Mama! Aku Ditangkap Polisi…

Standard

telponPukul 2 pagi suara telpon berdering-dering mengejutkan. Terburu-buru saya bangun dengan denyut jantung yang memburu. Siapa ya yang menelpon malam-malam begini?. Pasti berita penting! Aduuuuuh… ,semoga tidak terjadi apa-apa. Saya berlari  ke meja telpon sambil berdoa untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai. Semoga mereka baik-baik saja semuanya. “Halo? Selamat malam?” sapa saya dengan hati cemas. Saya mendengar suara isak tangisan di seberang. ”Maamaaaa! tolooong maaaa. Aku ditangkap polisi, maaaaa…”kata suara di seberang itu.”Huh!Syukurin,Lu!” kata saya sambil membanting gagang telpon. Gedubrak!

Suami saya terbangun. “Kenapa, De? Tukang tipu lagi ya?” tanyanya sambil tertawa. Sayapun hanya bisa tersenyum masam dan naik lagi ke tempat tidur.

***

Sekitar dua tahun yang lalu. Siang hari akhir pekan,kebetulan saya sedang di rumah. Suara telpon berdering yang diangkat anak saya yang kecil. Lalu ia memanggil saya dan meminta saya saja yang menjawab telpon itu karena dia tidak mengerti, orang di seberang itu bicara apa. Sayapun akhirnya menerima gagang telpon itu. “Halo? Selamat Siang..”.  Lalu terdengar suara dari seberang ”mama…mama..aduuuh maa…”.  suaranya tidak terlalu jelas karena bercampur dengan isak tangis. Tapi saya sendiri sudah heran dan merasa aneh, kenapa ada orang yang memanggil saya ‘mama’ ya?. Kan kedua anak saya sedang bermain bersama saya? Seketika intuisi saya mengatakan bahwa orang yang saya ajak bicara ini sedang berusaha menipu saya. Tapi saya cukup curious untuk mengetahui apa yang akan ia katakan kepada saya.  Ia lalu mengatakan bahwa dirinya adalah Aditya dan membahasakan dirinya dengan nama Adit serta meminta tolong kepada saya (yang ia panggil sebagai mama).

“ .. mama…tolong maaaaa! Aditya ditangkap polisi, maaaa”. Suaranya terdengar dibuat sememelas mungkin, penuh kesedihan dan kepanikan. Saya tahu, jika saya ladenin ujung-ujungnya ini penipu pasti akan meminta saya  untuk mentransfer sejumlah uang guna membebaskannya dari kantor polisi. Saya pernah mendengar modus operandi penipuan seperti itu sebelumnya.

Kebetulan sekali, saat itu seorang keponakan suami yang bernama Aditya memang ngikut kami beberapa tahun terakhir ini, walaupun tidak tinggal di rumah yang sama. Tapi saya tahu persis itu bukan suaranya. Dan lagipula, kalaupun itu betul suaranya, ia tidak pernah memanggil saya “mama”?. Saya kan bukan mamanya. Dan tak mungkin juga ia keliru membedakan suara saya dengan suara mamanya sendiri. Fakta lainnya adalah, mamanya Aditya juga tinggal di kota lain.

 Saya pikir, penipu ini tidak begitu pintar. Cuma entah kenapa, niat jahil saya sempat muncul juga. Saya ingin tahu apa yang akan dikatakannya lagi. Terdengar seperti lelucon jenaka bagi saya “ Memangnya kamu, kenapa?” tanya saya berusaha bersimpati.

Aditya diangkap polisi, maaaa..” rengeknya. Masih tetap menangis agar suaranya tak begitu jelas dan terasa semakin dibuat-buat. Dan diulang-ulang. Saya berpikir, sekarang penipu itu pasti menyangka bahwa saya sudah mulai masuk ke dalam jebakannya. Lucu juga.

Syukurin deh, lu!” kata saya akhirnya. Mulai berpikir bahwa saya membuang waktu untuk mencari penghiburan dengan mendengarkan si penipu ini. Si penipu tidak mau terima saya berkata begitu. “Kok mama begitu, sih?” tanyanya.Agak kesal.Sekarang suaranya lebih jelas. Semakin jelas kalau itu bukan suara Aditya. Barangkali dia lupa terisak. Lupa sedang bersandiwara. Ha ha..

“Iya! Karena kamu penipu!” kata saya  nyengir sendiri. Sungguh, sekarang saya merasa benar-benar kurang kerjaan menemani penipu ini ngobrol.

“maaaa.. tolong Aditya,maaa.Ini benar-benar Adit, ma.  Aku tidak menipu.Aku ditangkap polisi. Tolong maaaa…”.   ah, cape juga ngeladenin si penipu ini. Akhirnya saya bilang kepadanya “Kalau memang benar kamu Aditya, kenapa kamu menelpon ke sini? Masa Aditya nggak tahu dimana mamanya sih? Kan tidak ada mamanya Aditya di sini? Dasar penipu kamu!”kata saya menegur. Penipu itupun langsung menutup telponnya setelah saya mengucapkan kalimat itu.

 Setelah itu saya segera menelpon Aditya keponakan suami saya yang sedang berada di rumah yang lain dan menecritakan mengenai usaha penipuan di telpon itu.  Satu hal yang tetap menjadi misteri bagi saya adalah,bagaimana ia tahu nomor telpon rumah saya dan tahu di nomor itu ada orang yang bernama Aditya. Apakah ia melakukan investigasi sebelumnya? Ataukah hanya sebuah kebetulan belaka? Saya cenderung berpikir bahwa itu sebuah kebetulan.

Setelah dua tahun berlalu, ternyata tukang tipu lewat telpon ini beraksi kembali. Secara umum mungkin mudah dikenali dari suaranya. Namun saya pikir jika kebetulan yang ditelpon tengah malam belum 100% terjaga dari tidurnya dan misalnya kebetulan punya anak yang hobbynya ngedugem hingga pagi hari, bisa jadi tanpa sadar kena tipu orang ini juga. Setidaknya mungkin panik. Atau misalnya jika itu menimpa orang yang memiliki gangguan jantung?  Gimana kalau sakit jantungnya mendadak kambuh karena kaget? Apa yang mungkin terjadi? Alangkah berdosanya. Tapi ah, yang namanya penipu, mana ada yang merasa berdosa..

Wah..rasanya geram sekali. Saya ingin sekali  agar penelpon itu bukan lagi menipu orang dengan mengaku dirinya ditangkap polisi, namun agar ia benar-benar ditangkap polisi atas hasil perbuatannya.

12 responses »

  1. Iya,benar banget. sekarang kalo ada masalah yang gawat, kita harus tenang dulu,jangan panik. karena kepanikan membuat buntu pikiran kita. saya yang pernah mengalami penipuan udah ga mau ditipu lagi. kesal,marah,tapi apa mau dikata, sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

  2. kukira april mop lagi bu mada.
    saudara saya juga dulu dibuat panik dg kabar anaknya kecelakaan. tentu saja saudara saya panik krn mereka bertempat tinggal di luar kota.

  3. modus penipuan jaman skrg mmg membuat kt hrs ekstra hati2… blm lama sya dpt sms yg mmberitahukan sya sbg pemenang dr program gebyar telkomsel, gag lngsung prcya akhirnya sya browsing2 ternyata itu slhsatu modus penipuan..

  4. mertua saya pernah kena tipu mbak, ditelepon tengah malam bilangnya kalau saya ditangkap polisi, karena waktu itu mau dekat hari saya nikah, akhirnya mama nekat nransfer karena takut semua rencana pernikahan gagal, eh taunya penipu..

    kalo menurut saya sih penipu gini ngga asal nelepon, tapi udah survey sebelumnya, beda sama penipuan mama minta pulsa yg targetnya ngacak..

    semoga ini bisa jadi pembelajaran dan membuat kita tetap waspada..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s