Kisah Petualangan:Menggelandang Ke Maldives II.

Standard

Setelah kurang lebih setengah jam penerbangan dari Trivandrum,  akhirnya pesawat Air India yang saya tumpangi  memasuki wilayah negara Maldives. Pesawat menurunkan ketinggiannya. Saya melongokkan kepala saya di jendela dan melihat pemandangan yang luarbiasa indahnya dari udara. Pulau-pulau kecil yang hijau dikelilingi pantai pasir putih bersih yang berkilau, lalu diluarnya laut dangkal penuh koral yang berwarna hijau, sebelum akhirnya laut dalam yang berwarna biru. Ada banyak sekali pulau-pulau yang seperti itu. Sayang sekali lagi sayang, saya tidak boleh mengambil fotonya dari dalam pesawat.

Beberapa menit kemudian akhirnya pesawat mendarat dengan mulus di MALE international Airport. Pramugara membukakan pintu dan mempersilakan saya keluar sambil tersenyum “Now, you are in Maldives for sure..”  Katanya. Ha ha .. saya jadi malu juga memikirkan itu. Setelah mengucapkan terimakasih kepadanya, sayapun berlalu.

Ditahan di Imigrasi

Saat mengambil bagasi saya, tiba-tiba saya menyadari ada peraturan untuk memasuki negara itu yang mungkin akan memberi saya masalah. Saya membacanya baik-baik. No Alcohol – OK,  saya bukan peminum dan tidak pernah minum alkohol. No Drugs – Ok, saya bukan pengguna dan tidak pernah mencoba sekalipun untuk menggunakannya. No  senjata tajam/api – jelas saya tidak pernah berurusan dengan senjata api. Tapi apa ini..???  Tidak boleh membawa worship idols – waduuh.. saya ada membawa beberapa patung, baik yang terbuat dari perunggu maupun kayu  yang saya dapatkan dari India.  Ada yang saya beli, ada pula yang merupakan hadiah/pemberian. Mungkin beberapa diantaranya bisa dikategorikan mereka sebagai worship idols. Saya baru tahu peraturan ini.

Seperti yang saya duga, pihak imigrasi negara itu lalu memisahkan koper saya, memeriksanya dan menginterograsi saya. Bertanya banyak seputaran patung-patung dan benda seni lain yang saya bawa. Agak menegangkan juga. Saya lalu menjelaskan bahwa saya tidak tahu sebelumnya kalau peraturan negara ini seperti itu dan saya mendapatkan benda-benda itu dari perjalanan saya sebelumnya.

Lalu saya bertanya, jika memang tidak diijinkan masuk ke negara itu, apakah bisa saya titipkan di bandara  dan nanti pulangnya  saya ambil kembali? Tentu saja saya tidak ingin berakhir di penjara Maldives gara-gara sebuah kesalahan pelanggaran atas hukum di negara itu yang tidak saya sengaja. Dan pada dasarnya saya bukan orang yang suka melanggar hukum. Saya selalu menghormati hukum negara manapun yang pernah saya masuki. Syukurlah petugas imigrasi itu mengerti. Ia mengijinkan, meminta saya menyimpan benda-benda itu di counter deposit dan akhirnya melepas saya. Aduuh! Nyaris saja!.   Saya merasa agak lega dan berterimakasih, walaupun tak bisa saya bohongi kejadian itu membuat saya murung juga.

Di bandara saya lalu menukar sedikit uang dollar saya dengan uang Rufiyaah. Secukupnya buat makan dan keperluan sehari-hari.  Lalu sayapun keluar bersama dua teman saya dari pintu bandara. Ooh, rupanya di depan pintu sudah langsung laut. Seorang lelaki bernama Ali  dan temannya yang benama Musa menjemput kami.  Dengan sigap mereka membantu mengangkat koper-koper kami dan memasukkannya ke dalam Speedboat mereka.  Ooh boat! Air dan kapal di mana-mana.  Sejenak saya teringat akan danau Batur – kampung halaman saya di Bali.Ada sedikit kemiripannya.

Dengan bantuan Ali, saya lalu berjingkat masuk  ke dalam Speedboat dan siap berangkat menuju tempat penginapan kami di Maafushi.

15 responses »

  1. wah menegangkan ya mbak kalau berurusan dengan aturan, salutlah pada mbak dani berpikir cepat dan sigap dalam menghadapi kendala. dan kadang meninggalkan bekas dalam hati dari sesuatu yg tidak kita inginkan. ya lain ladang memang lain belalangnya.

    • ya Bu Min..mungkin karena sebenarnya saya bukan orang yang suka melanggar, sehingga secara mental jadi agak terganggu ketika menyadari bahwa saya ternyata berada dalam sebuah posisi yang jadi bersalah akibat ketidaktahuan saya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s