Ha Long Bay: Mengunjungi Istana Surga, Gua Thien Cung.

Standard

Stalagtit & Stalagmit 12Salah satu tujuan utama menumpang kapal Cruise di  Ha Long Bay adalah untuk berkunjung ke gua-gua yang sangat banyak ada di sana. Menurut Mr Bon, guide yang mengantarkan kami ada banyak sekali gua kapur di sana, namun yang dibuka resmi untuk wisatawan hanyalah  5 buah. Salah satu diantaranya adalah Thien Cung Cave atau jika diterjemahkan artinya adalah Gua Istana Surga. Ke Gua inilah kami akan berkunjung.

Mulut gua ini berada beberapa belas meter di atas permukaan laut.  Saya sempat ragu-ragu untuk ikut,mengingat  kaki saya yang mudah cramp, lutut yang kadang sakit dan sebelumnya saya mengalami sakit kepala yang luar biasa saat berada dalam bus  di perjalanan dari Ha Noi menuju Ha Long. Saya sadar, bahwa saya sedang tidak terlalu sehat untuk memanjat tebing setinggi itu.  Namun seorang teman memberi saya semangat “Rugi kalau sudah sampai di sini, tapi tidak sempat melihat gua”.

Ya..saya pikir ada benarnya juga. Apalagi saat itu kepala saya sudah mulai berkurang rasa sakitnya. Kenapa saya harus membiarkan diri saya lemah tak berdaya. Akhirnya setelah bertanya kepada guide  mulai dari  jumlah tanjakan yang harus saya lalui agar bisa sampai di mulut gua hingga apakah ada pedagang air minum di atas sana, sayapun membulatkan tekad saya untuk mendaki bukit batu kapur itu. Saya membeli air minum sebotol di tepi pantai, lalu dengan hanya membawa kamera saja, berangkatlah saya ke atas.

Stalagtit & Stalagmit 3Ternyata pendakian ke mulut gua itu tidak sesulit yang saya bayangkan. Walaupun tempatnya di tebing yang tinggi, namun jalan menuju ke mulut gua itu sudah dikelola dengan baik. Ada banyak tanjakan dengan pegangan yang sangat membantu pengunjung untuk mendaki. Saya juga bisa berhenti di tengah jalan setiap saat jika perlu. Menyisih sebentar untuk membiarkan kaki dan nafas saya istirahat sejenak,  sambil melemparkan pandangan ke arah laut dan melihat kapal-kapal yang berlalu lalang,  sebelum mendaki kembali. Sehingga tanpa terlalu merasa kelelahan, tibalah saya di mulut gua.

Begitu melewati lorong pintu masuk yang tingginya pas seukuran lelaki dewasa, saya  merasa tercengang dengan keindahan pemandangan yang ada.  Ruangan gua yang sangat besar. Mirip sebuah aula besar tempat diadakannya pesta pernikahan mewah.  Batu-batu yang  turun menjuntai dari atas dan tumbuh dari bawah menghiasi  ruangan gua itu. Itulah Stalagtites dan Stalagmites yang diajarkan di buku-buku Geography waktu di SD atau di SMP dulu. Selain cahaya yang masuk dari beberapa lubang yang secara alami ada di gua itu, gua itu juga dibantu dengan beberapa lampu warna-warni  merah, jingga, kuning, putih, hijau, ungu dan biru yang sangat mengesankan.  Berada di dalam gua itu terasa seperti sedang berada di dalam sebuah theatre raksasa. Sama sekali tidak terasa gelap. Seorang teman berkata, gua semacam ini juga bisa kita temukan di pesisir pantai Pulau Jawa, tapi sayang belum dikelola dengan baik oleh pemerintah kita, sehingga belum banyak mampu menarik wisatawan.  Sayang sekali.

Stalagtit & Stalagmit 4Udara di dalam gua juga sangat sejuk seperti berada di dalam ruang ber AC. Jauh sekali dari bayangan saya akan gua yang panas dan lembab yang penuh bau amonia dari kotoran kelelawar dimana ular berbisapun hobby nongkrong di sana. Gua ini benar-benar bersih dan sejuk.Tidak ada sedikitpun coretan-coretan vandalisme di sini.  Beberapa bagian dasar gua yang saya lintasi ada juga yang terasa basah dan agak licin akibat tetesan tetesan air yang jatuh dari atap gua. Jadi, saya juga berjalan harus sedikit berhati-hati jika tidak mau terpeleset.

 Saya memperhatikan berbagai macam bentuk dari Stalagmites yang tumbuh dari lantai gua akibat tetesan air yang mengandung batu kapur dari atap gua. Ada yang berbentuk cendawan, mirip kol atau brokoli yang bertingkat-tingkat, ada yang mirip patung orang-orang suci atau ksatria, ada juga yang hanya sekedar meruncing ke atas.  Saya meraba beberapa stalagmites itu dengan tangan saya dan merasakan batu itu sangat keras dan kokoh.  Lalu dari atap gua menggantung beratus-ratus Stalagtites. Bentuknya juga sangat beragam. Kebanyakan mirip tirai-tirai kain, tapi jika kita perhatikan dengan seksama , ada juga yang bentuknya mirip  singa yang sedang mengaum. Dab jika kita perhatikan semakin jauh lagi  ornamen alam di gua itu secara keseluruhan malah kita bisa menemukan ada yang  mirip wajah manusia, mirip burung elang dan sebagainya. Secara kesuluruhan gua Thien Cung ini terlihat sangat indah dan menarik. Tidaklah mengherankan jika ia diberi nama Gua Istana Surga alias Thien Cung.

 Melihat alam yang sedemikian indah dan  membayangkan kekuatan geology yang membentuknya, betapa saya merasa sangat kecil dan tidak tahu apa-apa di hadapanNYA. Sangat bersyukur, saya diberi kesempatan untuk melihat salah satu keajaiban alam ini.

15 responses »

  1. Betul kata teman Mbak Made, di pesisir Jawa ada banyak gua yang indah. Beberapa malah sudah dipasang lampu warna warni seperti di Thien Cung, cuma sayang kotor dan penuh coretan sehingga tidak enak dipandang 😦

  2. Indah sekali ya Ni, apalagi dibantu dengan tata cahaya warna-warni yang artistik, sehingga terlihat lebih menarik. Satu lagi, bahwa di dalam gua kelihatan bersih sekali.

    Padahal di negara kita tempat-tempat seperti ini banyak ditemui dan tidak kalah indahnya, tapi seperti yang dikatakan Ni Made, pada umumnya belum mendapat perhatian yang serius dari yang berwenang, ditambah lagi aksi vandalisme yang masih menghantui para pengunjung….😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s