Kreatifitas Anak – Pot Keemasan Untuk Tempat Pensil.

Standard

Jar“Mama, lihat! Aku membuat  pot hias dari botol bekas dan koran bekas” Seru anak saya suatu pagi sambil menarik tangan saya.  Ia ingin kreasinya dilihat oleh saya. Sayapun mengikuti anak saya ke halaman belakang.  Oh..sebuah pot hias  yang sangat lucu. Terbuat dari potongan koran bekas yang dipilin-pilin menjadi sebuah tali, lalu direkatkan pada permukaan luar botol plastik bekas air mineral . “Aku pake lem fox” jelas anak saya. Sayapun mengambil benda itu. Mengamat-amatinya sebentar dan memuji kerapian pekerjaan anak saya. “Nanti bisa kita pake untuk menyimpan pinsil atau pulpen. Bisa juga untuk vas bunga” Kata saya. Anak saya tertawa senang.

Yuk kita kasih warna, biar tambah bagus,Ma!”Ajak anak saya. Saya setuju. Ia lalu membongkar peralatan lukis dan stock cat minyak saya. Dan menemukan sebuah cat acrylic berwarna keemasan yang masih penuh dan sebuah kwas.”Boleh pake yang gold ini?”Tanyanya minta ijin. Saya mengangguk. Tentu saja boleh. Sudah lama saya tidak melukis. Cat-cat itu juga mungkin akan mengering jika terlalu lama saya diamkan. Jadi baguslah jika anak saya mau memanfaatkannya.

Anak saya lalu menghampar sebuah  papan tripleks bekas dan duduk diatasnya.Asyik memberi warna pada pot koran bekasnya itu. Saya memperhatikannya. Sekuas demi sekuas. Ia menyapukannya dengan sangat teliti dan hati-hati sambil memutar pot itu. Kurang lebih setengah jam, selesailah ia dengan proses pewarnaan.

Berikutnya ia mengambil pillock transparant dan menyemprotkannya ke permukaan pot yang sudah diwarnai merata itu. “Biar bersinar!” katanya. Saya tertawa melihat gayanya menyemprotkan cat yang sungguh sangat lucu dan konyol. Sambil berdiri, berlari dan berputar. Anak-anak selalu menggemaskan. Ah! Sungguh saya sangat beruntung memilikinya. Anak yang ceria dan kreatif. Selalu membuat hati saya terasa bahagia dan senang.

Setelah selesai menyemprot , lalu ia menjemur potnya di bawah terik matahari. Tak lama kemudian, catnya pun keringlah. Wow! Sebuah pot warna keemasan yang terkesan mewah karena catnya yang blink-blink. Sebenarnya warna kemasan ini agak aneh jika kita tahu yang membuatnya adalah anak-anak. Karena biasanya anak-anak tidak akan memilih warna emas untuk karya-karyanya, namun cenderung  akan lebih memilih warna-warni terang, seperti biru, kuning atau merah. Ah! Tapi biarlah! Mengapa saya harus mengatur dan menggiringnya untuk menggunakan warna warni yang menurut saya lebih sesuai untuk anak-anak? Mengapa saya harus mengekang kebebasannya berekspresi?  Mungkin lebih baik saya membiarkan saja imajinasinya lepas dan tak berbatas. Apasaja bagus, sepanjang itu idenya sendiri.

Saya pikir, membiarkan anak untuk berkreasi dengan idenya sendiri akan membantu membuatnya mejadi  lebih independent . Juga membuatnya menjadi lebih bebas mengekspresikan ide dan pikirannya.

10 responses »

  1. Mengapa saya harus mengekang kebebasannya berekspresi? Mungkin lebih baik saya membiarkan saja imajinasinya lepas dan tak berbatas.

    >> so sweet mbak🙂

  2. Reblogged this on -ndutyke- and commented:
    Ndutyke: sukaaaak banget membaca tulisannya mbak Ni Made ini! I learned that we should appreciate our children’s preference. Mengijinkan anak berkreasi sesuai kehendak dan seleranya sendiri.

  3. Anak kecil biasanya lebih sabar dan “telaten” dalam mengerjakan sesuatu. Seiring dengan perjalanan waktu, saat SMA biasanya malah berkurang ketekunannya karena makin padatnya aneka tugas dan juga tersisih oleh mainan jadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s