Grafiti, Expresi Seni Jalanan.

Standard

Grafiti Tepi Rel Poris 8Berada di kemacetan kota sering membuat kita tak mampu melakukan apa-apa, selain menghibur diri dengan menikmati apa yang ada. Salah satu yang cukup sering saya lakukan adalah melempar pemandangan keluar jendela kendaraan. Terkadang beruntung melihat lukisan atau gambar di tembok-tembok beton tol, pagar jalanan maupun pagar gedung atau rumah orang. Banyak yang cukup menarik, dengan ide-ide yang cukup brilliant, tarikan grafis yang bagus dan komposisi warna yang sangat menghibur. Namun sering juga kita hanya melihat gambar corat coret ala kadarnya, dengan maksud entah apa dan komposisi warna yang amburadul. Atau bahkan terkadang hanya coretan, expresi cinta si anu kepada si ani, slogan atau bahkan jeritan kepedihan hidup dan protes atas keadilan sosial yang tak kunjung datang. Tentu saja karya Grafiti ini masih belum bisa dikategorikan sebagai Mural, karena masih  terlihat sangat sederhana baik dari sisi pengembangan grafis, tata warna, komposisi bentuk dan sebagainya.

Tentu saja banyak yang pro dan  kontra terhadap pelaku grafiti ini. Yang kontra tentu saja menganggap bahwa pelaku grafiti ini merusak keindahan lingkungan dengan melakukan corat-coret yang tak bertanggungjawab, bahkan terkadang hingga merusak keindahan pagar orang lain. Saya  pernah mendengar cerita seorang pemilik rumah yang terpaksa mengecat ulang pagar putihnya yang baru saja dicat kemarinnya, karena pagi harinya ia menemukan pagarnya telah penuh dengan corat coret grafiti yang tak bertanggung jawab. Tak jarang keindahan dan kebersihan fasilitas umum pun banyak juga yang terganggu oleh aksi corat-coret ini. Bahkan di batu-batu cadas bekas lahar gunung Batur di kampung saya juga banyak yang dicorat coret oleh pelancong, untuk mengekspresikan bahwa sang pelancong pernah sampai di sana. Sungguh aneh, jika kita lihat dari sudut pandang itu.

Yang pro tentu menganggap bahwa Grafiti adalah sebuah wahana untuk melepaskan expresi dari jalanan. Dengan grafiti para kaum yang merasa tertindas dan terkucilkan secara sosial dan ekonomi, menemukan tempatnya. Mereka tidak pernah memiliki channel yang bisa mendengarkan aspirasi mereka. Punya ide yang tak pernah ada yang menampung. Punya jeritan yang tak pernah ada yang mendengarkan. Akhirnya Grafiti jalanan adalah sebuah pilihan. Pilihan untuk berekspresi!.

Jika kita perhatikan, tidak semua kata-kata atau slogan yang dituliskan itu buruk atau remeh. Ada juga yang menarik, membuat kita tersenyum atau bahkan merenung dan mengambilpelajaran darinya. Pernah satu kali saya melihat tulisan di tembok perumahan Bintaro tulisannya seperti ini ” DUIT PENGEN, KERJA OGAH”. Nah lo! Saya tersenyum geli membacanya. Semua orang juga pengennya begitu. Ada nggak orang yang sebaliknya  “Kerja pengen, Duit Ogah” ya?. Tentu tidak ada bukan? Kenyataannya memang untuk mendapatkan duit, semua orang juga harus bekerja keras – kecuali koruptor. Nah, karena kita bukan koruptor, marilah kita bekerja keras untuk mendapatkan uang guna membiayai hidup keluarga kita. Jadi, nggak usah banyak mengeluh, karena semua orang juga begitu.

Saya sendiri adalah seorang pencinta karya seni. Bukan pihak yang pro maupun kontra. Karena menurut saya, sepanjang ekspresi seni itu dilakukan dengan baik dan optimal serta tidak merugikan pihak lain, tentu itu adalah sesuatu yang bagus.

Ekspresi seni jalanan, jika dilakukan dengan baik bukan tidak mungkin menambah keindahan kota dan lingkungan sekitarnya. Misalnya thema yang jelas, dengan komposisi grafis dan colouring yang baik, tentu akan menghasilkan karya seni jalanan yang menarik.

Namun jika mencorat-coret fasilitas umum ataupun pagar rumah orang lain hanya untuk mengatakan “Ani I Love You” atau slogan jorok yang tak ada gunanya, tentu itu bukan perbuatan yang elok.

Berikut adalah beberapa garafiti yang saya sempat jepret gambarnya di tembok pagar, tepi rel kereta api di Poris, Tangerang.

8 responses »

  1. Sebenernya kalau misalkan disediakan tempat khusus biar mereka bisa mengekspresikan kreativitas malahan bisa jadi objek tontonan yang menarik kan ya Mba Made. Beberapa graffiti yang pernah saya lihat menunjukkan kreativitas luar biasa dari pembuatnya, dari segi gambar, tema maupun warna..

  2. saya juga liat banyak grafiti yang bagus, tapi ada juga yang asal-asalan, jadinya cuma membuat kotor. mungkin memang harus ada banyak tempat khusus untuk para seniman grafiti ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s