Ha Noi Ceramic Mozaic Mural II

Standard

Ini  masih tulisan yang sama dengan sebelumnya, yakni mengenai mural, seni jalanan di Ha Noi yang terbuat dari keramik. Karena jenis aliran seni dan thema yang digambarkannya sangat banyak, saya memiliki  barangkali ratusan koleksi  foto-fotonya. Tentu saja saya  masih ingin share sebagian dari foto-foto itu di sini. Barangkali ada yang suka melihatnya juga.

Blue Blue Blue…My Love Is Blue..

Ha Noi Ceramics Mural 37Aliran seni  Monochromatis ini cukup menonjol diantara  ratusan atau mungkin ribuan lukisan yang ada. Menjadi menonjol, karena terselip diantara lautan warna warni yang cerah. Sementara lukisan ini hanya menggunakan warna tunggal, yakni biru  (selain putih tentunya). Walaupun masih menggunakan elemen bunga berkelopak lima dengan  benang sari yang sama (cherry blossom/apple blossom/sakura blossom), namun karena digambarkan dalam warna biru yang nyaris monotone, tersirat kesedihan dan perasaan kering kerontang tanpa gairah kehidupan di sana.  Ketika memandangnya, saya membayangkan kedukaan hati seorang gadis yang  ditinggalkan oleh kekasih hatinya . Blue!.

Walaupun jika kita ingat-ingat, seni monchrome seperti ini sebenarnya banyak juga dimanfaatkan pada karya printing, baik yang berbahan dasar kain maupun kertas. Bukti bahwa, walaupun gairah kehidupan tampak teredam  di aliran lukis ini, banyak orang tetap menyukai keindahannya. Anggun dan dingin.

Nafas Affandi.

Ha Noi Ceramics Mural 50Ada lagi jenis aliran lukis lain yang menarik perhatian saya. Lukisan yang dipenuhi goresan -goresan uwel-uwelan namun penuh semangat membara, yang mengingatkan saya akan karya-karya Affandi, maestro lukis di tanah air kita. Tentu saja tidak sama persis dengan gaya Pak Affandi. Namun seandainya aliran seni itu punya kerabat, barangkali aliran seni dalam lukisan ini adalah salah satu dari anak, keponakan atau barangkali menantu dari aliran seni yang diciptakan oleh Pak Affandi itu.

Barangkali saya agak lebay, tapi setidaknya itu halyang pertama kali melintas ke dalam otak saya ketika melihat lukisan-lukisan ini.  Badai, matahari,lalu object dan bunga-bunga. rasanya penuh kumparan dan badai angin. Warna yang digunakan pun sangat terang benderang, sebenderang matahri yang bersinar terik di siang bolong. Bunga-bunga yang diciptakan terasa memiliki tajuk api yang menjulur-julur. Penuh gairah dan semangat.  Menantang matahari. Barangkali ini adalah lukisan yang menggambarkan sebuah musim panas.  kebalikan dari lukisan biru di atas yang terasa adem ayem bahkan beku.

Traditional Carving Inspiration.

Ha Noi Ceramics Mural 27Berikutnya adalah jenis lukisan yang  sangat jauh berbeda, namun juga sangat  menarik. Saya rasa lukisan-lukisan  ini mengambil inspirasi dari karya-karya para seniman ukir. Sangat mirip dengan berbagai jenis ukiran  yang kita temukan tersebar mulai dari Thailand, India, Vietnam bahkan hingga ke Jepara dan Bali. Ada banyak sulur-sulur, daun-daun dan bunga-bunga yang indah dan jelas tidak kita temukan dalam kehidupan nyata. Lalu berbagai macam satwa, mulai dari burung-burung, ikan, naga dan sebagainya ikut menyemarakkan keindahan lukisan ini. Bentuk bentuk manusia digambarkan dua dimensi. Air, awan ataupun api juga digambarkan dengan guratan-guratan yang sangat menawan.

Yang jelas, saat memandang lukisan ini, pikiran saya melayang ke berbagai jenis furniture, kursi,meja, lemari dan sebagainya. Aliran lukisan ini juga menggunakan warna tunggal di atas putih. Namun untuk jenis yang ini, warna coklatlah yang dipilih.

Bonjour, Monsieur !.

Ha Noi Ceramics Mural 55Satu gaya lukis yang saya pikir kayanya tak mungkin banget berasal dari Vietnam adalah gaya lukisan sangat mirip karikatur yang biasa kita temukan di majalah-majalah Eropa. Sangat menarik!. Penggunaan unsur-unsur kecil yang banyak dan njelimet. Ada tangga naik turun. Lalu air yang mengalir keluar dari botol, lalu masuk ke pipa dan jatuh ke tanah dan membentuk aliran badan air. Ada mahkota bertajuk tiga. Lalu ada sang monsieur, rumah atau entah istana dengan pilar-pilar yang bermenara dengan ujung lancip mirip pensil. Lalu kompas,potongan lengan. Ada juga pagar, terus bulatan-bulatan yang entah apa maksudnya. berikutnya masih banyak elemen lain lagi yang ikut mendukung. Namun semuanya digambarkan secara karikaturis. Walaupun tak mampu menangkap pesannya dengan baik, memandangnya saya jadi  ikut merasa senang dan terhibur.

Warna-warna  yang dipilih untuk membentuk lukisan ini sangat beragam, namun pada umumnya cerah. Saya sangat menyukai lukisan ini.

Village Life 

Ha Noi Ceramics Mural 45Lukisan ini sebenarnya terdiri atas banyak jenis juga. Kebetulan yang saya ambil sample-nya secara acak adalah gambar para wanita sedang menumbuk padi. Sebenarnya saya idak jelas akan apa yang sedang dilakukan oleh para wanita ini. Apakah memang sedang menumbuk padi seperti dugaan saya, ataukah sebenarnya mereka sedang menari. Entahlah!. ada beberapa kegiatan lain juga yang dipotret di aliran lukis ini. Ada gambar orang sedang melakukan pertunjukan (menari), ada juga yang menggambarkan suasana sedang menenun dan sebagainya.

Namun pada dasarnya, kita melihat gambar alam pedesaan yang dihiasi pepohonan dan kehidupannya yang damai. Warna-warna yang digunakan cukup realistis dan menarik.

12 responses »

  1. sukaa banget lihat mural2nya mbak, warna warrninya memikat
    pilihan foto yg dipilih semuanya bagus, dari berbagai gaya lukisan ya
    ada gaya tradisional.., ada juga kontemporer kayak gerejanya Gaudi, La Sagrada Familia, sukaa ini warnanya ceria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s