Hi!. Temanmu Tertangkap Polisi…

Standard

Pak PolisiSuatu hari beberapa tahun yang lalu, di malam tanggal 31 Maret, kantor saya menyelenggarakan formal business dinner yang harus saya hadiri di restaurant di sebuah Hotel di Jakarta. Yang namanya acara perjamuan resmi, mau tidak mau ya saya harus hadir. Demikian juga teman-teman saya, kepala department yang lain di perusahaan itu. Apalagi saat itu, boss dari headquarternya juga datang. Tentu tidak mungkin amat bagi saya untuk membolos.

Setelah mengikuti tatakrama perjamuan dengan segala aturannya,seperti siapa duduk di sebelah siapa, siapa yang harus duduk duluan, tata cara dan urutan makan, hal-hal yang diperbincangkan dan sebagainya, maka kamipun pulang. Walaupun belum terlalu larut, saya langsung pulang, tanpa mampir kemana-mana lagi. Sesampai di rumah lalu mandi dan tidur.

Keesokan harinya, akhir pekan. Saya tidak ke kantor. Jadi saya sengaja bangun siang. Leyeh-leyeh lalu ngurusin anak-anak. Saat tengah hari iseng-iseng saya membuka hape saya. Ada sms dari si C (salah seorang teman yang ikut dinner malam itu) yang mengatakan bahwa si A (teman kami yang lain, yang juga ikut dinner malam itu) tertangkap polisi. Saya lihat dikirim jam 12 malam kurang lima menit. Waduuuh! Apa yang terjadi semalam ya? Mengapa si A ditangkap polisi? Memang dia melakukan apa? Kejahatan? Masa sih? Rasanya tdak mungkin. Narkotika? Kayanya nggak mungkin juga sih. Nggak ada tampang. Lalu kenapa ia ditangkap polisi? Jangan –jangan nabrak orang saat semalam pulang dari dinner kantor? Saya menduga-duga.  Atau jangan-jangan mabok?. Atau  mabok lalu nabrak orang? Atau  mengganggu ketertiban umum? Saya ingat di dalam acara itu juga dihidangkan wine. Dan karena saya sama sekali tidak meminum minuman beralkohol, maka saya tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi. Saya tidak tahu siapa yang meminum  apa. Dan barangkali beberapa diantara teman saya juga ada yang minum bier. Biasalah, cowok.  Tapi masa sih  sedemikian banyaknya, sampai bikin mabok?  Berapa banyak wine atau bier yang harus diminum sampai bikin mabok? Saya panik juga memikirkannya,walaupun seingat saya perjamuan itu cuma sebentar.

Dalam kepanikan, akhirnya sayapun menelpon Si A, yang diangkat oleh istrinya. Saya bertanya soal berita tentang suaminya. Istrinya lalu memberikan pesawat telpon itu kepada suaminya. Begitu diangkat, saya langsung memborbardir teman saya itu dengan pertanyaan “Panic Station”, seperti: kamu di mana, kenapa, mengapa, bagaimana bisa terjadi,dst.. pertanyaan beruntun sebelum ia sempat menjelaskannya dengan baik.  Teman saya akhirnya menjawab dengan tenang dan menjelaskan kepada saya bahwa ia baik-baik saja.Tidak mabok, tidak tersangkut narkoba, tidak nabrak orang, dan tidak ditangkap polisi. Nah? Terus? Sms itu?

Itu bohong! April Mop yang dibuat si C buat ngerjain kamu. Dia berharap kamu panik malam-malam dan nelpon saya. Pasti heboh!“ katanya. Walah! Sial banget. Ya, bener. Hari itu tanggal 1 April.  Saya korban April Mop,dong!. Saya lihat kembali smsnya. Pantes saja. Ia mengirimnya memang jam 11.55. Untung saja semalam saya sudah tidur jam segitu. Bayangin saja jika saya masih terjaga, menerima sms itu, lalau panic dan menelpon teman saya tengah malam. Apa jadinya? Jangan-jangan ntar malah istrinya cemburu kepada saya. Ngapain ini perempuan kok malem-malem nelponin laki gue?. Berteman cukup di kantor saja weh, jangan pake acara nelpon ke rumah malam-malam segala!.  Waduuuuhhhhhh…! Bisa Perang Dunia ke 3 ini kalau begini. Padahal ya namanya berteman sudah belasan tahun dengannya, kalau kita denger sesuatu yang serius menimpa dirinya begitu, kan otomatis kita juga prihatin dan perduli. Bukan karena ada apa-apa,  tapi ya…setia kawan saja.

Aduuuh..ini Si C ada-ada saja sih. Scenario April Mop yang parah juga ini.  Untungnya  saya baru membuka sms itu jam 12 siang. Walaupun tetap panik, tapi efeknya tidak sedramatis yang diskenariokan teman saya. Untuuung! Untuung!!!.

Lalu teman saya si A ini bercerita, bahwa sebenarnya semalam si C juga mengirim sms kepada si A, mengatakan bahwa si B tertangkap polisi. Tapi April Mop itu tidak sukses karena teman saya si A sedang berada di kendaraan yang sama dengan si B. Mereka kebetulan pulang bersama-sama sehabis acara busines dinner itu. Dan saat yang nyaris bersamaan si C juga mengirim sms kepada si B bahwa si A tertangkap polisi. Tentu saja keduanya langsung tahu bahwa si C sedang melakukan aksi April Mop-nya. Gagal deh.

Ya..akhirnya kami jadi tertawa atas kejahilan teman kami itu. Mentertawakan ketidaksuksesannya.  Walaupun jahil, tapi saya tahu itu bercanda dan hanya untuk membuat kami  tertawa. Canda tawa itu penting untuk menyeimbangkan diri terhadap kerasnya kehidupan.

Walaupun saya tidak merayakan April Mop dan nggak tahu menahu urusan April Mop,  entah dari bangsa apa, negara mana kebudayaan itu muncul, tapi tak pelak peristiwa itu membuat saya ingat kepada teman-teman lama saya itu dan sangat merasakan persahabatan kami yang sedemikian kompak seperti saudara.

16 responses »

  1. Aih parah amat skenarionya. Kadang ada yang sampe seserius itu ya Mba Made memanfaatkan momen april mop. Padahal namanya dibohongin.. Kapanpun ya ga 3nak rasanya.

  2. Saya membacanya dengan penuh tanda tanya….
    He3 diam-diam saya juga kena april by Ni Mad.

    Lucu juga ya Ni, kalau ada April Mop tidak sukses karena si A sedang berada di kendaraan yang sama dengan si B, pulang sama-sama, apalagi juga dikirim ke si A.
    Pasti keduanya ketawa ha3😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s