Kuda Copot Dan Ayam Pake Kayu.

Standard
Di Rumah Sakit International Bintaro

Di Rumah Sakit International Bintaro

Hari minggu sore saya meluangkan waktu untuk membeli beberapa keperluan rumah tangga di sebuah Supermarket di daerah bisnis Bintaro. Matahari sudah condong ke barat. Tanda senja mulai menjelang. Tempat parkir sangat penuh, sehingga saya harus mendorong kereta belanjaan saya ke luar area Supermaket. Persis di depan salah satu menara kembar di Bintaro. Sangat aneh! Suasana senja itu  membuat saya tiba-tiba terkenang kembali akan masa lalu. Entah apanya. Barangkali temaram sinar matahari yang sama. Atau barangkali desir angin yang serupa. Entahlah…

Persis di seberang saya berdiri, dulunya terdapat sebuah taman bundar yang sangat luas. Taman itu dihiasi dengan kolam, air mancur dan pillar-pillar yang didesign serupa dengan pillar Panthenon Temple yang nyaris runtuh di Yunani. Lalu di sekelilingnya ada lagi beberapa pillar dan tiang-tiang yang dihiasi lampu dan tempat duduk. Sungguh taman yang sangat menyenangkan. Indah dan sekaligus teduh, dinaungi pohon-pohon Jati Emas. Sayang taman itu sudah dirombak total dan sekarang di atasnya dibangun jembatan layang yang menghubungkan pintu tol.

Kuda Copot.

Tanah tempat Supermarket itu berdiri dulunya adalah sebuah tanah lapang kosong. Para kusir delman menjadikannya sebagai tempat mangkal. Setiap minggu sore  banyak anak-anak yang datang ke sana untuk mengantri naik delman keliling sektor IX dan sekitarnya. Saya juga sering mengajak anak saya bermain ke sini. Banyak yang bisa dilakukan di sana. Selain naik delman, saya juga bisa mengajak anak-anak berjalan-jalan ataupun berlari di rerumputan. Menangkap belalang dan capung. Atau bermain layang-layang. Saat itu anak-anak masih kecil-kecil. Yang besar masih TK, sementara yang kecil masih batita sekitar 2 sampai maximum 2.5 tahun. Mereka sangat suka naik delman.

Suatu hari, sehabis naik delman, anak saya yang kecil tidak mau diajak pulang. Walaupun sudah saya bujuk-bujuk, tetap saja tidak mau.  “Mau naik kuda copot! Mau naik kuda copot!” katanya merengek. Saya bingung. Apa itu ‘Kuda Copot”? Karena tidak mengerti,maka sayapun mengikuti arah pandangan mata anak saya. Ya ampuuun,..rupanya yang dimaksud dengan Kuda Copot adalah Kuda Tunggang. Kuda Poni yang biasanya ditunggangi oleh anak-anak yang lebih besar. Jadi maksudnya Kuda Copot adalah kuda yang lepas.Kuda yang tidak tersambung badannya dengan kereta delmannya…alias copot. Walah.., ada-ada saja.

Mengenang itu, saya tertawa dalam hati.  Alangkah cepatnya waktu berlalu. Sekarang anak-anak sudah besar dan tak mau lagi kalau diajak kemana-mana. Lebih suka bermain dengan temannya atau menenggelamkan diri dalam komputernya.

Ayam Pake Kayu.

Ada lagi hal lucu  yang saya kenang. Masih cerita tentang anak saya yang kecil. Suatu hari anak saya terpaksa dirawat di Rumah Sakit International Bintaro karena Gastroenteritis. Saya dan anak saya menginap beberapa hari di rumah sakit yang lokasinya tidak jauh di sebelah Supermarket itu sekarang.  Setelah beberapa saat, kesehatannya pun mulai pulih kembali. Suatu sore Ahli Gizi Rumah Sakit datang berkunjung dan berdiskusi dengan saya mengenai asupan makanan untuk anak saya dna menginformasikan bahwa besok anak saya mulai boleh makan makanan normal kembali. Setelah itu Sang Ahli Gizi pun beralih mengajak ngobrol anak saya. Dia memperkenalkan dirinya dan bertanya dengan sangat ramah ”Halo, besok Aldo pengen makan apa?” Tanyanya. Anak saya terlihat berpikir sejenak lalu menjawab dengan pasti “Mau makan  Ayam Pake Kayu!”. Katanya. Oops! Apa itu Ayam Pake Kayu? Ahli Gizi itu kebingungan lalu bertanya kepada saya. Saya juga bingung. Sumpah! Tidak mengerti maksudnya. Anak saya mencoba menjelaskan dengan mengatakan yang dimaksud adalah ayam yang dipotong-potong, lalu ada kayunya panjang-panjang. Oooh..Sate! Ya ampuuun….Jadi maksudnya adalah “Sate Ayam”. Aduuuh ada-ada saja anakku. “Sate Ayam, Mbak!” kata saya menterjemahkan. Ahli Gizi itupun tertawa terbahak bahak saking gelinya. “Ya ampuun Bu, anaknya lucu sekali” katanya.  Lalu menuliskan orderan Aldo ke dalam list-nya.  Sate Ayam!.

Tidak habis sampai di situ, ia masih melanjutkan pertanyaannya lagi “ Oke deh. Nanti Tante siapkan Ayam Pake Kayunya ya. Terus Aldo pengen apa lagi?” tanyanya.  Saya pikir kali ini anak saya akan menjawab dengan jelas. Ternyata jawabannya “Mau Telor Pake Minyak”. Nah,  kalau yang ini tentu lebih gampang sekarang buat kami.  Dengan cara melakukan analogi dengan “Ayam Pake Kayu”, maka baik saya maupun Sang Ahli Gizi dengan mudah menebak, bahwa yang Aldo inginkan adalah Telor Ceplok. Ha ha ha..

Sekarang kalau saya pikir-pikir kembali.  Peristiwa itu terjadi pada bulan February 2006. Berarti saat itu Aldo baru berumur 3 tahun. Ternyata pada umur itu, walaupun barangkali belum tahu istilah yang digunakan oleh masyarakat umum (karena barangkali belum pernah diajarkan), Aldo rupanya sudah mengembangkan kemampuannya sendiri dalam mendiskripsikan sesuatu. Kalau bisa saya ambil kesimpulan umumnya, berarti  bahwa sebenarnya anak memiliki pemahamannya sendiri tentang setiap benda yang pernah dilihat atau dirasakannya. Tanpa mengenal nama yang umum dipakai oleh masyarakat, maka anak akan mendeskripsikannya kembali dengan bahasanya sendiri. Dan sebenarnya kemampuan manusia dalam mendeskripsikan sesuatu itu sudah dimulai sejak umur 2 tahun atau 3 tahun.  Amazing!. He he..saya merasa seperti menemukan harta karun.

Pulang-pulang, saya mencoba bongkar-bongkar file foto-foto lama. Dan menemukan foto kejadian di Rumah Sakit International Bintaro itu – persis saat Sang Ahli Gizi menginterview Aldo di ruang Rumah Sakit dan terbahak-bahak kegelian akan jawaban Aldo. Saat saya tunjukan foto-foto itu ke Aldo, ia melihat sepintas dan berkata “Ya… aku  inget sama Mbak yang nanya aku itu, Ma. Orangnya baik dan ramah…” katanya.

Saya dan Aldo tertawa. Senang menengok masa lalu kembali…

11 responses »

  1. Memang menyenangkan mengingat kembali kejadian-kejadian pada saat anak-anak masih kecil ya Mbak.
    Anyway, aku juga menyayangkan hilangnya taman bunderan Bintaro yang sekarang jadi jalan layang itu 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s