Singapura: Suatu Siang di Orchard Road.

Standard

Orchard Road!! Nama jalan sepanjang 2.2 km yang tersohor di Singapura itu tentu tidak asing lagi bagi sebagian orang Indonesia.  Terutama bagi para “shopper-aholic” yang rela melakukan perjalanan yang melelahkan dari toko ke toko, mall ke mall dan menghamburkan ratusan bahkan ribuan dollar demi melampiaskan hobby berbelanja. Di sana berlokasi beberapa pusat perbelanjaan terkemuka dan tak jauh dari situ terdapat sebuah rumah sakit yang juga menjadi tujuan banyak orang kaya Indonesia untuk berobat. Nah, setelah melihat-lihat Marina Bay, sayapun memutuskan untuk pergi ke sana juga. Namun  karena saya tidak cukup kaya untuk menghamburkan uang saya di sana, tentu tujuan saya agak lain. Yakni untuk “ngadem” dan membunuh waktu, sambil menunggu penerbangan lanjutan saya ke tempat lain.

Udara Singapura sungguh panas dan gerah.  Saya tiba di Orchard Road dengan menumpang taksi. Begitu turun dari taksi, cepat-cepat saya menuju mall terdekat dan …hah…lega!!.Dingin dan sejuk ruangan berAC.  Sungguh saya berterimakasih dan salut kepada orang yang telah menemukan alat pendingin udara ini.  Melihat-lihat pakaian yang sedang trend dipajang sebentar, dekorasi ruangan yang banyak berkiblat pada “lace” terlihat indah. Setelah merasa cukup dingin, maka tanpa membeli apapun juga, sayapun melenggang meninggalkan mall itu.

TKI yang sexy.

Tanpa terasa sudah jam makan siang. Saya masuk menelusuri jalanan sempit penuh pedagang di dalam mall dan sampailah pada sebuah Food Court yang sangat ramai di dekat Lucky Plaza . Nyaris tak mendapatkan tempat duduk, akhirnya saya memesan seafood steamboat yang kuahnya lumayan menyegarkan. Sambil makan, saya memperhatikan kebanyakan diantara pengunjung itu berbahasa Tagalog.  Walaupun ternyata ada juga yang berbahasa Indonesia. Rupanya tempat itu memang merupakan tempat pertemuan para tenaga kerja wanita saat mendapatkan off day.  Makin siang semakin banyak. Hampir semuanya datang dengan dandanan yang sexy, rambut digerai dan tank top yang terbuka. Sibuk berbicara di telpon genggamnya atau mengobrol dengan temannya.

Gangnam Style

Wabah Gangnam ternyata di mana-mana. Tidak hanya melanda Indonesia namun juga negara-negara lain. Itulah pemandangan pertama yang saya lihat di jalanan Orchard, begitu saya keluar dari gang sempit Food Court itu. Awalnya saya agak bingung mendengar suara riuh dari jalanan. Oh, rupanya sebuah  kendaraan terbuka dengan para dancer berpakaian hitam dan wig berwarna pink sedang bergangnam ria di tas baknya yang terbuka. Seru juga melihatnya. Pelalu-lalang di pinggir jalan terlihat berhenti sejenak dan memandang ke arah pasukan Gangnam dancer itu. Para penari itu seolah sedang sibuk membagi-bagikan kebahagiaan dan kesenangan kepada orang-orang di pinggir jalan. Sayapun ikut menonton, sebelum akhirnya saya memutuskan untuk ‘ngadem’ lagi  di Dome di dalam The Paragon.  Rasanya saya  kurang berminat untuk berjalan-jalan lebih jauh lagi memasuki mall demi mall.  Jari kaki saya mulai terasa keriting. Sambil duduk dan menyender di kursi, rupanya saya sempat tertidur juga selama beberapa menit. Lumayan.

Ice Cream In Bread.

Keluar dari Paragon, saya kembali ke jalanan Orchard Road. Berhenti sejenak untuk memesan Ice Cream yang diserve di dalam roti  dari seorang pedagang tua yang mangkal di atas trotoar dan bawah pohon rindang. Ice Cream yang sungguh sangat enak menurut saya. Teksturnya lembut saat meleleh di dalam mulut. Tentu saja ada berbagai rasa. Durian, Vanila, Coklat dan sebagainya. Mengingatkan saya akan pedagang “Es Roti” keliling saat saya masih kanak-kakan pada jaman dulu. Entahlah.Saya kangen akan masa kecil saya. Tak terasa hari sudah semakin sore. Dan saya harus kembali ke airport.  Akhirnya saya menikmati Ice Cream Roti itu sambil melangkah ke arah tempat antrian taxi. Mengunyah tanpa harus sok Jaim (jaga image). Hidup terasa ringan tanpa beban. Mirip kanak-kanak yang belum mengerti susahnya kehidupan.

Hujan turun rintik-rintik saat saya berada di dalam taksi. Saya memandang ke luar lewat jendela dimana tetes tetes hujan kini mulai mengalir di jendela. Apa yang bisa saya pelajari hari ini dari jalanan di kota ini? Banyak! Mulai dari kehidupan yang tanpa beban, keceriaan gangnam yang menular, hingga perpaduan classic-futuristic yang tercermin pada bangunan-bangunan yang saya sempat lihat. Banyak hal yang sesungguhnya perlu kita tiru dari Singapura. Mulai dari soal kebersihan jalanan dan lingkungan di kota itu, manajemen pariwisata yang luarbiasa yang membuat pulau kecil itu mampu menarik ribuan atau bahkan jutaan orang berkunjung ke negara itu entah untuk berwisata, shopping atau bahkan berobat. Maih banyak lagi pelajaran dan bahan renungan yang lain, hHingga urusan pemerintahnya yang sedemikian penuh perhatian akan sisa-sisa kebudayaan Singapore pada masa lalu.

18 responses »

  1. Mbak ngga tanya tukang roti es krim (es podeng)nya itu dari mana asalnya? Jangan-jangan dari jakarta dan dia yang membawa budaya es podeng ke singapore loh ehhehe
    Indonesia masih harus banyak belajar pada singapore!

    • ha ha ha..aku lupa nanya..tapi bisa jadi juga begitu he he.
      Ya, namanya bertetangga.. barangkali kita memang perlu saling belajar satu sama lain. Tapi waktu jaman pak Harto dulu, Pak Harto sering bilang kita berbagi pengalaman dengan negara lain ya.. berarti saat itu pengalaman kita dong yang lebih banyak he he

  2. Setuju Mba Made. Kebersihan dan manajeme kota dan pariwisata itu perlu kita contoh dari Singapura. kalo soal mall sebenernya Jakarta ga kalah-kalah amat loh. sayang ga terorganisir rapi.

  3. Oh ibu sedang jalan-jalan..Dan laporannya keren, serasa ikut jalan-jalan. Hebat ya Korea, seluruh dunia dibuat demam oleh mereka. Kapan yah giliran Indonesia. Mungkin dimulai dari variasi Kecak kali ya Mbak🙂

  4. jd inget wkt sy jalan2 sm temen sy.. Sy kemana2 lebih suka pk sepatu kets, sementara temen sy pk high heel. Jd aja dia pegel abis pas jalan2 disana.. Hehehe.. Tp utk urusan ketertiban kita hrs byk belajar dr sana🙂

  5. dua lagi yg patut ditiru, ketertiban dan keamanan. ga ada tuh yg namanya nyerobot antrian dan sbg wanita, pulang krja malem2 jalan kaki,jangankan gangguin/lecehin,sekedar suit2in pun gak ada yg berani.
    jadi kangen singapore!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s