikut membantu sahabat saya dan Dubiang (ibunya) pergi ke sawah untuk menangkap keong sawah, capung, klipes (kumbang air), jubel (larva kumbang air, cueng (larva capung) untuk dijual ke pasar. Dari sanalah keluarga itu menutupi kebutuhannnya sehari-hari. Kadang-kadang Dubiang atau Desak juga membantu di rumah saya dan ibu saya memberikannya uang untuk tambahan keperluan sehari-hari. Saya ingat sahabat saya ini tidak pernah mengeluh dengan keadaan keluarganya.

4. Nancy Marpaung – darinya saya belajar tentang Image dan Tata Krama.

Nancy  adalah sahabat karib saya di SD III di Bangli. Seorang anak perempuan yang sangat cantik, putih dan anggun di mata saya. Papanya adalah Kapolres yang bertugas hanya beberapa tahun di Bangli, lalu naik pangkat dan bermutasi lagi ke kota lain. Ia sering bermain ke rumah saya. Demikian juga saya bermain ke rumahnya. Saya melihat betapa teratur hidup keluarganya. Jam makan, harus makan. Jam tidur siang, harus tidur siang. Dan sebagainya. Ia typical’up-town girl’  yang tidak bisa bermain sembarangan seperti anak kampung macam saya yang bisa kabur seenaknya dari rumah. Hidupnya steril.Sangat terdidik dan teratur.

5. Trepti Mendara Suwito – darinya saya belajar tentang Kebebasan.

Sahabat sebangku saya waktu SD. Tetangga, teman bermain sepeda berkeliling lapangan, memanjat pohon dan sekaligus juga teman belajar. Kami sering bermain sekolah-sekolahan. Dan saya selalu senang berperan menjadi ibu guru. Serupa dengan Nancy, Trepti juga harus pindah mengikuti papanya yang Kepala Kejaksaan bermutasi ke daerah lain. Terakhir kali saya tahu ia menikah dan tinggal di Kendal.

6. Gus Nanuk – darinya saya belajar Kesetiakawanan dan Ketulusan Persahabatan.

Sahabat saya waktu di SMP. Pertama kali saya mengenalnya di Polres Bangli saat membuat Surat Keterangan Berlakuan Baik untuk syarat administrasi masuk SMP. Kami ngobrol dan ternyata kemudian ia menjadi teman sekelas saya. Ia adalah seorang teman yang sangat setia, penuh perhatian dan penyayang. Ia selalu menemani saya saat suka dan duka tanpa pamrih dan tanpa hitung-hitungan. Walau rumahnya agak jauh, tapi ia selalu bersedia berjalan kaki atau menggenjot sepedanya untuk menemani saya bermain di lapangan sepulang sekolah.

7. Eko Putrantio – darinya saya belajar Leadership.

Mas Eko adalah teman SMA saya. Teman sekelas dan sekaligus Ketua OSIS. Walaupun teman sekelas, tapi selalu bersikap sebagai seorang kakak terhadap saya. Saat SMA ia tinggal bersama tantenya Ibu Erna yang merupakan guru TK saya juga dan sepupunya, yang juga sahabat karib saya.  Masalahnya adalah, sepupunyapun tidak tahu dimana ia tinggal saat ini. Sehingga secara berkelakar, saya pernah mengatakan bahwa sebaiknya kita masukkan Mas Eko ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

8. Drh Amirahati Widi – darinya saya belajar tentang Kerendahan Hati.

Ami sebenarnya kakak kelas, dua tahun di atas saya di fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Namun karena suatu hal, ia menjadi teman seangkatan saya saat menempuh jenjang Co- Ass. Ami yang putih dan sangat cantik, berasal dari keluarga berada. Namun Ami menunjukkan kepada saya, bahwa memiliki materi yang berlimpah bukanlah sesuatu yang perlu disombongkan atau dibanggakan. Ia tetap dalam kesederhanaannya dan tetap menghargai saya yang lebih muda dan lebih miskin.

Nah, saya sudah menuliskan delapan nama sahabat yang ingin saya temui jika Tuhan mengijinkan. Selanjutnya saya tidak tahu,apakah barangkali sahabat-sahabat blogger saya di bawah ini ada yang bersedia menuliskan postingan serupa dengan tugas yang saya kerjakan dari SEKAR LANGIT?:

1. Kang Ayan

2. Mbak Evi.

3.   Mbak Monda

4.    Bensdoing

5. Mbak Ely

6.  Mbak Nara

7. Mbak Lidia.

8. Bu Prih

Dengan demikian tugas saya dari SEKAR LANGIT sudah tuntas. Dan sesuai  dengan yang disyaratkan oleh SEKAR LANGIT, tidak satupun dari nama sahabat saya di atas adalah mantan pacar saya.

28 responses »

  1. Pingback: Mencari Sahabat Lama yang Menghilang

    • thanks Mbak Monda. Coba diubek-ubek lagi, barangkali masih ada yang nyelip belumketemu,Mbak. Ha ha..aku juga tadinya bingung,tapilama-lama nemu inget satu persatu saat kurunut dari TK, SD,SMP,SMA,Kuliah…Ternyata yang paling banyak yang hilang memang teman TK dan SD..

  2. saya dapat tugas, Insya Allah saya kerjakan Made…. lagi mikir dulu siapa ne yg kira kira masuk katagori sahabat dr sekian bayak temen yg sudah lama sekaliiiii gak ada kabar beritanya….

  3. Pingback: mencari sahabat lama | kang yan

  4. Pingback: Mencari Sahabat Lama « Kisahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s