Everything Starts With People…

Standard

???????????????????????????????

Telpon genggam di atas meja saya berbunyi meninggalkan pesan . Menanyakan apakah saya sedang ada di Jakarta, lalu mengabarkan bahwa George Sotiropoulos, mantan boss saya sedang ada di Indonesia dan mengajak kami ketemuan. Tentu saja saya mau. George adalah boss sekaligus teman saya.

Perkenalan saya dengan George bermula di tahun 1997. Saat itu saya baru masuk di PZ Cussons Indonesia.  Saya di Marketing, sedangkan George di Sales. Ia memegang area Indonesia Timur dengan basis di Surabaya. Kami berteman dengan sangat baik. Saat itu Cussons masih sangatlah kecil, seingat saya perusahaan baru memiliki 5 cabang di seluruh Indonesia. Saking kecilnya, semua team Sales di seluruh Indonesia saya kenal dengan baik tanpa kecuali, dan hubungan kami sangat dekat satu sama lain.

Saya ingat itu adalah tahun-tahun dimana Sales dan Marketing saling bahu membahu dengan sangat kompaknya.  Perusahaan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Banyak hal yang kami lalui bersama. Suka dan duka.  Beberapa tahun kemudian George mendapatkan penempatan baru sebagai  President Director dari PZ Cussons di China. Dan tanpa disangka,  pada tahun 2003  ia kembali ke Indonesia  untuk memimpin PZ Cussons Indonesia. Sejak saat itulah ia kemudian menjadi …..bos saya!. Siapa yang menyangka? Tidak lama kemudian, pada tahun 2005, George akhirnya kembali melanglang buana ke Kenya lalu terakhir ke Nigeria. Tentu saja kami tak pernah bertemu lagi sejak itu, karena George sibuk di negara barunya.  Terlebih jarang kontak lagi, karena sayapun akhirnya  melanglang juga ke perusahaan lain, walaupun tetap di Jakarta.

Mendengar ia datang, tentu saja kami semua ingin menemuinya. Bukan hanya saya sendiri, tapi juga teman-teman lain yang  pernah berada di teamnya George   Dan entah kenapa malam itu semuanya menjadi terkenang masa lalu ketika kami masih bersama-sama.

George, harus saya akui bahwa Cussons pada jaman dulu adalah tempat yang paling menyenangkan yang saya tahu untuk bekerja “ seorang  yang sudah tidak lagi bekerja di Cussons berkata. Semua yang hadir  menyetujui kalimat itu.  Saya teringat, jaman itu Cussons memiliki team yang sangat kompak, tidak ada gontok-gontokan. Benar-benar zero politik di kantor. Semua orang memiliki agenda terbuka yang sama. Tidak ada orang yang memiliki agendanya sendiri. Apalagi hidden agenda. Tidak ada sama sekali. Saling support. Sukses bersama dan gagal juga bersama. Sungguh menyenangkan.

Mendengar itu, sejenak George terdiam, lalu berkata “People, who make the place become interesting”. Tempat adalah tempat. Apa yang membuat tempat itu berbeda adalah orang-orang di dalamnya. Tempat itu menjadi menarik ketika kita merasa orang-orang di dalamnya menyenangkan dan menarik perhatian kita. Ketika orang-orang di dalamnya berbuat hal yang tidak menyenangkan satu sama lain, tentu tempat itu menjadi tidak menarik lagi.  “Everything starts with people” lanjutnya lagi.

Saya merenungkan kata-kata George. Bener juga, pikir saya. People who make the place become interesting.Not the place itself. Lalu saya melihat ke sekeliling saya. Semua orang yang duduk mengelilingi meja makan malam itu. Para sahabat yang telah menemani perjalanan hidup saya selama belasan tahun di tempat itu. Dan juga para sahabat lain yang kebetulan tidak ikut duduk di meja itu. Merekalah yang telah mengisi hati saya dan membuat tempat itu dulu menjadi sangat menyenangkan dan menarik…

14 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s