Berkawan Dengan Air.

Standard

Ada hal yang paling saya takuti saat melakukan perjalanan jauh. Yaitu Sakit. Terutama jika perjalanan itu harus saya lakukan seorang diri. Walaupun pada akhirnya di tempat tujuan saya pasti akan ditemani oleh orang lain, namun tentu saja menjadi tidak mengenakkan jika kita harus membebani teman dengan keluhan kita. Oleh karenanya, saya benar-benar takut sakit.

Namun dalam perjalanan saya kali ini menyusuri kota-kota di Jawa Timur,saya tak mampu lagi menghindarkan diri saya dari Sakit. Benar-benar tidak mengenakkan. Saya mengalaminya dua kali.

Pertama, ketika melangkah di jalanan pulau Madura. Di bawah terik sinar matahari yang memanggang. Namun saya terus berjalan. Masuk dari satu toko ke toko yang lain.  Puuanas dan Berkeringat! Saya menyeka keringat saya berkali-kali. Saat istirahat untuk makan siang,  tiba-tiba saya merasakan sakit kepala yang luar biasa.  Pembuluh darah di kepala dan pelipis saya berdenyut dengan lebih cepat. Saya merasakan pusing yang sangat. Jantung sayapun berdetak dengan lebih cepat. Namun tentu saja  saya tidak enak mengeluh kepada teman-teman saya. Saya hanya berusaha menahan rasa sakit saya sedapatnya. Dan berusaha menunjukkan bahwa saya sehat dan baik-baik saja. Teman perjalanan saya  laki-laki semua. Tentu saja saya tidak mau mereka berpikir bahwa saya cengeng dan manja. Hanya saya sendiri yang perempuan. Masak baru jalan segitu saja, langsung sakit. Saya lalu meminum air kelapa muda dan air putih sebanyak-banyaknya. Ajaib. Sakit kepala saya berangsur hilang. Rupanya saya terserang dehidrasi.

Esok harinya,saya melanjutkan perjalanan lagi.  Kali ini menyusuri jalanan kota Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Mojo Agung, Jombang dan berakhir di Kediri. Sungguh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan.Kembali lagi panas dan berkeringat. Tiba-tiba saya merasakan pinggang saya sakit. Ginjal saya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum. Kepala saya juga mendadak terasa sakit dan mata saya berkunang-kunang. Saya tahu, bahwa saya mengalami dehidrasi kembali. Kombinasi panas jalanan yang terik dan duduk lama di perjalanan darat, menyebabkan cairan tubuh saya berkurang dan ginjal saya berat bekerja. Pusing pun perlahan ikut menghampiri. Tentu karena pembuluh darah saya juga tidak mampu mensupply darah dengan baik ke dalam otak saya. Lalu detak jantung sayapun mulai terasa lebih cepat. Lagi-lagi saya berusaha menahan rasa sakit saya. Dan pura-pura tidak tahu bahwa saya sedang sakit. Saya lalu meminum air putih sebanyak yang bisa saya minum. Beberapa saat kemudian rasa sakit di pinggang saya hilang. Sakit kepala sayapun perlahan berkurang. Benar-benar keajaiban air.

Air!.  Sedemikian pentingnya dalam kehidupan manusia. Karena seperti semua orang tahu bahwa 70% badan kita sebenarnya terdiri atas air,maka membiarkannya kekurangan air adalah tindakan paling fatal yang bisa kita lakukan.

Saya jadi ingat,sekitar 5 tahun yang lalu saya ada membaca buku-buku tulisan Masaru Emoto tentang “The Miracle of Water” dan “the Hidden Messages in Water”. Barangkali banyak teman-teman yang lain juga membacanya – buku itu bercerita tentang penelitian Dr Masaru Emoto terhadap air. Masaru Emoto banyak melakukan pemotretan terhadap ribuan kristal air dan menemukan hubungan antara sikap kita terhadap air dengan reaksi balik air terhadap diri kita. Dengan belajar ini, maka pada akhirnya kita bisa memanfaatkan resonansi positif untuk meningkatkan kesehatan dan memperbaiki kwalitas hidup kita. Kita tahu bahwa jika kita berpikir buruk, berkata buruk ataupun berbuat buruk, maka air yang menyusun 70% dari tubuh kita mampu membacanya dan akan bereaksi  terhadapnya. Sebaliknya jika kita selalu positif. Berpikir positif, berkata positif dan berbuat positif, maka tubuh kita yang tersusun 70%nya dari air itupun akan bereaksi yang setimpal.

Terlepas dari apakah kita percaya akan apa yang dilakukan oleh DR Emoto, inti pesannya adalah selalulah berusaha agar berada di sisi yang positif dan berkawanlah dengan air.  Jangan berumusuhan dengan air. Apalagi membiarkan tubuh kita mengalami Dehidrasi. Terpanggang matahari atau duduk berjam-jam tanpa memasukkan kembali air yang sehat ke dalam tubuh kita untuk menggantikan air yang keluar karena metabolisme tubuh kita.

Air selalu menyehatkan dan menyegarkan. Cobalah pandang beberapa saat foto-foto air yang saya ambil ini.  Walaupun hanya memandang fotonya, tapi tetap terasa sejuk dan segar, bukan?

Yuk, kita berkawan dengan air!.

27 responses »

  1. sejuk kalo yang sejuk bu
    sungai di pedalaman misalnya
    kalo di selokan jakarta liat bentuknya saja sudah ampun dije…

    aku juga banyak minum. apalagi kalo perjalanan jauh nyupir sendiri. bisa habis 2 botol air kemasan besar tuh kalo setengah hari. air putih lebih efektif buat nahan kantuk ketimbang minuman energi

    • ha haha…ya kalau yang dibayangkan air yang di selokan di Jakarta sih memang sudah nggak ada sejuk-sejuknya lagi Pak. Jangankan kita, jika air itu bisa mengeluh – barangkali air itu sendiripun sudah nggak betah dengan keadaan dirinya sendiri Pak he he.
      Bagus Pak, usahanya untuk meningkatkan stamina di jalanan..

  2. tapi ada penelitian ttg dehidrasi.. sebaiknya kita tidak langsung mengkonsumsi air langsung
    dibantu dengan buah-buahan lebih baik, baru setelah itu minum
    cuma saya lupa baca/lihat dimana, cari referensinya ga ketemu, hehe…

    kunjungan balik mba…🙂

  3. Aku kalau jalan kelamaan juga sering pusing..Oh jadi karena saya dehidrasi ya.Emang sih selama jalan mengurangi minum, Mbak Dani, habis malas jika harus bolak-balik ke toilet umum. Tapi nanti takan saya lakukan lagi..Wong tubuh saya cuma membutuhkan air lah kok malah dikasih pemati rasa sakit..Salah banget yah saya memperlakukan tubuh…:)

  4. Berkawan dengan air,utk long trip dan naik kendraan umum kendala [saya] mmg soal minum Mbak. Perjalanan naik bis dan kalau volume minum sya ttp spt biasae, mk dijamin bs kebelt pipis muluu. Maka trik saya, beberapa jam sbl berangkat saya mnum lbh banyak..dan tetap bawa air putih utk persediaan dalam perjalanan

  5. Makasih Mba postingannya… Di tengah-tengah baca saya langsung ambil air minum. Hihihihi.
    Kadang suka lupa minum kalo udah duduk..😀
    Btw salam kenal dan saya belom tahu manggil apa nih? Mba Made, Mba Sri atau bagaimana?🙂

  6. sebagai orang yg tidak berteman kopi/teh dan softdrink, AIR MINERAL satu2nya yang bisa melepas dahaga mbak … cinta matilah sama air. apalagi khasiatnya emang OK. murah pula. makanya saya sih kemana2 di tas bekal minimal 1 botol, jaga2 aja pas uhuk-uhuk dan susah nyari penjual air hehehe jadi alhamdulillah jarang terkena dehidrasi eh blom pernah deh kayaknya.

    lekas pulih ya mbak

  7. bukannya harusnya terbalik mbak, takut sehat.. “wah, aku ini sehat”, he.he.. sugesti positif untuk air di tubuh kita, diajak bicara, diajak berdoa.. horee aku sehat dan ..eh kejadian (seperti eksperimen bapak Jepang itu).

  8. saya kebanyakan duduk… minum jadi keharusan…
    tapi kemaren karena ujan yg begitu deas eh rumah mo kebanjiran,,, panik juga jadinya… kasian ma istri dan adek yang sibuk sementara saya ngumpet di kamar hehehe….

  9. sama mbak, aku klo kurang minum juga langsung sakit kepala dan badan jadi lemes. Begitu minum pelan2 kondisi membaik. Air memang sangat penting buat kelangsungan hidup kita

  10. Kami di sini selalu diingatkan untuk minum air sedikit sedikit selama musim panas. Begitu sakit kepala, biasanya gejala dehidrasi sudah parah. Banyak loh lansia yang meninggal krn dehidrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s