Wanita Dan Tas Tangannya.

Standard

Isi Tas Wanita

Seorang teman bercerita tentang betapa herannya ia akan kelakuan istrinya yang menyimpan segala macam barang di dalam tas. “Segala macem barang deh dimasukin. Kalu dompet dan peralatan kosmetik, saya bisa mengertilah. Tapi ini? Segala macam.Masa sak bon-bon, struk belanja segala disimpan sih? Kan itu sampah? Pantes saja berat ” Katanya. Lalu sambil tertawa ia melanjutkan “Sungguh! Wanita itu memang sulit dimengerti, ha ha ha..” . katanya tertawa terbahak-bahak.

Oops!. Seorang teman wanita yang kebetulan ada di sana  berkata,“Di dalam tasku juga banyak bon-bon yang seperti itu, Pak. Disimpan aja dulu, siapa tahu nanti diperlukan. Tapi nanti kan sekali waktu dibersihkan dan dibuang juga kalau memang sudah pasti tidak ada gunanya” jelas teman saya membela diri.Seolah dia yang dituduh. Padahal kan teman saya itu sedang membicarakan istrinya.

Sebenarnya saya juga merasa tersindir. Karena apa yang dikatakan teman saya itu tentang istrinya sebenarnya juga berlaku untuk saya.Saya juga sering memasukan barang-barang yang pada kenyataannya jarang saya gunakan. Alasannya ya….untuk jaga-jaga. Dan suami saya tidak cukup hanya sekali mengomel untuk urusan isi tas saya. Tapi berkali-kali.

Apa yang ada di dalam tas tangan kita?

Ya..memang banyak juga sih. Yang jelas, pasti ada dompet, handphone, blackberry beserta chargernya – buat jaga-jaga jika baterenya habis. Kadang-kadang saya juga bawa power bank buat jaga-jaga….tapi belakangan saya ngeh, power bank saya itu juga sering tidak berpower karena saya lupa nge-charge. Lalu tas kosmetik, yang isinya pelembab, bedak, lipstick, mascara, pensil bibir dan pensil mata. Juga ada sisir – buat jaga-jaga jika mendadak harus ke acara yang perlu tampil agak lebih rapi. Terutama lipstick, karena paling mudah terhapus dan saya tidak pede tampil dengan bibir pucat. Terkadang saya juga bawa parfum – lagi lagi buat jaga-jaga jika ada acara resmi mendadak yang harus saya hadiri.

Lalu ada permen buat jaga-jaga jika lapar atau mulut terasa kurang segar. Kadang saya juga bawa cookies buat jaga-jaga kalau kelaparan dan nggak sempat makan siang, misalnya karena kerjaan terlalu banyak atau meeting kepanjangan.

Terus tissue buat jaga-jaga kalau kebelet  di tempat umum dan wash roomnya kehabisan tissue. Terkadang saya juga membawa pembalut wanita..yaaa…..in any case dibutuhkan.

Lalu saya juga bawa Flashdisk buat jaga-jaga kalau ada data yang harus saya pindahkan. Lalu saya juga membawa  external  hardisk beserta kabel datanya– untuk berjaga jika Flashdisk-nya kehabisan space. Atau buat jaga-jaga jika ada data penting yang saya butuhkan di jalan. Terus saya juga membawa modem – buat jaga-jaga jika saya harus keluar dan ada data penting yang harus saya kirim dan saya membutuhkan jaringan internet.

Saya juga bawa pensil dan pulpen beserta tempatnya. Terus kartu nama dan passport. Saya ingat-ingat lagi. Oh ya,  biasanya saya juga membawa kamera saku – jaga-jaga. Kali-kali ada kejadian atau hal menarik yang bisa saya potret. Kadang-kadang saya juga membawa teropong kecil – buat jaga-jaga jika melihat burung atau kupu-kupu yang menarik dari kejauhan.

Terus saya juga membawa jarum renda/hakpen dan benang– jaga jaga jika bengong terlalu lama, misalnya di kendaraan atau menunggu sesuatu.  Kalau tidak, saya juga membawa buku bacaan untuk membunuh waktu menunggu yang membeosankan.

Saya memeriksa lagi tas saya untuk memastikan semuanya sudah saya data. Ternyata saya juga membawa jepit rambut, ikat rambut, accessories seperti kalung dan anting hias – jaga-jaga jika ada acara mendadak. Lalu karena kaki saya sering cramp, saya juga membawa Counterpain atau  Neoremacyl. Terus ada Vitamin C. Lalu ada  struk belanja dan struk ATM, bill rumah makan, potongan ticket pesawat, karcis tol dan sebagainya.  Ha ha..sampah semua. Lalu ada sisa sisa uang kembalian belanja. Uang kertas lusuh dan uang logam. Saya juga bawa gunting kuku dan manicure set. O ya ada juga kartu Deck,mainan anak saya yang dititip.

Apakah Kita Memang Benar-Benar Perlu Membawanya?

Kalau dijembrengin begini, ternyata tidak semua benda-benda itu memang perlu dibawa kemana-mana. Kebanyakan memang buat jaga-jaga saja. Persentase penggunaannya sangat rendah. Tapi mengapa saya suka membawanya kemana-mana? Apakah itu artinya bahwa wanita seperti saya  berarti sangat hati-hati dan penuh persiapan. Atau justru indikasi bahwa tidak cukup merasa percaya diri tanpa benda-benda itu?

Saya pikir mungkin sudah saatnya saya harus mulai lebih memilih dan memilah benda-benda yang layak saya bawa saja. Sehingga tidak terlalu berat dan tidak membebani tubuh saya.

Peringan Tas Kita Sekarang Juga!

Memikirkan itu, saya jadi teringat akan sebuah percakapan saya dengan tukang jahit langganan saya beberapa waktu yang lalu. Sudah lebih dari lima tahun saya tidak pernah menjahit baju. Dan baru kali ini datang lagi ke tokonya. Sambil mengukur badan saya, tukang jahit itu memulai percakapan.

Tukang Jahit: Wah, sekarang ibu agak gemukan ya?

Saya: Ya nih.. susah nuruninnya.

Tukang jahit:  Loh, ini kok bahu kiri Ibu lebih rendah dua sentimenter dibanding bahu kanan, ya Bu?

Saya: Hah? Masa sih? * sambil tidak percaya dan meminta tukang jahit untuk mengukur lagi.

Tukang jahit lalu mengulang lagi pekerjaannya mengukur badan saya.

Tukang jahit: Eh iya nih Bu..! Memang lebih rendah dua senti.

Saya bengong dan sedih mendengarnya. Kok bisa? Tukang jahitpun membongkar-bongkar file lamanya kembali dan menemukan catatan bahwa dulu bahu saya seimbang kiri dan kanan.

Lalu Tukang jahit berkata: Mungkin Ibu sering membawa tas yang terlalu berat di bahu sebelah kiri. Mulai sekarang Ibu perlu pindahkan bebannya ke sebelah kanan, Bu. Atau kalau tidak, Ibu kosongkan isi tas Ibu dan bawa hanya benda-benda yang penting-penting saja

14 responses »

  1. sama juga mbak …, tas ku isi segala macam…
    akhirnya payung ngalah … nambah berat
    lebih baik keujanan daripada semua isi tas dikeluarin he..he ..

  2. sama mbak, saya juga sering isi macam-macam. Apalagi kadang kamera DSLR nya juga masuk tas. Dan dulu saya pakai ransel, lebih parah lagi, punggung sampai sakit.
    Cara saya mengurangi beban ke pundak:
    1. Pilih tas yang kecil, sehingga benar-benar cuma cukup barang penting saja. Saya selalu pakai tas yang bisa diselampirkan (talinya panjang) sehingga bisa pindah ke bahu kanan atau silang ke bahu kiri.
    2. Kalau perlu bawa yang tidak biasanya, masukkan ke tas jinjing. Sehingga beratnya bisa balance.
    Untung saya tidak hobi beli tas, sehingga tasnya ya itu-itu saja, dan tidak perlu sesuaikan dengan sepatu (sepatunya juga itu-itu saja) hehehe. Yang pasti saya ada 2 tas jinjing yang dipakai untuk 2 hari berbeda (krn mengajar di 2 univ berbeda)

  3. semuanya buat “jaga-jaga” ya mbak hahha, saya sendiri suka heran kalo bapak2 itu keluar rumah cukup bawa dompet di saku celana belakang, udah… @_@

  4. Istri saya juga begitu ni, semuanya dimasukin dalam tas. Btw saya ikut andil menambah berat tasnya, soalnya kunci kendaraan saya titipkan di situ, anak saya juga begitu, ipadmua jg dititkan ke mamanya ::)

  5. halo, salam kenal🙂
    tasku juga isinya banyak, padahal tasnya ga gede2 amat… aku juga nyimpenin sih struk2 belanjaan gitu… soalnya kan buat nyatet pengeluaran… tapi abis itu ya tetep disimpen juga hehehe… kalo struk2 gitu biasanya aku langsung simpen di dompet…

  6. Hehehehe… saya malah nggak pernah bawa tas ke kantor. Hp dimasukin saku aja. Kalau bawa tas malah teman2 bilang aneh🙂
    Klo jalan2 ama anak2 juga paling bawa tas selempang kecil, isinya hp, dompet dan tissue

  7. Membagi beban dalam 2 tas, bahu kiri untuk tas bahu dengan aneka isi dan bahu kanan via tentengan untuk lapi dan kerabatnya jadi beneran bakultas. Terima kasih Jeng kembali diingatkan, sayangi bahu dan punggung… Salam

  8. teropong! OMG, qiqiqi..
    Tapi memang dirimu pecinta flora dan fauna ya mbak, terutama burung-burung.
    Pasti menyenangkan kalo bisa melihat burung yg cantik dgn bantuan teropong😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s