Ha Noi Ceramic Mozaic Mural I – Ketika Seni Jalanan Mendapatkan Tempatnya.

Standard

Slide8Vietnam, memang sangat terkenal dengan keramiknya. Setidaknya itu yang pernah dikatakan seorang teman kepada saya sebelumnya. Saat melintas di tengah kota Ha Noi, seketika saya menyatakan kesetujuan saya.  Bagaimana tidak? Karena di sana saya melihat sebuah jalur sepanjang 4 km dipenuhi dengan gambar mural yang terbuat dari pecahan-pecahan keramik.  Sangat indah. Menurut keterangan guide, lukisan mural di sepanjang jalan kota ini dibuat  mulai tahun 2007  dan selesai tahun 2010 dalam rangka memperingati 1000tahun kota Ha Noi.

Sangat impresive! Pertama tentu saja karena panjangnya jalur yang didandani dengan gambar mural ini. Empat kilometer!  Jalanan yang penuh gambar. Dan tidak seperti di kita, di mana grafiti dan mural bertebaran tidak jelas dan tidak teratur, di sini seni mural seperti mendapatkan tempat yang terbaiknya.  Di pinggir jalan, yang tentunya merupakan etalase raksasa bagi ribuan atau bahkan jutaan pelintas jalan.  Sudah pasti setiap oang yang melintasi tengah kota Ha Noi, mau tidak mau akan menyaksikan keindahan seni mural yang disuguhkan oleh kota ini. Ruang publik adalah galery terbaik.

Kedua, mural ini tidak dibuat dengan cara biasa dengan menggunakan cat tembok atau cat bangunan, namun denganmenggunakan pecahan-pecahan keramik. Ini tentu ada maksud dan tujuannya. Begitu mata kita tertumbuk pada lukisan -lukisan yang indah dan cemerlang itu, maka seketika kita akan menyadari bahwa semua  keindahan itu tercipta dari pecahan keramik yang membentuk mozaik.  Membuat keramik adalah keahlian bangsa Vietnam. Dan dengan sangat cerdik, mozaik ini mengatakan kepada dunia “Hey, look! We are the best ceramics producer in the world!”. Berbagai macam keramik. Jenis, warna dan gaya lukisannya. Semua ada di sana.  Dan tentu saja, kitapun dengan mudah menganggukkan kepala tanda menyetujui statement itu.

Ketiga,  lukisan mural sepanjang 4 kilometer itu terdiri dari berbagai ragam gaya dan aliran seni. Terus terang saya tidak terlalu mengerti aliran seni yang digunakan, namun jika kita perhatikan baik-baik, sangat kentara bahwa lukisan itu pasti bukan dibuat oleh seorang atau dua orang seniman. Tapi banyak!. MEngapa? Karena sangat kentara dari tarikan garis dan pemilihan warna dan element yang digunakan. Berbeda-beda.  Dan kelihatannya, setiap ruas jalan ini memiliki sponsor pembuatannya masing-masing. Saya melihat ada beberapa nama perusahaan juga yang tercantum di sana – barangkali yang mensponsori. Positifnya tentu saja bahwa Hanoi mampu merepresentasikan dan menampung ekspressi setiap aliran seni yang hidup dan berkembang dikota itu. Sebuah sign yang sangat positive akan kebebasan berekspressi.

Ekspressi Anak-anak.

Ha Noi Ceramics Mural 23Ada banyak sekali jenis lukisan di sana. Salah satunya yang menarik untuk saya dokumentasikan, adalah lukisan-lukisan yang mengekspresikan keceriaan anak-anak. Kalaiu melihat sepintas lalu, barangkali sulit untuk percaya bahwa lukisan di samping ini terbuat dari pecahan keramik.  Keramik membuat system pewarnaan lukisan ini menjadi bertahan cemerlang tanpa harus khawatir diganggu oleh hujan maupun terik matahari. Selalu terlihat cerah sumringah.

Ada  banyak sekali kegiatan anak-anak  yang diabadikan di jalur ini. Mulai dari lukisan yang menceritakan keceriaan anak-anak yang bermain di kebun,  asyiknya bermain dengan tongkat berbintang, bermain binatang-binatang peliharaan yang lucu, riangnya bersepeda di tepi danau, dan sebagainya keceriaan anak yang lain. Sebagaimana umumnya lukisan kanak-kanak, karya seni ini sangat didominasi oleh warna-warna cerah. Penggunaan warna biru terang, dipadu dengan merah dan kuning menstimulai otot mata kita bereaksi lebih positive terhadap jenis lukisan ini.

Geometris Matematis.

Ha Noi Ceramics Mural 14Bentukan-bentukan geometris, seperti garis,  kubus, segitiga,  jajaran genjang, persegi panjang, dan sebagainya,   telah lama dimanfaatkan manusia  menjadi salah satu elemen seni. Berbagai bangsa telah menggunakan elemen ini dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga tidak heran bentukan-bentukan ini bisa kita temukan dalam karya seni anyaman, tenunan, quilting, bargello, dan sebagainya.

Aliran seni ini,sebagaimana  kita lihat membutuhkan perhitungan dan ketelitian yang cukup tinggi dalam pembuatannya, sehingga tercipta ukuran, jarak, pengulangan pola yang tepat dan tidak boleh meleset. Semuanya harus dengan perhitungan yang jelas. Karena pada dasarnya kunci dari keindahannya justru terletak pada tingkat kerapiannya.

Warna-warni yang digunakan juga sangat cerah dan menyilaukan mata, seperti warna-warni yang banyak kita temukan pada manik-manik traditional, seperti warna jingga, merah, biru terang, putih.

Saya pikir aliran seni ini, merupakan sebuah muara di mana daya khayal seorang manusia bisa bertemu dengan daya pikirnya secara sempurna.

Orientalis  Feminis.

Ha Noi Ceramics Mural 13Ada banyak tali temali yang seolah bergerak dinamis diantara bunga-bunga indah nan cantik berkelopak lima lembar dengan benang sari dan putiknya yang sangat khas musim semi. Mengingatkan kita akan bunga-bunga cherry, bunga apple atau bunga apa saja yang sedang bermekaran. Memandangnya membuat saya jadi  membayangkan dengung kumbang dan nyanyian lebah yang ikut beterbangan di sekitarnya.  Dan gelombang tali -temali itu sekarang terasa berubah menjadi selendang  wanita yang terbuat dari kain sutera nan halus. Saya membayangkan seorang wanita yang lemah lembut berjalan dengan gemulai diantara bunga-bunga itu.

Walaupun bunga cherry tidak hanya mekar di dunia timur, dan selendang juga tidak hanya digunakan oleh wanita di dunia timur, namun entah kenapa aliran seni ini terasa sangat berbau orientalis bagi saya. Selain orientalis juga terasa sangat feminin. Barangkali selain karena pemanfaatan elemen-elemen yang memang digemari oleh wanita (bunga dan selendang), juga penggunaan warna-warna yang lembut dan pastel serta tidak menyolok mata, sehingga membuat overall design ini kelihatan “Wanita banget”.

Horrreeeee! Borobudur-ku Ada di  Ha Noi!.

Ha Noi Ceramics Mural - BorobudurSalah satu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan saya dan kita secara umum (he he.. mencari-cari teman), adalah mencintai diri sendiri alias Narcistic!. Mencintai apa yang kita miliki secara fisik (wajah, rambut,  tangan dan sebagainya), maunpun non fisik (contoh: hasil karya, dsb – bangga euy!!), demikian juga  cinta dan bangga akan apa yang kita miliki sendiri di tanah air. Makanan, anyaman, pakaian,  kain, tari-tarian dan segala sesuatu yang ada di sekeliling kita sejak kecil. Nah..demikian juga ketika pandangan saya tertumbuk pada lukisan candi Borobudur diantara  lukisan lukisan mural itu!. Seketika mata saya melotot lalu berjingkrakan. Tentu saja bangga dan senang.  Rasanya pengen teriak-teriak membuat pengumuman kepada khalayak ramai bahwa “Borobudur itu ada di Indonesia loh, sodara-sodara. Ayo mampir ke negeri kami. Lihat sendiri. Betapa megahnya Borobudur kami”.

Sumpah! Saya senang dan bangga sekali, lukisan candi Borobudur itu ada di sana. Gambar candi Borobudur itu rupanya ada di sana bersama-sama dengan gambar tepat tujuan wisata lain di dunia  dalam  thema lukisan yang mmperkenalkan tempat-tempat tujuan wisata yang disponsori oleh Vietnam Airlines. Waduuuh.. sebagai bangsa Indonesia,  saya sungguh merasa berterimakasih sekali kepada Vietnam Airlines dan pemerintah Vietnam secara umum,  setidaknya telah ikut mempromosikan  Borobudur sebagai salah satu tempat tujuan wisata.

 

10 responses »

  1. berharap Indonesia bisa membuat seperti ini, termasuk yg grafitti itu seharusnya bisa lebih dirapikan sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s