Menulislah! Inspirasi Akan Menyusul.

Standard

Menulis

Akibat kesibukan pekerjaan yang meningkat tajam belakangan ini, sudah beberapa hari saya tidak sempat menulis. Bahkan hanya sekedar menengok blog dan membaca komentar teman-temanpun jarang bisa saya lakukan. Maka setelah kesibukan sedikit mereda, walaupun masih banyak juga, sayapun berniat hendak menulis lagi. Sepulang dari kantor, sehabis membersihkan diri  saya segera duduk di depan komputer. Siap menulis!!.

Hal pertama yang saya lakukan tentu saja membuka alamat blog saya, membaca kembali tulisan terakhir saya lalu mulai berpikir tentang tulisan berikutnya yang akan saya tulis. Mau menulis apa ya? Waduuh!! Kok rasanya blank ya? Jangan-jangan saya sudah lupa juga bagaimana caranya menulis.

Beberapa saat saya merasa tidak menemukan ide untuk menulis. Sebenarnya sih ada beberapa ide. Cuma entah kenapa pikiran saya berkata bahwa ide-ide itu tidak cukup menarik untuk ditulis. Saya mencoba mengingat-ingat kembali. Namun tetap tidak menemukan apa-apa. Barangkali karena pekerjaan kantor terlalu banyak menyita perhatian saya, benar-benar tidak tersisa waktu untuk memikirkan ide-ide yang lain.  Akhirnya sayapun kembali tenggelam ke dalam pekerjaaan kantor saya.

Esoknya saya mencoba lagi untuk menulis. Saya membuka catatan-catatan kecil di telpon genggam saya. Saya punya kebiasaan untuk mencatat sementara  ide-ide yang saya temukan  saat sedang di jalan atau sedang sibuk  di dalam hape saya terlebih dahulu, jika saya belum sempat menulis. Biasanya hanya berupa topik atau judul tulisan saja sebagai pengingat.  Suatu saat jika saya sudah punya waktu, maka catatan kecil di hape itu saya lihat kembali dan saya pun menulis dengan lebih panjang dan detail.

Nah! Ada beberapa ide di sana yang bisa saya tulis. Sebenarnya agak meragukan. Karena ide-ide itu mungkin sangat relevant saat itu, namun belum  tentu masih relevant untuk diceritakan saat ini.  Walaupun demikian,  saya tetap mencoba mengambil sebuah ide dari sana, lalu memikirkan bagaimana cara menuliskannya. Beberapa saat saya hanya bengong dan benar-benar tidak tahu darimana sebaiknya saya memulainya. Tiba-tiba saya sadari bahwa masalah saya sebenarnya bukan saja tidak memiliki ide untuk topik tulisan, namun lebih parah lagi tidak tahu bagaimana caranya mulai menulis. Ya ampuun!.

Esok paginya, saya menumpang teman saya ke kantor. Dalam perjalanan, saya bercerita kepada teman saya itu tentang kejadian yang menimpa saya soal kemampuan menulis  saya yang menurun belakangan ini. Teman saya tertawa. Ia salah seorang teman yang sangat memahami kebiasaan saya. Teman berbagi cerita dan sering menjadi bagian dalam cerita yang saya tulis. Bahkan sering melemparkan ide-ide sumringah untuk saya tulis. Masih sambil tertawa, lalu ia berkata, bahwa cerita saya itu sesungguhnya sangat menarik. Seorang yang suka menulis tiba-tiba tidak tahu apa yang akan ditulis dan bagaimana cara menuliskannya. “Mengapa tidak ditulis saja?. Cerita ini kan juga menarik untuk ditulis” tanyanya sekaligus memberi saran kepada saya. Saya hanya nyengir masam mendengarkan pendapatnya. Entahlah!.

Saat itu juga blackberry saya berkedip. Seorang teman mengutip sebuah quotes entah milik siapa “Don’t wait be happy to smile”.  Ah ya! Saya seperti diingatkan untuk segera tersenyum. Jika kita tersenyum, maka kita akan bahagia. Tak perlu menunggu bahagia dulu, baru tersenyum.  Ya. ya.Sebaiknya tersenyum dulu. Sayapun tersenyum kepada diri saya sendiri. Senyum kepada teman di sebelah saya. Dan senyum kepada pagi hari yang cerah. Dan sesungguhnya saya memang merasa lebih bahagia.

Dua kejadian itu tiba-tiba membuat saya berpikir.  Tersenyum dulu baru bahagia – bukan menunggu bahagia dulu baru tersenyum. Mencintai dulu baru dicintai – bukan menunggu dicintai dulu baru mencintai. Wah… ada analoginya!. Mengapa saya harus menunggu inspirasi yang baik dulu sebelum menulis? Bukankah lebih baik saya mulai menulis saja dulu? Toh nantinya inspirasi akan datang menyusul? Mengapa saya harus menunggu sampai saya memiliki kerangka cerita yang baik dulu sebelum menulis? Toh sambil menulis saya bisa menata ulang kembali tulisan itu sesuai dengan keinginan saya? Lagipula siapa pula yang akan peduli apakah saya bisa menulis dengan baik atau tidak? Seperti kata orang bijak “Nobody cares if you can’t dance well. Just get up and dance!.

Maka saya tulislah cerita saya ini…

10 responses »

  1. 4 thn aq berada di atap yang sama dengan bu Dani ( PZCI ), di benakku tersirat rasanya tidak mungkin aku bisa mengobrol n dekat…dengan Ibu tapi karena FB dan tulisan ibu aku merasakan jadi dekat…ingin terus membacanya…ky ingin ketemu pacar he..he….! aku tunggu tulisan berikutnya…!

  2. Tulisan ini memperkuat tekad saya untuk nulis setiap hari di blog. Apa saja yang saya temukan, saya tulis. Biarlah bagi orang lain tulisan2 saya itu semacam remeh temeh yg tiada artinya. Tp bagi saya pribadi, itu semacam jalan untuk berkreasi, menenukan ventilasi atas rutinitas yg terkadang menjemukan.
    Salam persahabatan mba…

  3. Pas mau nulis, aku juga kadang blank Mbak. Tapi betul juga seperti yang Mbak tulis sebagai judul, kalau kita asal nulis, inspirasi sering muncul dengan sendirinya. Kalau sudah begitu, biasanya aku baca ulang tulisanku itu, baru bikin perbaikan di sana-sini 🙂

  4. Mangkannya, disetiap akhir postingan saya pasti saya sertakan tulisan “Salam Seyuum”.
    Apapun keadaan hati kita, yang penting salam senyum.😆

    Ayoo nulis lagi, idah tunggu cerita2 dari bunda.🙂

  5. Mbak Dani, saya pernah membaca tentang Stephen Hawking yang tak pernah menunggu ide baru menulis. kalau begitu masalahnyaaku bisa gak makan, katanya. jadi aku duduk dibuka komputer dan mulai menulis. karena aku yg harus mencari ide bukan dng menunggu nya.keren banget kata 2 si stephen itu Mbak…sesuatu yang berharga jikalau aku praktekkan pula. namun aku tuh kok belum mempraktekkan nya yah hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s