Daily Archives: March 30, 2013

Tiga Jam Di Pintu Ciawi II.

Standard

Penunjuk jalanGerimis mulai berkurang, beberapa orang lelaki  lengkap dengan helpnya mengacung-acungkan tangannya. Awalnya saya agak bingung. Apa yang dilakukan oleh orang-rang itu?Mengapa ia mengetok-ngetok jendela pengemudi dan memberi tanda dengan telunjuknya? Akhirnya saya ingat, bahwa mereka adalah orang-orang yang  membujuk pengendara agar mau mengikuti mereka melalui jalan pintas menuju Puncak. Tentu saja dengan maksud agar mendapat upah sebagai penunjuk jalan. Profesi baru yang muncul akibat kemacetan. Kami tidak mau. Terutama karena sebelumnya kami pernah mencoba jalur itu, bahkan lebih parah macetnya ketimbang jalan besar yang lebih resmi. Ujung-ujungnya kami sampai di Puncak  setelah hampir lima jam berjuang di jalan sempit yang penuh dengan para Pak Ogah yang meminta uang di setiap tikungan. Jadi tak ada gunanya juga mengikuti mereka.  Toh hasilnya tidak akan lebih baik juga. Read the rest of this entry

Tiga Jam Di Pintu Ciawi I.

Standard

Macet Di CiawiLong weekend.  Saya bermaksud menghabiskan waktu di kota Sukabumi bersama suami dan anak-anak. Udara yang dingin dan sejuk, serta air yang mengalir. Selalu membuat saya merasa segar setiap kali mengingatnya. Sayangnya perjalanan ke kota itu, kali ini benar-benar melelahkan. Macetnya luarbiasa!. Berangkat pukul 10 pagi lewat tol JakartaBogor, kami baru bisa mendekati pintu Ciawi pada pukul 12 siang. Dan harus bengong tak bergerak selama tiga jam di Pintu Ciawi, karena jalur Puncak baru dibuka pada pukul 3 sore. Perjalanan keluar pintu Ciawi yang biasanya ditempuh selama satu jam itu kini harus ditempuh dalam waktu lima jam! Sungguh T E R L A L U !. Prestasi buruk yang luar biasa. Read the rest of this entry