Animal Behaviour – Kisah Kepahlawanan Seekor Kucing.

Standard

Andani - Persia & La Kitty 7Anak saya memiliki 2 ekor kucing yang diberi nama La Kitty dan Persia. La Kitty berwana putih dengan belang coklat abu-abu, sedangkan Persia berwarna putih dengan belang hitam. Keduanya adalah anak kucing liar yang didomestikasi di rumah kami. Namun keduanya ternyata memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Walaupun sama-sama kucing jantan dan sama-sama berasal dari kehidupan liar ternyata mereka memiliki karakter yang berbeda.  La Kitty tumbuh menjadi seekor kucing yang pendiam, serius dan  seekor petarung yang tak kenal kata menyerah. Suaranya keras dan jelas kalau sedang mengeong. Sebelumnya saya sudah pernah bercerita bagaimana La Kitty dengan tak kenal lelahnya bertarung dengan seekor kucing jantan berwarna hitam untuk mempertahankan sesuatu yang ia pikir harus pertahankan. Sementara Persia adalah seekor kucing yang manja, lucu dan periang. Suaranya pun terdengar sangat manja dan lucu.

Barangkali tempat tinggal yang sama dan induk semang yang sama, membuat kedua kucing itu merasa senasib dan sepenanggungan. Walau tumbuh dengan karakter yang berbeda, namun mereka hidup layaknya kakak-adik. Bermain bersama, becanda bersama dan kadang-kadang bertengkar bersama, lalu baikan kembali. Biasanya Persia yang nakal dan jahil menggganggu La Kitty.Sedangkan La Kitty,biasanya hanya sabar dan meladeni Persia ala kadarnya. Namun jika ia benar-benar sedang kelelahan atau mengantuk karena kurang tidur, kadang-kadang La Kitty pun marah juga jika Persia terus saja mengganggunya dan mengajaknya bermain.

Saat ini La Kitty sudah lebih sering ‘ngumbang’ alias berpetualang,lalau kembali ke rumah untuk makan, istirahat sejenak,lalu pergi lagi. Persia juga kadang-kadang ‘ngumbang’ tapi tidak sesering La Kitty. Ia lebih senang masuk ke kamar anak-anak, mengusap-usapkan badannya ke kaki anak saya, minta digendong atau ngajak bercanda.

Suatu malam sepulang dari kantor, suami saya bercerita tentang kedua ekor kucing kesayangan kami. Saat itu suami saya yang pulang duluan dari kantor. Ketika memarkir kendaraan, ia melihat La Kitty sedang berkelahi dengan seekor kucing besar berwarna hitam. Rupanya sang musuh bebuyutannya. Kucing itu mengejar La Kitty hingga ke pohon penaung di depan rumah kami. Sampai di pohon itu pun mereka tetap berkelahi dan La Kitty, walaupun tubuhnya lebih kecil tetap melawan. Suara kedua kucing itu  sangat ribut. Lalu tanpa diduga, dari dalam rumah, keluarlah Persia yang tiba-tiba berlari dan menerjang ke arah kucing jantan hitam itu. Sekarang ia yang berdiri menghadapi kucing jantan itu dan melindungi La Kitty dengan badannya. Barangkali karena terkejut, kucing hitam itu pun meloncat ke tanah, namun Persia ikut mengejar ke tanah dan menyeringai menantang kucing hitam itu dengan gagah berani. Tanpa sedikitpun perduli akan bahaya jika diserang kembali oleh kucing hitam itu. Padahal kucing hitam itu sangat besar dan galak. Ia tetap berdiri di situ. Menggeram dan mengancam. Kucing hitam itu pun akhirnya pergi.

La Kitty masuk ke dalam rumah dengan terpincang-pincang. Diikuti Persia. Sambil berjalan Persia sibuk menciumi La Kitty dengan penuh kasih sayang, seolah-olah ingin memastikan bahwa ‘kakak’nya itu tidak apa-apa. Saya terpesona mendengar cerita suami saya itu. Sangat heroik. Dan sangat mengharukan. Persia,kucing yang terlihat sangat lucu dan manja itu ternyata suatu ketika, bisa juga bersikap jantan dan gagah berani. Ia tidak perduli akan keselamatan dirinya sendiri.

Bukan hanya manusia, kucing pun mengenal arti kata setia kawan dan persaudaraan. Kucing pun mengenal arti kata kepahlawanan. Rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi kucing lain yang disayanginya.

Apakah kita masih berani berkorban dan mempertaruhkan nyawa kita untuk melindungi orang-orang di sekeliling kita?

8 responses »

  1. Wah Persia dan La kitty benar2 sudah merasa senasib sepenanggungan. HIdup dalam satu atap dalam waktu lama kali penyebabnya ya Mbak..Seperti karakter manusia saja mereka

  2. love cat very much!😆😆
    aku dari kecil hidup sama kucing,,,:mrgreen:
    menurtku kucing makhluk yang sensi dan penuh dengan perasaan,,😆

  3. Aaaaw so sweet! Aku mau nangis bacanya. Teringat kucingku 2 ekor, kakak-beradik. Si adik udah mati krn sakit… Sementara si kakak ngumbang dan tak kembali😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s