Persia Pulang Dari Klinik- Perkelahian Kucing Jantan Dan Abses Yang Ditimbulkannya.

Standard

Mengangkat PersiaHari Minggu! Ini hari ke-lima Persia di opname di Klinik Hewan Veterina Satwa di Sektor IX Bintaro. Sesuai dengan perkiraan yang disampaikan oleh drh Yosep Sukarji yang menanganinya. Sebagaimana halnya kucing jantan yang mulai menanjak dewasa,Persia terlibat perkelahian dengan seekor kucing jantan lain yang mengakibatkan dirinya menderita luka. Luka akibat cakaran kuku kucing liar itu rupanya meninggalkan abses yang cukup parah di bagian dadanya. Berkali kali ia tampak meringis menahan sakit di dadanya. Persia pun demam dan lemas tak berdaya. Selain itu ia kedapatan muntah-muntah, yang mengakibatkannya semakin dehidrasi dan lemah.Itu terjadi pada hari selasa yang lalu. Saya tidak mempunyai obat dan peralatan, dan selain itu juga tidak punya waktu untuk merawatnya, karena harus segera berangkat dinas ke luar kota.

Abses Pada Kucing.

Akhirnya saya memutuskan untuk membawanya ke Klinik Hewan terdekat. Di sana Persia diperiksa. Terlihat adanya abses yang cukup serius di dadanya. Abses adalah kumpulan nanah yang purulent di bawah rongga kulit, yang terjadi akibat luka yang tidak bersih, misalnya dicakar oleh kucing liar yang kukunya kotor.  Abses pada kulit kucing cukup sering terjadi, terutama pada kucing-kucing jantan yang suka berkelahi mempertahankan wilayah kekuasaannya. Luka akibat cakaran atau gigitan ini kemudian dimasuki oleh bakteri misalnya Stapilococcus sp, Streptococcus sp, Escericia colli Pseudomonas sp,  dan lain sebagainya.

Abses biasanya menimbulkan demam yang tinggi pada kucing. Nanah pada abses juga bisa mengganggu jaringan di dekatnya. Dan jika nanah ini menyebar melalui pembuluh darah, dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi yang tidak dikehendaki.

Kadang-kadang kita tidak langsung waspada akan adanya abses pada kulit kucing ini, karena seringkali tersembunyi dibalik bulunya yang tebal. Sehingga penanganan yang seharusnya diberikan, jadi  sering terlambat.  Namun jika mengalami abses, kucing biasanya menunjukkan sikap yang kesakitan saat digendong.

Untuk mengatasi abses ini, tentu saja dokter harus melakukan penyayatan ringan untuk mengeluarkan nanah dan mengeringkannya. Setelah drainage dilakukan, maka diberikan injeksi antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri berikutnya.

Dirawat di Klinik.

Karena Persia membutuhkan perawatan yang intensif, maka saya pun setuju agar Persia dirawat inap saja di Klinik itu. Saya sendiri tentu tidak akan sempat merawatnya dengan baik. Menurut drh Yosep Sukarji, perawatan kucing itu mungkin membutuhkan waktu sekitar 5 hari hingga lukanya kering.

Setiap hari rupanya anak saya menjenguknya dan tidak sabar untuk melihat perkembangannya. Hari pertama, anak saya melaporkan bahwa Persia terlihat sangat lemah berbaring di kandang Klinik. Hari kedua dan ketiga , saya mendapatkan laporan bahwa Persia mulai berangsur-angsur pulih. Ia mulai bangun dan lukanya mulai mengering. Syukurlah.

Kemarin kami sempat menjenguknya sebentar.  Persia terlihat sangat girang dan mengusap-usapkan kepalanya dengan manja ke telapak tangan saya. Lukanya sudah kering dan ia sudah tampak sehat . Namun perawat mengatakan bahwa ia belum mendapatkan ijin dokter Yosep untuk melepaskan Persia pulang. Akhirnya siang tadi, petugas klinik menelpon saya dan mengatakan bahwa dokter sudah mengijinkan Persia pulang hari ini.

Persia Sudah Boleh Pulang Kembali.

Anak-anak saya girang bukan main dan bergegas ikut menjemput Persia. Persia masih tampak kurus. Namun terlihat sekali wajahnya yang girang begitu melihat anak-anak datang. Anak-anak meminta saya membelikan makanan dan snack untuk Persia di toko keperluan hewan peliharaan di sebelah Klinik. Saya membeli sebungkus makanan kucing olahan dari ikan Salmon, sebungkus lagi yang berasal dari olahan ikan tuna serta 3 bungkus snack kucing rasa ikan.

Setelah membereskan administrasi dan menyelesaikan pembayaran di Klinik, maka Persiapun diangkat oleh anak-anak dan dibawa pulang  kembali ke rumah.

Begitu sampai di rumah, Persia kelihatan kangen akan tempat tidur dan lingkungannya. Ia berkeliling perlahan dengan canggung tapi senang. Anak saya segera menghadiahinya dengan snack, lalu menyiapkan Persia semangkok makanan untuk makan sorenya. Kami semua pun merasa sangat senang. Syukurlah, akhirnya Persia sembuh.

Welcome Home, Persia!.

7 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s