Reuni: Yang Terangkat Kembali Dalam Ingatan…

Standard
Tahun 2005. Saya yang berbaju kotak-kotak coklat berambut pendek, berdiri di sebelah George.

Tahun 2005. Saya yang berbaju kotak-kotak coklat berambut pendek, berdiri di sebelah George.

Ketika kita ber- reuni dengan sahabat lama, berbagai cerita lama dan kenangan biasanya muncul kembali ke permukaan otak kita. Demikian juga ketika saya dan teman-taman bertemu kembali dengan George, teman yang akhirnya menjadi bos saya di masa lalu di PZ Cussons Indonesia. Berbagai cerita lama yang sudah nyaris lupa pun tiba-tiba muncul kembali ke dalam ingatan saat kami ngobrol dan tertawa bersama lagi. Itulah yang barangkali disebut dengan memory. Dan tentu saja yang muncul bukanlah memory urusan kerjaan, tapi memory kehidupan sosial dengannya.

George memulai  terlebih dahulu. Ia bercerita tentang kenangan paling konyol yang  ia ingat tentang diri saya. Walah..

Red Hot Chili Peppers Thief.

Suatu hari di musim dingin di kota Manchester, di Inggris. Udara terasa beku. Saya sangat menderita oleh rasa dingin yang  menggigit dan kesulitan menyesuaikan lidah kampung saya. Tak habis pikir, mana udara sudah dingin, kok makanan yang disajikan juga dingin. Hambar pula!Rasanya tanpa bumbu.  Aduuh ..saya kangen matahari. Juga kangen masakan Indonesia yang panas dan pedas.

Suatu hari,  di tengah kerinduan akan sambal, saya melihat setangkai tanaman segar dengan buah kecil-kecil bulat berwarna merah dipajang di vas di meja makan. Buah apa itu? Sayapun memperhatikan dengan seksama. Surprise!!!Sangat terkejut dan girang alang kepalang. Ternyata itu adalah tangkai pohon cabai! Lengkap dengan buahnya yang merah bulat kecil-kecil.

Saya bilang pada George bahwa  hiasan meja itu adalah cabai.  George tidak percaya. Menurutnya cabai tidak berbentuk bulat kecil seperti itu. Rupanya memang tidak ada seorangpun di restaurant itu yang tahu bahwa itu adalah cabai.Semuanya menyangka itu hanya tanaman hias belaka.  ”Red hot chili peppers during winter? Mana ada?”  Saya tidak tahu. Tapi menurut saya itu memang benar-benar cabe. Barangkali ditumbuhkan orang di rumah kaca? Saya lalu memetiknya dan memakannya bersama makanan saya. Pedas!!!.  Lumayan, jauh lebih pedas dari paprika! Setidaknya mengobati kangen saya akan makanan rumah.

Malamnya saya makan lagi di restaurant itu. Diam-diam saya  memetik buah cabe di meja yang lainnya dan mencampurnya dengan makanan saya. Demikian juga esok harinya dan esok harinya lagi.  Saya berpindah-pindah meja, hingga akhirnya semua  buah cabai hias di semua meja restaurant itupun habis oleh saya.  Barangkali pelayan restaurant pada  bingung, mengapa hiasan meja mereka hilang satu persatu. Tertelan masuk ke dalam perut saya he he..

George menceritakan kembali kisah saya itu sambil tertawa terbahak-bahak.  Walah! Pencuri cabe! Sebelumnya saya tak pernah ingat kejadian itu lagi, hingga George menceritakannya kembali.

Serah Terima Jabatan.

Saya sendiri mengenang George sebagai seseorang yang sangat  perduli dan bertanggungjawab pada anak buahnya.

Kejadiannya masih di kota yang sama. Manchester. Dimana headquarter  PZ Cussons berada.  Saat  itu saya, George dan seorang teman lain berada di sana. Dari Manchester, George bermaksud untuk pulang ke Yunani, lalu ia berkata kepada saya “Dani, besok saya akan pulang dulu ke Greece. Tapi jangan khawatir. Kamu telah saya titipkan pada Panos, sahabat karib saya. He will taking care of you selama kamu di sini.” katanya. Ia lalu memperkenalkan saya pada Panos. Saat itu Panos memimpin bisnis Cussons di Ghana. Kebetulan juga sedang berada di Manchester.  Panos pun menyetujui permintaan George untuk mengurus kami selama masih di sana. “Oke “ kata saya sambil tertawa. Kok mirip proses serah terima jabatan dalam mengurus anak buah ya? Pikir saya geli dalam hati. Sungguh boss yang sangat bertanggungjawab akan keselamatan dan kesejahteraan anak buahnya.

Malam itu sepulang acara kantor, Panos mengajak kami keluar untuk makan malam dan menikmati kehidupan kota Manchester. Benar-benar seperti yang diceritakan dan dijanjikan George. Panos seorang host yang sangat baik, sopan, hangat dan penuh perhatian.  Jadi saya tidak merasa terlantar di negara orang hingga pulang kembali ke Indonesia.

Tanpa disangka, beberapa bulan kemudian, PZ Cussons mengeluarkan sebuah announcement resmi bahwa George akan mendapatkan tugas baru di Kenya. Dan posisinya di Indonesia akan digantikan oleh…Panos! Dengan demikian, otomatis saya akan report kepada Panos di Indonesia.  Ooops! Siapa yang menyangka?. Dunia memang selebar daun kelor.

Greece, Troy and Football.

Saya juga mengenang George sebagai seseorang yang selain cinta pada perusahaan, juga sangat cinta akan negerinya, Greece (Yunani).  Saking cintanya, ia selalu semangat bercerita tentang  Greece kepada kami anak buahnya pada saat jam-jam istirahat.  Kami juga selalu senang mendengarnya. Demikian juga ketika menceritakan  film Troy yang beredar di tahun 2004, dimana Brad Pitt memerankan tokoh “Achiles” dalam perang Troya yang sangat legendaris itu.  Ia menceritakan kembali, siapa tokoh Achiles itu, kehirukpikukan perang dan kehebatannya dalam  memimpin pasukan untuk menyerang Troya.  Mendengar ceritanya, maka kamipun berbondong-bondong ikut menonton “Troy” .

Banyak teman yang bercanda, apakah sebenarnya kami menontonTroy  karena memang terdorong oleh cerita George tentang Achiles, atau karena penasaran ingin melihat Brad Pitt ‘naked’ di film itu? Ha ha ha..

Salah satu bukti lain tentang kecintaan George terhadap Greece adalah ketika di tahun 2004 Yunani berhasil mengalahkan Portugal  dalam European Football Championship. George sangat senang berbicara sepakbola.  Dan tentu saja sangat bangga akan kemenangan team negaranya itu.

Suatu hari saya pergi melakukan kunjungan kerja di Pasar  Manggarai, di Jakarta. Saya berkunjung dari satu toko ke toko kosmetik yang ada di dalam pasar itu.  Seorang pemilik toko bercerita kepada saya bahwa minggu sebelumnya  juga ada seorang bule dari Cussons berkunjung  ke pasar dan mengobrol dengannya. “Siapa ya ?” Pikir saya. Karena ada beberapa orang bule di kantor kami. Pemilik toko bilang ia tidak tahu nama bule itu namun mengatakan bahwa  bule itu sangat ramah, banyak bertanya tentang produk Cussons Baby dan Imperial Leather serta sangat semangat waktu diajak mengobrol tentang piala Eropa dan kemenangan team Yunani. Seketika saya tahu, pasti bule yang dimaksud adalah George…

6 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s