India:Pasar Kepompong Sutera Di Ramanagara.

Standard

Sutera! Semua wanita tentu menyukai kain yang bertesktur sangat halus dan lembut ini. Ringan dan kuat. Sayangnya, harganya mahal selain juga tidak banyak ditemukan di pasar-pasar umum di Indonesia. Ada beberapa jenis Sutera yang sering kita dengar  walaupun sebenarnya terbuat dari benag yang dihasilkan oleh kepompong ulat sutera yang sama atau sekerabat seperti misalnya Sutera China, Sutera India, Sutera Thailand dan sebaginya. Dan memang kebetulan sutera-sutera itu diproduksi di negara-negara tersebut. Jika kita ingat-ingat kembali pelajaran sekolah pada jaman dulu, disebutkan bahwa China adalah tempat ditemukannya Sutera untuk pertama kalinya di dunia sekitar 2600 –2500 BC.  Dan ternyata tak jauh setelah itu kemudian ditemukan juga kain Sutera kuno di India. Nah kebetulan saya sedang berada di India, tentu saja saya tertarik ketika diajak untuk melihat-lihat Silk Cocoon Market di daerah  Ramanagara di negara bagian Karnataka. Kebetulan Cocoon Market itu adalah pasar kepompong Ulat Sutera terbesar di India.

Menurut Vinay dari Royal Mysore Walk, turn over pasar pemerintah itu sekitar US$ 200 000 per hari. Banyak ya? Pasar itu buka setiap hari dan hanya tutp 2x dalam setahun. Kalau tidak salah hanya saat perayaan Independence Day dan barangkali juga saat Divali. Kalau bisa saya ibaratkan, pasar di Ramanagara ini adalah pasar Induk untuk urusan kepompong ulat sutera. Dimana ratusan petani di sekitar dalam radius 40-50 km sekitarnya langsung menjual kepompongnya di pasar itu. Para pedagang pertama datang dari tempat lain  lalu membeli kepompong –kepompong itu dengan cara lelang untuk kemudian dijuallagi ke pedagang berikutnya.  Harga dibuka dengan angka US$ 5-6 per kg, dan pada akhirnya tentu proses lelang itu sendiri yang akan menentukan harga akhir dari kepompong.  Mungkin lebih mahal dari itu. Mungkin juga lebih murah.

Saat berkunjung ke pasar itu, saya melihat ada 2 jenis kepompong. Yang berwarna kuning pucat dan yang berwarna putih. Yang dijual dipasar itu kebanyakan adalah kepompong yang berwarna kuning. Yang berwarna Kuning disebut sebagai  Kepompong Hybrida, harganya sedikit lebih murah dibandingkan Kepompong yang putih. Sebenarnya saya lebih menyukai kepompong yang kuning. Seratnya berkilau. Selain itu ukurannya juga lebih besar. Tapi mengapa yang putih lebih mahal?  Karena penasaran, maka sayapun menyentuh kedua jenis kepompong itu. Ternyata yang putih memang lebih halus dan lebih lembut. Ooh,mungkin karena itu maka harganya jadi lebih mahal.Selain itu juga barangkali karena lebih jarang. Saya tidak tahu persis.

Saya mengambil sebuah kepompong itu dan merasakan adanya mahluk hidup di dalamnya. Entah kenapa, rasanya ajaib memikirkan ada sebuah kehidupan di dalam benda mungil itu. Cocoon itu terbuat dari untaian benang sutera yang sangat halus dan berkilau, jika diuraikan mungkin bisa menghasilkan benang sepanjang beberapa ratus meter. Biasanya, kepompong itu akan direbus terlebih dahulu untuk memudahkan pengambilan benang dan memastikan kepompong tidak berlubang jika pupa itu berkembang  menjadi kupu-kupu yang akan keluar dari kepompong.

15 responses »

  1. jika diuraikan mungkin bisa menghasilkan benang sepanjang beberapa ratus meter

    dan budidaya manusia bisa menjadikannya komoditi yang luar biasa mahalnya

    salam saya Bu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s