I Hope This Flower Will Remind You of Me…

Standard

Bunga Waru Laut

Sore hari saya berjalan  menyusuri dermaga. Melihat kesibukan yang terjadi. Ibu-ibu berbaris memancing  ikan untuk makan malam, pedagang menurunkan barang dagangannya dari kapal, anak-laki-laki menarik tali perahunya, dan burung gagak juga tak kalah sibukanya berkoak di pelabuhan. Saya memotret suasana sore di pulau Maafushi itu. Beberapa orang anak-anak yang sedang bermain nakhoda-nakhoda-an di atas sebuah beton bekas monumen, melihat ke arah saya dan memanggil minta dipotret.  Senampan kecil kembang waru laut berwarna jingga tampak bersama mereka. Rupanya mereka baru saja habis mengumpulkan kembang-kembang  itu dari pohonnya yang banyak tumbuh di sana. Saya pun mendekat dan segera memotret mereka. Anak-anak yang ceria. Penuh canda tawa. Terlihat mereka sangat senang bergaya di depan kamera. Tanpa saya suruh, malah pada berjoget dengan riangnya diatas beton itu.

Setelah saya tunjukan hasil jepretan saya, anak-anak itu terlihat sangat senang dan berterimakasih. Lalu anak-anak itu menanyakan nama saya. Saya menyebutkan nama saya dan sekaligus menanyakan kembali nama mereka. Anak-anak itu menyalami tangan saya dan menyebutkan namanya satu persatu. Saya ingat yang paling banyak ngobrol bernama Addu,lalu Abraham, dan yang terakhir rasanya bernama Han. Mudah-mudahan saya tidak salah mengingat. Terus terang saya kagum akan keberanian mereka terhadap orang asing seperti saya. Dan mungkin karena daerah pariwisata,anak-anak itu sudah mampu diajak bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.

Mereka lalu mengajak saya untuk ikut bermain perahu-perahuan. Salah seorangnya akan menjadi nakhoda.  Saya tertawa atas keramahan mereka. Sayang saya tidak bisa ikut bermain bersama mereka, karena saya harus segera berangkat ke bandara dan pulang kembali ke tanah air. Wajah-wajah kecil itu  tampak kecewa.

Lalu mereka bertanya dimanakah rumah saya? Saya menjelaskan bahwa rumah saya berada di Indonesia.  Nun jauh di timur sana. Jika kita berlayar ke arah matahari terbit, terus dan terus, maka suatu saat akan tiba di Indonesia. Addu berkata kalau nanti sudah besar ia akan mengunjungi saya di Indonesia.  “ Ya! Nanti kalau kalian sudah besar, mampirlah ke Indonesia” ajak saya. Saya lalu bercerita bahwa saya juga punya anak-anak sebaya mereka. Mendengar cerita saya, Addu, Abraham dan Han ribut berbicara dalam bahasa Dhivehi – bahasa Maldives yang tidak saya mengerti. Lalu entah kenapa,tiba-tiba Addu memberikan saya sekuntum bunga waru dan mengucapkan sebuah kata yang di telinga saya terdengar seperti “Maa”. Saya tidak jelas,apakah maa itu artinya bunga atau bunga waru.  “Maa is flower” – katanya. Dia meminta saya agar membawa bunga pemberiannya ke Indonesia. Agar saya selalu mengingat mereka. “I hope this flower will remind you of me..”.

Tentu saja saya terkejut. Surprise. Senang dan sekaligus terharu akan pemberiannya. Sekuntum kembang Waru berwarna jingga itu sekarang beralih dari tangannya ke tangan saya. Ketika saya menerimanya, ia segera menyusulkan bunga yang ke dua ke tangan saya.  Saya juga tidak mengerti alasannya. Tapi bunga kedua itupun  saya terima dengan senang hati. Apapun alasannya, dua kuntum kembang waru itu sangat membahagiakan hati saya. Anak-anak yang lucu dan baik hati. Saya melambaikan tangan saya setelah mengucapkan terimakasih pada anak-anak itu.

Dikamar, sambil berkemas-kemas saya memandang ke arah dua kuntum kembang waru jingga itu. Saya akan selalu mengenang anak-anak Maafushi dan keceriaan persahabatan yang ditawarkannya kepada saya. Tentu saja saya akan mengenang mereka. Anak-anak Maafushi!.Semoga masa depan yang cerah secerah matahari  yang terbit dari timur menyongsong kehidupan mereka .

Berhubung teman-teman (Kang Ayan, Mba Elly dan Chris) pada menanyakan foto ibu-ibu yang sedang berbaris memancing di dermaga, maka saya pikir saya perlu upload juga 2 foto ini.Ibu mancing ikan untuk makan malam

Mancing ikan buat makan malam

9 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s